Jurnal yang sempat tercecer

Well, dulu sekali sebelum saya sangat akrab dengan perangkat komputer dan sejenisnya, atau aplikasi private diary yang ada dalam hape saya yang memungkinkan saya untuk bisa menulis dimanapun dan kapanpun, saya adalah seorang penulis buku. Buku jurnal.

Saya punya berbagai macam jenis buku, ukuran, warna dan gambar/tema. Beberapa masih ada yang saya simpan dalam box, beberapa ada yang saya sengaja bakar karena sangat-sangat tidak senang dengan isi-isinya. Sudah lupa juga kejadian yang mana. Lucu juga sih kalau mau diingat-ingat lagi.

Ya itu dari jaman saya SMA, sekitar tahun 2001. Saya mulai menulis tentang saya sehari-hari, ceritanya sudah mulai kena virus remaja tapi saya gak ngerti tuh gimana caranya curhat sama orang lain makanya ngobrolnya ya sama buku, kemudian baru pada tahun 2007 dimana saya mulai mengenal dengan blog saya mulai membagi-bagi tulisan saya mana yang layak dibaca umum lewat dunia maya mana yang cukup hanya saya saja yang tau. Sampai akhirnya tahun 2010 akhir, saya totally menjadi seorang penulis blog. Tidak ada lagi catatan dalam bentuk buku, segala kejadian dalam keseharian saya, segala rasa saya torehkan dalam jurnal online saya: rumah matahari.

Suatu hari ditahun 2011 saya menemukan jurnal yang amat sangat "cantik" dimata saya, setiap halaman memiliki warna dan tema yang berbeda, dengan harga yang sedikit tidak wajar saya tetap mengambilnya. Dan saya mulai kembali menulis dalam Buku Jurnal itu, mengumpulkan mimpi-mimpi saya, mencatat setiap kejadian berdasarkan tanggal berurut, seperti dulu, tapi sayang jodoh saya dan buku itu tidak lama. Buku itu tercecer dirumah saya sendiri, padahal masih sangat banyak halaman kosongnya.

Sebulan yang lalu, buku itu ditemukan oleh adik saya yang sedang membongkar-bongkar lemari untuk mencari satu benda lama. Jurnal saya itu masih rapih, dan ketika membaca isinya, yang sempat tertulis adalah kejadian-kejadian tepat setahun yang lalu dan rasanya masih seperti kemarin. hmm...


Sepertinya saya ingin kembali menulis dalam jurnal, kembali memilah-milah kisah yang mana layak dan mana yang tak layak dibagi. Bukan berarti saya akan meinggalkan blog ini, saya hanya akan memulai membiasakan diri lagi menulis pada lembar-lembaran kertas, dengan pena warna-warni. Membangun komunikasi yang lebih intim dengan diri saya sendiri.

Yang penting tetap menulis kan yah, jiayyowwww Syam :) 

4 comments:

Powered by Blogger.