Apa saya peragu?
"Iya" kata Yudi
"Tidak juga" kata Ratih
Kadang kala ketika kita memikirkan tentang sesuatu hal terlalu banyak energi terserap hanya untuk memutuskan langkah terbaik. Walau sebenarnya yang banyak bermain adalah prasangka dan simpulan-simpulan dangkal. Tapi apapun itu, saya selalu belajar untuk tidak membohongi diri. Saya terganggu jika menangkap aroma ketidaknyamanan. Dan saya begitu peduli dengan hal itu.
Jika biasanya keputusan yang saya ambil selalu diikuti dengan pembelaan yang begitu menuankan AKU, kali ini tidak. Saya hanya tidak ingin menyesali apa yang telah saya putuskan. Saya percaya saja, keputusan yang dilandaskan dengan niat yang baik akan mendatangkan kebaikan pula.
Semoga...

Semoga...

Ps. Thanks to Yudi yg memperlihatkan banyak hal hebat dari diri saya dengan caranya. Itu keren.
Gue malah gak tau knp kalo lagi maen2, otak ini berpikir. Tapi malah sering doubt kalo diajakin serious! ;-)
ReplyDeleteNiat baik tidak selalu berujung baik...
ReplyDeletejustru banyak org yg jadi kesusahan setelah berniat baik..
ragu-ragu....***penyakit dadakan yang biasa menghampiriku hehehe
ReplyDeleteTapi apapun itu, saya selalu belajar untuk tidak membohongi diri. --> gia juga =)
ReplyDeleteKalau misalnya kita selalu membohongi diri untuk pencampaian yang belum tentu memuaskan.. hidup gak akan tenang nantinya, pasti ada ajaa yang ngeganjel, mbak alias selalu ragu-ragu
bukan peragu
ReplyDeletecuman kebanyakan mikir...
mikir dulu banyak banyak
kira kira ayunannya bakal runtuh gak ya..?
haha piss
saya termasuk dikategorikan peragu oleh teman2
ReplyDeletetapi saya bilang saya kebanyakan mikir emang
mau apa2 ditimbang2 kira2 akan gini atau gitu
ada bagus ada engganya sih
tergantung sikon hehehe
percaya dengan hati nurani, itu yang jga diajarkan oleh seseorang pada saya
ReplyDeletekarena setiap pilihan punya konsekuensi, kita harus ikhlas dengan setiap konsekuensi pilihan itu ^-^
Jika bertanya pada orang lain tentang kita, maka kita akan punya banyak jawaban.
ReplyDeleteMereka akan mengatakan apa yang mereka lihat pada diri kita ^^
Tapi jauh dari itu, yang mengenal kita adalah diri kita sendiri. Tapi perlu memang bertanya pada orang lain, untuk koreksi dan renovasi diri kita.
Semangat, mbak :)
Salut ane sama kang yudi. Dia pasti memiliki cara unik yang membuat kamu merasa kagum dan segan padanya.
ReplyDeleteterkadang.. sulit juga memutuskan piliham itu... yah.. terkadang pula aku ragu-ragu.. namun tetap aku jalani... sembari menghibur diri... "apapun hasilnya... kuserahkan pada tuhan..." :D
ReplyDeletekenapa malah yudi nda komen di postingan ini?
ReplyDeleteahaha :D kabur ma deh