Jarak tempuh dari terminal ke rumah Alfia kira-kira 15
menit, dekat dan sebenarnya jalan kaki pun bisa dijangkau, tapi karena kami
adalah tamu istimewa dari kota yang kedatangannya sudah dinanti-nantikan
makanya Alfia dan Bapaknya datang menjemput kami. Sudah menunggu dari subuh
pula, sementara kami baru tiba pada pukul Sembilan lebih… haha, okey bagian ini
kebohongan belaka #preet
Sampai dirumah Alfia kami disambut oleh Ibunya yang begitu
bersemangat dengan kedatangan kami, wah… malah lebih excited si tante dari pada
Alfianya. Huh! Terlalu! Setelah salim-saliman, kami masuk kamar menyimpan
barang-barang, kemudian beristirahat. Lapaaaaar!!! Tak berapa lama Mie goreng,
udang tepung goreng dan Ibu Alfia memanggil-manggil dari dapur, Alhamdulillah…
sikaaaat!
Selama sarapan pagi yang agak kesiangan itu, kami bercerita
tentang perjalanan ke Soroako yang jauhnya ampuuun ini, kemudian merencanakan
akan kemana kita selama dua hari ini. Soroako bukan daerah yang besar, makanya
bisa diputari bahkan hanya satu hari. Tapi saya agak malas-malasan sih kali
ini, yah sekali-kali saya ingin begitu… liburan tanpa jadwal kunjungan yang
padat, dipepet waktu dan semua yang serba terburu-buru. Makanya anak-anak agak
sedikit gondok melihat saya yang agak lambat loading, apa-apa paling terakhir,
apa-apa musti dipaksa-paksa dulu, haha… santai woy santai #nyengir
Okey, setelah makan kita sempat tidur-tiduran dulu, ngemil, ngecharge hape, mandi dan berangkaaaat! Tujuan pertama adalah putar-putar Soroako dulu, yang jadi driver seperti biasa adalah jeng Neni. Jagolah dia soal beginian...
Wow! Soroako itu tak begitu luas, kemana-mana kita disuguhi pemandangan hijau nan asri, sepi dari hiruk pikuk, kendaraan yang berlalu-lalang pun hanya satu atau dua unit, hmm… yang unik dari Soroako ini adalah rumah-rumah dinas yang diperuntukkan karyawan Inco, bentuknya khas daerah masih berupa rumah panggung baik itu dari karyawan kelas bawah sampai level manager. Selain rumah dinas yang berjejer-jejer, perumahan penduduk pun banyak yang disulap menjadi rumah kontrakan/rumah sewa untuk menampung para perantau yang bekerja ditambang Nikel. Yah mungkin Soroako ini ramai pada hari-hari kerja, karena penduduknya sebagian besar dari rantau kali yah.
Tapi, saya tak banyak mengambil gambar tentang suasana di
Soroako sih… yang banyak malah foto2 narsis rombongan saya, haddeh!
Foto-foto diatas adalah foto yang diambil didaerah “Pantai
Kupu-kupu”, letaknya tepat didepan perumahan dinas karyawan Inco level atas. Kereeeeen
loh… hanya anehnya, disini kan tidak ada laut, nah lo tiba-tiba ada pantainya
yah? Hihi… yah Pantai kupu-kupu itu bukan benar-benar pantai, tapi hanya satu
dari titik tepian danau Matano, dimana ditempat ini orang-orang biasanya
menikmati hembusan udara segar, sekedar duduk-duduk melepas penat ataukah
menceburkan diri kedalam airnya. Seperti pantai pada umumnya.
![]() |
| Syam menjejak di Soroako, Finally!!! |




oleh-oleh kakak :D
ReplyDeletebuset dah...
ReplyDeletekalo disuruh ikut rombongan ibu ibu kek gitu
mendingan angkat tangan buruan pulang, hahaha