Okelah, akhirnya setelah sekian lama akhirnya saya memutuskan untuk memasang benda “absurd” bernama kawat gigi dimulut saya.
Sebenarnya Ide untuk memasang benda itu sudah ada dari tahun 2010, saya sudah mengunjungi tempat praktek Dr. Ayyub di Faisal dan sebagai syarat awal saya harus foto X-ray profil rahang atas dan rahang bawah. Untuk apa dok? Tanya saya. “yah, mau diliat saja kondisi giginya sampai ke akar-akarnya. Sebelum dicabut” jawabnya. Mendengar gigi saya akan dicabut, dengan jumlah yang tidak sedikit ciutlah nyali saya. Dan malam itu berakhir dengan saya hanya melakukan tindakan pembersihan karang/plak gigi (scalling), juga selembar surat rekomendasi jika saja sewaktu-waktu saya siap untuk foto di klinik/RS mana saja yang menyediakannya.
Dua tahun lebih, nyali saya untuk cabut gigi tidak full juga pada akhirnya. Errr! Iyyalah, segala hal yang berhubungan dengan tindakan menyakitkan dari tim medis terasa begitu mengerikan bagi saya, belum dicoba sudah parno duluan. Misalnya saja jarum suntik, kalau ingin disuntik saya bisa-bisa pingsan duluan sebelum jarumnya sukses mendarat ditubuh saya. Untungnya HB darah saya rendah, jadi sedikit menolong saya dari aksi donor darah yang terlihat begitu mengerikan. Dan itulah kenapa saya begitu menjaga diri dari penyakit-penyakit yang memungkin saya untuk dirawat inap, infus, suntik dan semua yang berhubungan dengan tindakan menyakiti tubuh. Yah walau tidak bisa dipungkiri itu tujuannya menyehatkan.
Kembali pada soalan gigi, yah saat saya kembali ke ruang praktek Dr. Ayyub, niat awalnya sih hanya mau membersihkan gigi seperti biasa. Pas ditanya lagi, “bagaimana sudah siap?” Hihi… “belum dokter” tapi kalau dipikir-pikir, kapan siapnya yah saya? Kemarin sudah dikasih waktu dua tahun tapi masih belum siap juga, akhirnya setelah diskusi kecil-kecilan dan tawar menawar waktu pencabutan, saya masuk dalam pasien dengan catatan penanganan khusus. Dengan satu syarat dari saya; "malam ini tidak ada tindakan menyakitkan".
Jadi, kawatnya dipasang saja dulu hingga giginya sedikit lunak/goyang akibat tarikan barulah dicabut, tapi tidak boleh lebih dari sebulan dari jarak pasang kawatnya. Makanya saya diberi waktu paling lambat tanggal 16 September 2012 nanti, saya harus kembali ke klinik untuk cabut gigi pertama saya. Mungkin akan 2-3 kali pengerjaan untuk pencabutan, hohoho… masih ada rasa takutsih, namun saya luluh juga akhirnya. Tapi sebelumnya saya telpon mama saya dulu, telpon adik saya untuk memastikan mereka tidak kaget saat pulang nanti tiba-tiba melihat saya dengan tampilan senyum baru. Orang waktu ijin ke dokter gigi saya hanya bilang mau scalling thok.
Sekarang, benda itu terpajang sempurna di gigi saya. Fungsinya jelas, menahan gigi atas saya yang pelan-pelan tapi pasti pergerakannya semakin kedepan. Merapatkan gigi yang mulai jarang-jarang dan yah kalau bisa biar senyum saya tidak miring lagi. Hihi, kata Sule senyum saya miring. Dan kalau dilihat baik-baik semua foto2 saya yang sedang tersenyum, iyya sih… miring! sekarang ya berasa ada penggarisnya, jadi lurus dah. LOL! Entah akan berapa lama benda ini nangkring dimulut saya, kalau bisa lebih cepat lebih baik karena sakitnya tidak terkira. Baru berapa hari saja, Ampuuuun! Pa’risi’na dottoroooo!
Akhir kata, Dear Kawat gigi welcome to my smile :)
PS. Terheran-heran dengan mereka yang memasang kawat gigi hanya untuk gaya-gayaan. Sumpah ya, sakitnya nyata!
jadi unyu unyu dong...
ReplyDeletetapi gapapa kok daripada disuruh pasang kawat berduri
unyu yah mas, hihi :p
DeleteXixixi... ntar tak mampir mbak, pengen lihat senyum baru mbak Syam :D
ReplyDeletehahaha :D
Deleteaku juga baru mau masang kawat gigi mbak. tapi ni pas baca jadi agak takut yah? hahaha
ReplyDeleteyah begitulah juga saya pada awalnya, ngeri tapi yah mo gmana lagi
Deletegigiku berantakan, tapi tetep takut pake kawat gigi. apalagi kalo mesti cabut salah satu gigi biar bisa dirapiin giginya -______-'
ReplyDeletehihi, tadinya mau gitu aja
Deletetapi makin lama kok yah makin gak normal giginya. ya sudah dipasang saja, rasa takutnya dieliminasi dikitdikit
semangat mbak semangat smangat,... :D
ReplyDelete---
aku juga alergi banget sama jarum suntik.. :haha
haha, pasang kawat gigi dengan semangat membara
Deletesabar yah cam sama sakitnya. Iyayah kalo buat gaya2an sakit juga ngga yah?! heheh
ReplyDeleteGiginya udah dipagerin biar ngga lepas mak, dik :) moga cepet rapih cam
sama ajalah cil, namanya jg benda asing dan tajam masuk ke mulut
Deletehaha, moga gak lepas dan cepat rapih ya
#pamergigi
A L A Y
ReplyDelete:D #pamergigi
DeleteGigi saya gingsulnya ada dua, hehe..
ReplyDeletekalo gingsul mah manis mas, serius :)
Deletewew giginya dikasih pager yaa.. :D
ReplyDeleteya bgitulah...
Deletesemoga kawat-kawat itu bisa menjaga gigi mbak syamsun agar tidak lari
ReplyDeletehahaha, sial :p
Deleteemang harus di cabut berapa sih syam? 2 atas 2 bawah 1 kanan 1 kiri ya?
ReplyDelete4 gigi nu'
Delete2 atas, kanan dan kiri terus 2 bawah, kanan dan kiri pula
jadi biar ada tempat jika giginya mulai bergeser
ciyeee sekarang pake kawat gigi ni yeeee :)
ReplyDeletecieee :D
Deletewiih aku juga pengen mbak, gigiku berantakan soalnya. masa gigi kelinciku satunya maju satunya mundur heuheu
ReplyDeletetapi kabar2nya kawat gigi tuh mahal yak?
kl yg pake kawat gigi beneran malah gak bakal kepengen pk kawat ya, krn berasa sakitnya
ReplyDeletekak Sam pake kawat gigi, senyum terus mi orang :D
ReplyDelete