Perahu Kertas

October 07, 2012

Well, saya baru saja abis nonton film Perahu Kertas sesion 2 bersama dua kurcaci dikantor. Tadinya niat lembur lebih lama lagi, tapi mata sudah keburu mumet melihat angka dan kolom errr... butuh penyegaran!

Sesion pertama dari film ini saya nonton pas setelah lebaran kemarin, bulan Agustus kalo gak salah, bareng Neny. Tapi saya tak menyempatkan diri untuk mereviewnya karena yah filmnya biasa saja, saya gak dapat feelnya, secara kan Perahu Kertas ini adalah novel favorit kedua yang pernah saya baca setelah 5CM. Saya pernah mereview bukunya disini, waktu itu saya gak selesai baca bukunya karena saya juga dapatnya hanya dalam bentuk file PDF dari Xaga. Dan sampai sebelum nonton filmnya tadi saya tidak tahu jelas endingnya seperti apa.

Remi dalam senyum yang, akh! sudahlah...

Bagi banyak orang, film ini termasuk film yang "happy ending" dimana pemeran utama cewek yang super cantik pada akhirnya akan bersatu dengan pemeran utama cowok yang super ganteng, tapi bagi saya TIDAK! gimana yah, saya sudah jatuh cinta dengan karakter Remi, saya kok tidak tega melihat Remi harus melepaskan orang yang benar-benar dia cintai... akh! sampai harus melihat Reza Rahardian menangis tersedu dari hati yang paling dalam, sebenarnya cukup membuat saya gimanaaa gitu, dia favorit saya soalnya #hiks

Terlalu banyak pengorbanan dalam film ini, bikin gemesss saja. Memilih dan dipilih, kisah cinta yang sangat novel tapi tidak bisa dipungkiri memang ada dalam dunia sesungguhnya. Yah, mungkin kesimpulannya simpel saja, bahwa semua hal akan kembali ketempat-tempatnya. Siapa diciptakan untuk siapa. Dan butuh banyak orang seperti Remi dan Ludhe untuk membuat jalannya lebih mulus, walau sakit untuk mereka berdua. Yang namanya cinta itu akan terpancar dan bahagianya bisa tersampaikan secara sempurna kepasangan kita. Yah kira-kira begitulah ya.

Yang belum nonton filmnya atau baca bukunya pasti pusing deh dengan post ini, santai sajalah kita ikut apa kata Karel bahwa"tidak semua dongeng harus happy ending, apalagi realitas", iyya sih... 

PS. dari semua lagu yang ada di film ini kok gak ada yg sreg yah dihati dan pendengaran saya. Oleh karena itu versi saya soundtrack yang tepat untuk film ini adalah Thousand years milik Cristina perry, lagu yang beberapa bulan belakangan ini benar-benar menguasai chart diplaylist saya.

-SM-

You Might Also Like

20 Comment

  1. Aku blm kelar baca novelnya Mbak, blm nonton pilemnya jugak..tapi klo Reza harus melepaskan org yg di cintainya...itu juga sad ending menurut saya...hahahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo menurut saya bukunya okeloooh, suka sih :)
      Kl filmnya nokomen deh

      Delete
  2. bukunya aja belum pernah baca, cuma baru megangnya doang di gramed hehe apalagi filmnya. kenapa ya sya gak terlalu tertarik buat nonton itu film...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mingkin krn mmg gak suka, jd gak ada yg bisa jd penarik deh biar bs tertarik :p

      Delete
  3. baca bukunya awal tahun 2011, buku super duper sweet, ^^, tp blm nonton filemnya sama sekali, :D

    ReplyDelete
  4. Aaaa aku mau nonton ini tadi malam, tapi lebih milih tidur...
    Penasaran... aku naksir si Adipati Dolkennya @.@

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adipati ya, hihi gak cocok ah jadi keenan

      Delete
  5. saya sih udah tamat baca novelnya, cuma gak tergoda nonton karena cowoknya (si Adipati) gak seganteng harapan saya. di imajinasi saya sih Keenan mestinya guaaaaanteng puol. Kugy-nya juga pemainnya masih terlalu 'manis'.

    emang kasian Remi sama Luhde... rasanya... rasanya... ah, pokoknya gak tega melihat mereka patah hati T___T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah namanya gantengkan relatif mbak

      Iya yah, rasanya ikutan sakit kalo nemu org baek yg udah cinta secintacintanya eeeehh patah hati alasannya norak lagi "demi kebahagiaan kamu" #tisumanatisu

      Delete
  6. Novel yang pertama sempat baca, dan kenapa sampai sekarang aku asih belum tertarik nonton film nya, ya? eniwey, makasih reviewnya ya, mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, nontonnya kapan2 aja mbak biar gak saingan sm abegeeeeh yg antri mbludak.

      eh ini bukan review loh :)

      Delete
  7. sama k, saya sejak baca novel kagum sekali sama Remi..pas nonton, aduh..teriris2, apalagi scene yg pas putus :(

    ReplyDelete
  8. behh masa saya di bilang kurcaci :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. behh liliput mi sede !
      tdk kecil sekali je'kaa kak syam matahari :P

      Delete
  9. Filmnya buat saya bagus, happy ending ga jadi milik semua orang ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya sih namanya jg beda org beda selera :)

      Delete

Instagram