Malino: sebuah tempat yang saya sebut "pelarian"

October 13, 2012

21 Sept 2012, 08:30 - baru saja tiba dikantor

"E: ke Malino deh"
"S: heh? kapan?"
"E: besok pulang kantor langsung jalan, yuuuk?!"
"S: boleh deh"
(sepertinya semesta tidak mendukung saya untuk terlalu larut dalam sedih, kehilangan atau apalah namanya)
Kamera. Sunblock. Jacket. Jeans. T-shirt. Kaos kaki. Sandal Jepit. Camilan. Ultramilk. Ransel. Sule. Fuad. Eka. Kiki. Rendra. Innova. Anyway, dont forget to bring “your self” dear. Ini liburan untuk kamu yang bermuka suntuk. get ready for picnic, tomorrow, yeay! -selftalk

***

Intro: Malino, adalah daerah dataran tinggi yang terletak di kabupaten gowa - sulawesi selatan. Jaraknya sekitar 90 km dari kota Makassar. Malino memiliki hawa yang sejuk disiang hari dan akan sangat dingin pada malam harinya, dalam perjalanan menuju lokasi tempat tersebut kita disajikan pemandangan yang memanjakan mata, mulai dari area bili-bili sampai tiba didesa malino kita akan disuguhi jejeran pohon pinus yang tinggi menjulang memagari jalan yang berkelok-kelok. Saya sudah sering ketempat ini, biasanya dalam rangka acara pengkaderan kampus. Dan sekarang, tidak lagi dalam keperluan yang sama. Ini pyur dalam rangka penyegaran otak dan pikiran, saya diajak sama teman kantor mendadak dan merasa memang sangat membutuhkan tempat yang LUAS.

22 Sept 2012, 14:30 - berangkat menuju Malino. yang jadi sopir Sule!

Berangkat dari kantor lumayan cepatlah, biar tidak kemalaman dijalan dan bisa cari penginapan yang bagus. Setelah semua anggota dijemput dan terkumpul, kami melajulah menuju Malino melalui jalur Gowa, Jl. Malino. Tadinya mau lewat Samata tapi berhubung ada yang urgent butuh dana cash makanya kami berbelok dan mencari ATM terdekat, yang ternyata jauuuh minta ampun.

Satu jam perjalanan; setelah lelah ceritacerita, nyanyinyani, hahahihi, callacalla dan segala aktivitas yang dilakukan berjamaah, akhirnya satu persatu mulai masuk dalam dunianya masing-masing...
dalam perjalanan kali ini, teman saya R muntah karena tidak tahan dengan jalan yang berkelok-kelok. terlalu mengguncang isi perut katanya...

dalam perjalanan kali ini, teman saya E begitu menikmati isapan rokok mentholnya. semenjak menikah dia pensiun merokok, kali ini dia begitu rindu katanya...

dalam perjalanan kali ini dan seperti pada setiap perjalanan jauh biasanya, saya lebih banyak diam menikmati posisi duduk terpojok, menikmati lagu dalam playlist hape saya dan menikmati setiap apa yang saya lalui, dunia dibalik kaca...

yang lain tertidur, menyimpan energi dan tertinggal teman saya S yang tetap fokus dengan setirnya sembari menikmati setiap isapan rokoknya, hmm... macam sopir antar kota saja kau bro :p
Pukul lima kami sudah tiba di Malino, lanjut cari penginapan. Baru pada pukul setengah enam lebih akhirnya kami mendapatkan penginapan, harganya 200K/kamar. Mahal yah, namanya juga weekend dan mendadak. Tapi, dari semua kamar yang kami tengok yang ini okelah menurut saya dan yang lain. Karena kamar yang kami dapat ini menyajikan pemandangan yang "subhanallah", setelah bertahun-tahun saya mengunjungi daerah ini akhirnya Sunset itu menyapa saya juga... Alhamdulillah :)



Setelah sholat Magrib dan beres-beres, kami keluar penginapan menikmati angin malam. So cool, dinginnya bikin brrrrr.... saya tidak berhenti lari-lari kecil, olahraga malam. Dari rumah saya sudah mempersiapkan Jaket lumayan tebal, celana trening dan kaos kaki, ada kaos tangan juga sih kalau mendadak butuh. Rencananya hanya ingin makan malam, makan jagung bakar sekalian apalah tapi akhirnya hanya makan malam saja. Karena ada yang mau *pup*, makanya kembali kepenginapan lebih cepat dari jadwalnya. Sekalinya sudah dipenginapan eh langsung *pw*, saking dinginnya sudah malas keluar lagi dan jadinya cuman nyanyi-nyanyi tidak berirama dan main kartu. yeay! Saya hanya jadi penonton -_-"

Eh ngomong-ngomong, saya sudah ubek-ubek foto yang dari kamera Sule tapi saya kok tidak nemu yah foto-foto waktu kami lagi nongkrong di warung sama yang waktu lagi main kartu. Ah, parah ini! Mana SDcard saya juga setelah hari itu sempat hilang. Lagi ribet deh pokoknya dengan urusan foto-fotoan ini. Tau-tau yang ada cuman foto pas sudah bangun pagi, lagi sarapan dan seterusnya.

-sule|iyha|ME|firman-

Ps. ini ceritanya to be continyu ya... saya mau malming dulu. tapi tetap depan leptop nonton film korea -fullhouse-, hehe... malas kemana-mana soalnya diluar MACET! tukang ojek saya juga kena musibah, kemarin abis jatuh di Got katanya. Gws ya jek... have a nice weekend eprybady :)

-SM-

You Might Also Like

4 Comment

  1. warna senjanya keren mbak..

    wah.. moga temen ojeknya bisa sembuh yah mbak, biar satnite depan bisa ada yang temenin :)

    ReplyDelete
  2. senjanya okeeeee~
    ngga kalah sama senja di pantai :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, dramatisnya beda tapi sama2 indah yah

      Delete

Instagram