Powered by Blogger.

Kesepian

Pada satu waktu, diatas mobil yaris putih yang sedang melaju lambat…
“S: kenapa belakangan kalian berdua mendominasi kegalauan di bbm?”
“Q: hahaha, si E lah yang lebih hebat galaunya”
“E: ya, kamulah Q”
“Q: hahaha…”
“E: hmmm, rasanya seperti mau mati saja”
“S: -bingung, diam-“
Kenapa semua orang (mungkin termasuk saya) begitu bangga dan berlomba-lomba memamerkan bahwa mereka tengah “terluka” parah? Paling menderita, paling tidak bahagia, dan sebagainya yang begitu menyedihkan? Yah, kalau begitu wajarlah jika penjualan gadget begitu melejit, dan social media begitu digandrungi.

Sebenarnya...

S, adalah saya jomblo tulen. Saya Kesepian.
Q, adalah teman saya yang baru saja mendapatkan pacar baru. Dia pun Kesepian.
E, adalah teman saya yang baru saja menikah awal tahun 2012. Dia sangat Kesepian.

Kesepian tidak semata tentang ada atau tidak orang yang ada bersamamu. Karena pada diri setiap manusia terdapat sepi yang hanya akan begitu terasa ketika kita mulai berjarak dengan -DIA-. Dan ketika itu terasa semakin menyiksa, kita butuh tumbal, korbannya adalah mereka yang mungkin memilih untuk tidak ada lagi dalam hidup kita, mereka yang mungkin sibuk dengan urusannya sendiri, atau mereka yang mulai kehilangan rasa cinta pada pasangannya. Dan seketika, benci begitu mendominasi Ego. Sepi yang tersamar.

Ingat, ketika kita begitu merindukan seseorang mungkin kita hanya butuh menjaga jarak untuk tetap intim dengan-Nya saja!

Terimakasih untuk kamu yang sudah membawa saya pulang kerumah dan sekarang mengingatkan saya tentang jarak yang semakin merenggang. Kalau sudah seperti ini, saya tidak punya alasan lagi untuk tidak ikhlas :)

*** 

Bayu, sailing to Lengkuas island

PS. Siang tadi Bayu, kenalan waktu trip bareng ke Belitong setahun lalu tiba-tiba menghubungi saya. Katanya dia sedang dinas di Makassar untuk satu bulan kedepan. Sorenya kita ketemuan di Excelso MP, cerita dan ketawa hingga menjelang Isya. Saya kira Bayu itu sepantaran dengan saya, yah minimal setahun dua tahun diatas saya. Dan ternyata, umur kita beda 9 tahun bo’. Wow! Tapi sudah enak manggil Bay, Bay, Bay… mau dilapisin pake Mas atau Kak sudah gak enak. Haha, rasanya aneh!

Welcome and Enjoy Makassar Bay... 

-SM-

12 comments

  1. iyah,karena bbm bentar lagi naik...
    demo dong...

    ReplyDelete
  2. dan light house nya sukses membuat saya ingin kesana mbak! :)
    #salahfokus

    ReplyDelete
    Replies
    1. go there please,
      beautifulnya gak tanggung-tanggung :)

      Delete
  3. waduh kok E yang kesepiannya pake 'sangat' yaa??

    ReplyDelete
  4. hehehe, galau aja nih! bangga lagi!! :)

    ReplyDelete
  5. kalau aku pribadi lebih suka sepi syam dibanding ramai bawel,soalnya udah bosen sama yang bawel2 #ups :)

    ReplyDelete