Akan selalu ada orang yang datang dan pergi
dalam kehidupanmu, itu pasti! Tapi mereka tetap ada, walau (mungkin) tak lagi bersinggungan.
Saat menulis ini, mungkin Kak
Heru masih dalam perjalanan menembus kemacetan kota Makassar setelah
mengantarkan saya pulang ke rumah, untuk terakhir kalinya. Rencanyanya besok,
pukul delapan pagi dia sudah bergegas meninggalkan kota Makassar menuju
Surabaya, akh… sedih!
Siapa kak Heru itu?
![]() |
| Visit Bantimurung, September 2011 |
Diblog ini mungkin nama Kak
Heru lumayan Familiar, pada postingan-postingan perjalanan dan film. Ya dialah
teman nonton yang selalu siap saya dadak, kapan saja saya mau ditemanin noton.
Teman jalan yang selalu menceritakan pengalamannya berpindah dari satu tempat
ketempat lain dengan begitu antusias, teman yang selalu bersemangat dan work a holic. Kak Heru juga lah yang
saat nyetir disamping saya akan selalu ngomel dengan logat jawa kentalnya menghadapi
kondisi lalulintas kota Makassar yang begitu semrawut. Yang sabar yah kak…
Hihihi
Awal perjumpaan dengan Kak
Heru sebenarnya itu pada akhir tahun 2009, saat itu saya dan dia sedang
tergila-gila dengan seorang penyanyi yang suaranya “keren mentong”, jadilah
kami fans fanatik penyanyi itu. Saya fans dari Makassar sementara kak Heru fans
dari kota Malang, disatukan dan dipertemukan dalam satu fansite. Terdengar
lucu, tapi yah memang begitu. Kalau saya cerita tentang kegilaan kami ini, maka
tidak hanya nama kak Heru yang muncul, ada juga Kak Bayu, Tante Fem, Muti,
Bejo, Sela dan Mars; mereka semua dari Jakarta.
Kami membangung hubungan baik, awalnya via diskusi-diskusi di fansite, saling add YM, tukaran nomor hape sampai kopdaran di Jakarta bulan Maret 2010. Mungkin akan terdengar konyol jika saya bilang, pertama kali saya naik pesawat terbang dan menginjak Jakarta itu adalah dalam rangka Kopdar bersama mereka-mereka. Saya tak mengenal satupun orang di Jakarta, tapi saya begitu mudahnya percaya untuk terbang ke Jakarta dan menemui mereka, biaya pesawatnya ditraktir sama Mas Bayu, akomodasi dan biaya hidup selama di Jakarta ditanggung bersama oleh Tante Fem, Mbak Indah, Bejo dan Muti. Saat itu juga saya tengah suntuknya dengan skripsi yang tak kunjung selesai. Ajaib bukan?!
Saat kopdar kemarin, hanya
saya dan kak Heru yang berasal dari luar kota Jakarta. Makanya waktu akan
pulang, kami berdua numpang nginap di tempatnya Mbak Indah, dikawasan Monas.
Dekatlah dari bandara, berhubung jam keberangkatan kami beda 10 menit. Ditempat
mbak Indah kita dijamu istimewa, dapat kamar gratis full AC, ditraktir nasi
goreng kambing, dan dihadiahkan silverqueen pula. Luar biasa, penerimaan
mereka. Dari situlah saya mulai begitu terbuka dengan orang-orang dari dunia
maya, bahwa hubungan berkualitas pun bisa dibentuk dengan mereka-mereka yang
mungkin bukan siapa-siapa sebelumnya dan ada jauh di pulau seberang. Tapi
akhirnya menjadi orang yang begitu istimewa dalam kehidupan kita, yah walau
hanya beberapa saat #mendadakrindu
Saya dapat kakak dalam dua
hari, Kak Heru baik banget mau nenteng2 koper saya yang besarnya gila-gilaan
sementara dia juga pakai ransel. Pertemuan terakhir dengan kak Heru di Jakarta saat
kita memasuki Gate yang berbeda. Yang satu menuju Makassar dan satunya lagi
menuju Surabaya. Sebelum berpisah sempat juga kita bilang, “semoga bisa ketemu
lagi”.
Agustus 2011, selepas lebaran
saya dapat telepon dari kak Heru yang mengabarkan kalau dia sedang di Makassar.
Saya kira dalam rangka jalan-jalan, tapi ternyata dia akan stay untuk beberapa
waktu dalam rangka dinas kantor. Wow!
Selama di Makassar komunikasi
kita semakin intens, disini kak Heru tidak ada keluarga jadi saya harus
berperan sebagai keluarganya. Dalam sebulan sudah jago banget nyetir
kemana-mana, saya bertanggung jawablah sebagai guide, walau tidak begitu paham
dengan jalananan kemana-mana. Kita sudah kesana kesini kesitu, sudah makan ini
makan itu, kalau lagi ada yang bagus nonton ini nonton itu. Teman jalan yang
menyenangkan, ditambah energinya yang selalu berapi-api dan gerakannya yang
begitu lincah. Heran juga sih kadang-kadang kenapa bisa secepat itu dia. Tapi
itulah dia.
Dua minggu lalu kak Heru
nelpon, ngajak flashtrip ke Toraja. Katanya harus ke toraja karena dia mau
balik ke Surabaya, saya kira cuman mau libur lebaran saja. Tapi karena masih
awal-awal puasa, saya tidak bisa menemani. Toraja keliwat jauh, waktu tempuhnya
sekitar 7-8 jam dari kota Makassar. Barulah beberapa hari yang lalu dia telpon
lagi, ngajak ketemuan karena dia akan kembali ke Surabaya. Owh… Owh… Owh…
Agustus 2012, ternyata hanya setahun kak Heru di Makassarnya.
Malam ini, saya ada janjian
ketemu kak Heru di Starbucks Mari. Yah kami membikin kegilaan dengan memesan 5
gelas minuman dengan size Medium untuk dua orang, duduk nongkrong dan
bercerita. Dia bercerita tentang pengalamannya lebih tepatnya complainnya
tentang kondisi pariwisata di Toraja, sekaligus berjanji tidak akan ke Toraja
lagi. Kapok. Kak Heru juga bercerita tentang planning-planningnya tahun ini
akan kemana dan melakukan apa saja. Ya semoga
tahun depan kita bisa benar-benar bareng ke Lombok yah kak…
Ketemuan sama kak Heru hanya
dua jam lebih, yah dia masih harus menyelesaikan banyak hal untuk persiapannya
besok. Saat naik kemobilnya shock saja, semua barang dikosannya sudah tertata
rapih di atas mobil, akan diangkut dengan mobilnya sekaligus, akhhh…
perpisahannya semakin terasa. Kalau yang biasanya diatas mobil akan cerita
banyak, ketawa-ketawa apa gitu, kali ini saya hanya diam saja. Yah,
bagaimanapun sedih juga sih akan kehilangan teman. Mungkin akan tetap kontak-kontakan
tapi yah beda saja kalau fisiknya sudah tidak se-kota. Sudah tidak bisa janjian
dadakan. Dan lagi saya akan mengucapkan salam perpisahan untuk kedua kalinya.
![]() |
| Nice gift from kak Heru, belum punya bukunya juga^^ |
![]() |
| yang ini manis, thankyou kaher :) |
Terimakasih untuk semuanya Kak
Tetap baik seperti itu yah, tetap kabar-kabar
Semoga kebaikan selalu bersama kamu dan keluarga
I’ll be miss you so J



Wah, bagian terakhir mengharukan, Mbak..
ReplyDeleteSmoga gag lost contact sma Kak Heru, ya :D
.
Baca nama Bejo, jadi inget iklan Tolakang*n yang "Wong pinter kalah sama wong Bejo" itu >.<.. Hehe..
amin,
DeleteBejjo itu bukan nama dia sih. hanyakrn dia suka dg penyanyi Bjork, dan ID YMnya tertulis Bjork jadinya dipanggil bejo deh :p
Owalah..
DeleteHaha..
Sedikit mirip sih, ya Bjork sma Bejo :p
Smoga gara2 nama 'Bejo'-nya, beneran jadi orang bejo (beruntung) :D
baru denger ada monas deket dari bandara
ReplyDeletehehehe
jauh yamas, hihi...
Deletepokoknya dari semua rumah yg available untuk nampung kami, rumah Mbak Indahlah yang paling dekat dari Bandara :))
cie.. cie.. cie..
ReplyDeleteternyata itu mas heru,
untunglah bukan cimed yang sombong2,
o iya, mau bilang keciaaan deh mbak ditinggal,
maap.. :p
kok ngomong gitu siiih, hahaha :D
Deletegak ada yang ditinggallah, semua berjalan sebagaimana mestinya #preet
ayoo Syam semangat, sapa tau Kak Heru atau mungkin Syam bisa se-Kota lagi.
ReplyDeleteehh btw, tahun depan mw ke Lombok? ajak2 dooong mau jugaaaaa :D
hmm, rencananya seperti itu sih. semoga kesampaian ke Lomboknya. Amin :))
Deleteapa hubunganya dengan buku merry riyana? kangeen baru bsa mampir lagi kesini. marhabban ya ramadhan, mohon maaf lahir batin ya teh :))
ReplyDeletelah, kan buku Merry Riyana itu hadiah yah semacam kenang-kenangan dari kak Heru sm saya Yack :)
Deletehihi, dipanggil teteh
sounds funny :p
aiih... dunia maya memang ajaib..
ReplyDeletepada mau ke lombok yak? hohoho
iya, ajib bin ajaib memang
Deleterencananya sih gitu hud, hohoho...
nice..miss u guys ..
ReplyDeletemiss u too tant *bighug*
Deletekecewa dng toraja? wajar... :D
ReplyDeleteWaaahhh mau ke Lombak.. aseeekkk nih mbak syam
ReplyDeletewah, saya jadi kangen juga dengan bantimurung. apalagi jembatannya itu. bener2 keren :)
ReplyDeletedapet temen baru emang menyenangkan ya mbak, asal jangan lost contact aja. Tapi, kenangan yg berkesaan itu, sudah cukup mengganti sedihnya perpisahan :)
cheers :)