Makassar, 25 Agustus 2012
Hal yang paling berat dari
perjalanan ini adalah, minta ijin ke Boss! Yalah, saya pegawai swasta yang
harus tetap masuk kantor di hari Sabtu. Sementara perjalanan ini akan dimulai
saat Jumat malam sampai senin pagi. Itu berarti saya harus minta Ijin untuk
hari Sabtu (26/8) dan ijin telat masuk di hari seninnya (28/8). Sebelumnya
anak-anak sudah meminta saya untuk mengambil cuti saja, seperti mereka tapi yah
apa boleh buat, jatah cuti saya menipis sementara tahun 2012 masih ada beberapa
bulan lagi. Bisa repot kalo tiba-tiba butuh diakhir tahun nanti.
Kurang seperempat jam lima sore,
saya kemudian memastikan kalau Ijin saya diterima. Okey, mulusss! Toh masih
pasca lebaran juga, belum ada pekerjaan yang begitu berarti, beberapa teman juga
malah belum selesai cutinya. Lagi pula dihari Sabtu, kantor saya hanya aktif
setengah hari. Setelah dapat Ijin, saya pulang dan meluncur menuju kantor Bank
Indonesia, disana sudah ada Repong dan Keluarga yang siap sedia mengantarkan
kami menuju terminal Daya.
Pukul enam sore lebih, saya dan
Repong tiba di terminal Regional Daya. Disana pun telah ada Odhani menunggu,
okey selama 26 tahun menetap dikota Makassar ini adalah kali pertama saya masuk
di terminal ini. Haha… begitupula bapak Repong jadi kita sedikit menerka-nerka
dimanakah pangkalan Bis yang akan kami tumpangi menuju Soroako. Pengalaman
sekali masuk terminal Daya yang dipunya Repong pun tidak berhasil membuat kami
menemukan pangkalan dengan mudah, alhasil kami harus berjalan sedikit jauh
untuk sampai didepan Bis dan bertemu Odhani dengan ranselnya yang superduper
gueede! Mo kemanaaa buuu? Hihi…
Kurang seperempat Jam tujuh malam
sebuah taksi putih merapat didepan pangkalan Bis yang akan membawa kami ke
Soroako, dan tereeeng jeng Neni akhirnya muncul dengan seragam serba hitamnya. Cie cie yang dari kantor, lalu melihat
ke diri sendiri, lah emang saya dari mana? Hmm… kami akan ada dalam perjalanan
12 jam tanpa mandi selepas seharian berkantor, yah akan kucel kucel gimanaaaa
gitu (_._)”
Sementara dari seberang sana, Alfia tak henti-hentinya memantau posisi kami via chat ataupun telepon. Ya elah, yang jiwa emak-emaknya terbentuk sempurna. Segala pertanyaannya kami jawab serba, OK!
Pukul tujuh malam, bis berangkat
dan siap membawa kami menuju Soroako. Nomor kursi kami 13-16, kami duduk
sederet dengan formasi Repong bersama Neni dan saya bersama Odhan, duduk
bersama Odhan itu berarti bersiaplah untuk tidak luluh dengan
jebakan-jebakannya yang “sok mau tau aja”,
tidak terpancing emosi dengan tingkahnya yang sok cari-cari keributan padahal “rindu”nya selangit untuk saya. Yah
maklumlah, dia sekarang menetap di Balikpapan jadi sangat jarang untuk kami
bertemu, paling juga hanya ngobrol via whatssap atau BBMan, walau cukup intens
tapi perjumpaan secara fisik adalah bentuk komunikasi paling istimewa.
Satu kesalahan kami bersama dan
disesali bersama adalah, tidak ada yang ingat untuk membungkus makanan berat
sementara perut melapar sepulang kantor. Saya malah paling parah, karena
siangnya tidak sempat lagi untuk makan siang. Yang ada hanya Cheetos dan
Chitato, makanan lewat numpang lezat dimulut. Tanpa ada penambahan energy.
Bis kami melaju dengan sempurna,
enak sih cara nyetirnya. Tidak seperti saat saya dalam perjalanan sehari
semalam dari Jogja menuju Malang, yang baru jalan beberapa kilo saja sudah
dibuat mual-mual. Sepanjang perjalanan saya dan Odhani banyak bercerita, dari
hati kehati walaupun kami berdua sama-sama terkenal sebagai “the best Intovert person”
ditongkrongan. Hihi… mungkin karena gelap kali yah, lampunya mati dan musik
mengalun dengan indah jadi suasananya pas saja begitu. Aih aih, jadi kangen
masa-masa kuliah dulu saat kami terlalu sering terjebak dalam acara
nginap-nginap dirumah siapalah, dalam rangka kerja tugas atau malah hanya acara
nginap iseng-iseng tanpa misi/motivasi yang jelas. Kami berdua menimbulkan
keributan yang berarti, Alhamdulillah saja karena tidak ada benda yang melayang
kearah kami.
![]() |
| Okey, terlihat yang paling kelaparan siapa (_._)" |
![]() |
| Sudah kenyang, jepret duluuulah |
Pukul Sembilan malam lebih bis
kami sudah memasuki daerah Kab. Barru, akhirnya mobil kami merapat untuk beristirahat.
Paslah, secara dari tadi saya benar-benar melapar. Tapi begitu melihat daftar
menu yang ada, kok yah tiba-tiba kehilangan selera makan? Yang lain pun begitu,
makanya untuk tetap menjaga perut biar tidak keroncongan kami makan Popmie
saja, sekali siram beres. Murah pula harganya.
Pukul sepuluh Bis kami kembali
melaju, melanjutkan perjalanan menuju Soroako. Mungkin karena capek pulang
kantor dan mengingat besok pagi setiba di Soroako kita akan langsung jalan,
makanya anak-anak tidak lama terjaga dan memilih langsung tidur saja, sementara
saya sendiri masih belum ngantuk. Capek sih, tapi belum bisa tidur. Saya coba
menghubungi beberapa orang, tapi sinyal tidak begitu bagus. Dipakai chatting
juga delaynya ampun-ampun. Alhasil saya menghabiskan malam itu dengan
mendengarkan musik yang listnya memang saya sudah sediakan untuk perjalanan
jauh, ditambah malam itu tiba-tiba Hujan mengguyur, Alhamdulillah. I love this
moment…
Saya lupa, semalam (tepatnya)
dini hari jam berapa saya tertidur. Tau-tau saat terbangun saya disuguhi dengan
pemandangan hijau yang begitu memukaukan mata, Wow! Sejuk dipandang, dan
setelah cari informasi dari spanduk-spanduk yang ada, kami sudah ada didaerah
Malili, Luwu timur. Itu berarti perjalanan kami masih ada 2-3 jam lagi. Alfia pun
kembali beraksi, tak henti-hentinya menelpon untuk menanyakan posisi. Hihi… aih
aih, rasanya sudah tidak sabar ingin ketemu Alfia, ketemu Bapak-Ibunya terus
numpang ke toiletnya. Kata anak-anak, saya benar-benar membutuhkan penanganan
khusus pagi itu, haha… SIAL!
![]() |
| Formasi lengkap, dari kiri kekanan kursi 13-16: Neni, Repong, Odhani dan saya |
Pukul sembilan pagi lebih, kami akhirnya tiba di terminal Soroako. Yeay, sampai... dari kejahuan sudah ada Alfia dan Bapaknya yang berdiri dengan muka memantau. Pastinya dia sedang mencari-cari kami, anak2 yang memutuskan untuk menumpang hidup selama 2 hari kedepan.



bolos atuh bolos, bu...
ReplyDeleteaku pernah dapat penawaran dari tambang nikel soroako. tempatnya enak gak sih..?
wah, asyiknya jalan-jalan #eh ini jalanjalan kan ya? bukan misi menyelamtkan bumi gitu :D
ReplyDeletewah, oleh2 dari soroako apa????
wah, asyiknya jalan-jalan. saya belum pernah ke soroako. baca postingan ini jadi pengen kesana juga. kapan ya?! hm....
ReplyDeletehahaha anggapa itu makannya diburu-buru sekali =P
ReplyDeleteckckckc...untung bukan saya bosnya..,diizinkan tp syaratnya hrs bawa plg bnk oleh2
ReplyDelete