Terimakasih untuk bersedia ada dihadapan saya;
Malam ini saya memintamu untuk datang menemani saya dengan diam. Tapi kamu menolak dan memilih untuk banyak bercerita, tentang siapa dirimu saat ini. Saya pun akhirnya ikut bercerita tentang saya yang perlahan kehilangan daya juang dalam karir. Kemudian kita banyak membahas tentang kebahagiaan, ya kita telah sama-sama tahu bahwa bahagia itu bentukan diri. Siapapun mereka yang ada bersama kita pada akhirnya. Kita hanya perlu membiasakan diri untuk menjadi pemeran utama dalam setiap sekenario yang mungkin jalan ceritanya tidak pernah kita duga sebelumnya, bahkan tidak kita inginkan. Meng-ikhlaskan apa yang sudah waktunya dilepaskan, mengejar apa yang harus dikejar, diraih dan dimiliki.
Adamu malam ini adalah untuk membantu saya membebaskan rasa, yah ini hanya soalan perasaan. Saya melisankan rasa dimasa lalu, yang juga telah lama kamu ketahui. Tapi kamu tetap memberi saya tanya "kenapa bisa dipendam sebegitu lama? kenapa akhirnya menyerah?" dan saya terbahak, kamu tak pernah sekalipun menjadi sesuatu yang saya inginkan. Saya cukup tahu diri, walau tak bisa saya pungkiri, rasa itu ada dan bertahan lama, kamulah orang yang selalu bisa membuat saya jatuh cinta pada setiap pertemuan. Maka menghindarimu adalah hal terbaik. Lagi pula, ini hanya bagian dari masa lalu yang belum berlalu, bagian yang telah saya mulai dan ingin saya selesaikan dengan cara saya.
Saya putuskan tak lagi mencintai(mu) secara sederhana, seperti dulu pada dua ribu lima ratus dua puluh hari yang lalu hingga malam ini. Saat ini saya telah sampai pada pemahaman bahwa cinta itu haruslah menjadi hal yang rumit, memiliki ritme naik-turun, saya ingin mencintai secara realistis begitu pula sebaliknya saya ingin dicintai. Akan ada masanya saya menemukan seseorang yang akan tetap menggenggam tangan saya bahkan ketika dia merasa tak bahagia.
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…”
Sapardi Djoko Damono
Saya putuskan tak lagi mencintai(mu) secara sederhana, seperti dulu pada dua ribu lima ratus dua puluh hari yang lalu hingga malam ini. Saat ini saya telah sampai pada pemahaman bahwa cinta itu haruslah menjadi hal yang rumit, memiliki ritme naik-turun, saya ingin mencintai secara realistis begitu pula sebaliknya saya ingin dicintai. Akan ada masanya saya menemukan seseorang yang akan tetap menggenggam tangan saya bahkan ketika dia merasa tak bahagia.
Apa ini kencan? tanyamu...
Ya, ini adalah kencan kita untuk pertama dan terakhir kalinya.
-Happy Ending-

hickz,so swetttttttttttttttttttt syam :D
ReplyDelete:D
Deletebisa tidak berhenti dengan ini,
ReplyDeletekalau tidak ada lagi ya tidak ada lagi,
kenapa tulisan ini masih ada,
pasti kamu jawab, ini yang terakhir kok..
huh, gampang ditebak..
Ya, ini terakhir
Deletedan kamu! Berhenti menebak-nebak saya -_-"
*berkaca-kaca*
ReplyDelete-sodorintussue-
Deleteberat...
ReplyDeletekalo baca tulisan ibu ini
dua kali baca aja belum mudeng
haha payah amat yak..?
Haha, padahal si mas paling paham tuh soal gini-ginian :)
Deletebelum ngerti kemana alur ceritanya :D
ReplyDeletehihi, followed ya mbak :)
Tidak penting untuk dimengerti, ya welcome to my life :)
Deletecurahan hati seorang wanita cerdas emang muncul tulisanya kaya gini haha yg gak ngerti ngacung :D
ReplyDeleteYayack lebayyy, haha :))
DeleteSebelumnya koment ngalor ngidul,,,,
ReplyDeleteMohon maaf lahir batin ya Syam. Minal 'aidin wal faidzin.
Masih bau bau Lebaran, kan? :D
Ya, sama-sama yaa sam :)
Deletehappy ending? dilamar dunk?
ReplyDelete#tepokjidat
Deletehahaha..! miris..!
Deletejadi pengen joget2 shuffle di depan kamu, buakakakak..!
ouw.. ouw.. ouw..
-_-"
Deletejiah..
ReplyDeleteasik lamaran lamaran lamaran.
eh ntu sapardji apa sapa ya? khahlil?
puisinya meragukan tuh sapa yang nyiptain..
perasaan terpendam....
menyakitkam utnuk diungkapkan, dan menyenangkan jika terus dirasakan :p
ini lagi, hadehhh !!!
Delete*Aduuuh
ReplyDeletekreeeeeeen...
swit-swit ;P
suit suit :p
Deletekutipan yg itu sy pernah baca dimana ya?
ReplyDeletehmmmmm
ya, itukan potongan sajak "aku ingin"
Deleteseneng banget nyimak post yang ini .
ReplyDelete:)
DeleteCiee...ciee
ReplyDeleterasa apa memangnya ?
apatoooong :p
Deleteahh saya ketinggalan kan. Ini nih bukan sepenggal cerita.. beuhh
ReplyDeleteFrom Losari with Love yah :) Cinta oh cinta, bisa dirasa kadang tak bisa meraba (lhaaaa, jewerrr)
cam, iku sopo toh? happy ending? sure cam?
hahaha, happy ending dlm versi yang berbeda
Deletekarena tidak selamanya "bersatu" itu lebih membahagiakan