Musim rindu, edisi Cinta IMA :)

December 25, 2012

Suatu sore di kota Bandung...

F: Assalamualaikum Syam
S: walaikumsalam, hmm... maaf dengan siapa ini?
F: wah luar biasa yah nomor saya sudah tidak disimpan
S: (senyum) maafkan, hape saya bermasalah jadi semua nomor hilang...
F: ini Fandi dek
S: huaaa, kak Fandi maafkan saya...

Dan dimulailah percakapan yang sedikit membuat saya kikuk dipenuhi rasa bersalah karena persoalan nomor yang tak lagi ada di contact list saya. Pemilik nomor adalah orang maha penting soalnya. Hehe...

S: ngomong2 ada yang bisa saya bantuki kak?
F: itumi kau, itumi kalian semua.. pikirannya kalau dihubungi selalu merasa saya butuh pertolongan. Saya dalam masalah, padahal tidak. Saya hanya mau bicara, mau silaturahim...
S: hehe... (spechless)

Oke, di Dorr! Dua kali oleh kak Fandi rasanya... memalukan. Hehe, padahal saya tau sendiri dan jika saya flashback kebelakang memang kak Fandi ini adalah salah satu senior yang pada waktu-waktu tertentu menghubungi saya. Bukan sms atau melalui jejaring sosial, tapi menelpon untuk menanyakan kabar beserta apa saja hal terbaru yang terjadi dalam kehidupan saya. Kalau pakai bahasa linked "stay in touch".

F: kabar adek-adek bagaimana?
S: itumi juga kakak, saya tidak pernahmi lagi ikut kegiatannya IMA. Ketemu-ketemu saja jarang...
F: nah, terjawab sudahkan pertanyaan-pertanyaanmu dulu. Kenapa senior tidak lagi begitu perduli sama lembaga? Yah, pada akhirnya kau ada diposisi itu.
S: iya sih, dulu kalau saya ingat lagi betul2 IMA bikinka jatuh cinta kakak. Semuanya untuk IMA, solidaritas tertinggi yang pernah saya berikan... tapi itumi juga kak, yang namanya cinta perlu dijaga di'. Ternyata dengan tidak adanyami lagi kebersamaan sedikit demi sedikit perasaan hilang. Sesekali saya rindu kak, tapi jarak yang sudah "terbentuk" ini bikinka berfikir kalau toh semua memang ada jamannya, ada waktunya. yah lumayan bisa menangkis rindu :)
F: hahaha...

Percakapan singkat lewat telpon antara saya dan Kak Fandi, senior saya di kampus Akuntansi Unhas angkatan 2001. Ketua senat saya saat saya menjabat sebagai Co. Pengkaderan dikepengurusan, dan pimpinan redaksi saya saat saya mulai belajar jurnalistik di Media Ekonomi. Senior yang saya banggakan.

***

Percakapan dengan kak Fandi kemarin benar-benar bikin saya rindu. Rindu IMA! Hihi... itulah juga mungkin yang semakin membuat saya merindukan Makassar dalam perjalanan ini.

- Fuad | Me | Dani | Umi | Arfah -

Tapi rindu itu sedikit terobati, dengan adanya pertemuan mendadak dengan anak-anak IMA yang sekarang stay dijakarta. Dari sekian banyak yang ada di Jakarta, hanya Umi, Arfah dan Dani yang bisa ikut ngumpul, kita ketemu di Sky Dining, Plaza Semanggi. Hmm... Di kota orang bersama teman seperjuangan dikampus dulu rasanya yah sesuatu sekali. Apalagi waktu menunggu mereka datang satu persatu, beberapa orang yang mukanya familiar lewat untuk menyapa temannya yang juga menunggu. Hanya bisa saling melempar senyum, karena memang tidak akrab dulunya. Ahaha, sial! Ini jakarta cuy, kota dimana sebagian orang dari masalalu saya banyak yang memilih/dipilih untuk meniti karir disini. Bahkan ada beberapa orang yang memutuskan untuk membangun dinasti; menikah dan menetap.

Jakarta di Malam hari, indah ya...

Semalam Jakarta mendadak romantis. Hihi... melihat lampu-lampu menyala, dan mobil yang berlalu lalang dengan kecepatan yang tak biasa dari ketinggian. Dan yang makin membuat romantis adalah pembicaraan mengenai kita. Orang-orang yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Hihi, kesannya kok tua sekali yah. Banyak hal yang kembali dibahas dan diperjelas. Banyak hal yang terkuak. Dan banyak hal yang terkabarkan.

Akh, saya rindu IMA. Saya rindu belajar!

Well, malam ini melalui telepon genggam Umi saya kembali berbicara dengan kak Sul cappo. Huaaa, dengan orang satu ini pun saya begitu rindu. Rindu kajian tengah malamnya. Rindu pergerakan bawah tanahnya dan entah kenapa saya pun rindu dengan konflik-konflik yang ada saat melulu hari-hari saya tidak lepas dari dia.

251212 | Masih di Jakarta, menunggu giliran mandi. Untuk segera pulang ke Makassar tercintah!

posted from Bloggeroid

You Might Also Like

4 Comment

  1. jadi IMA = Ikatan mahasiwa akutansi di UNHAS ya...#datang-datang langsung ngaco.

    Musim rindu, edisi cinta pada masa lalu...yang berjarak lama tapi serasa tak pernah berlalu lama. Tiap kali ada kesempatan 'silaturahim' rasanya baru kemarin kebersamaan itu masih membersamai diantara kita

    #apa kabar? Lama juga gak singgah ke sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, tebakannya 100% betul! :)

      saya baik, iya nih sama lamanya saya yang sudah jarang warawiri kali yah. selamat datang kembali mbak Rie :)

      Delete
  2. itumi artinya apa si? hehehhe... :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah itu, hmm... "itu"
      cuman kata pelengkap yang tidak memiliki makna jika berdiri sendiri. banyak yang seperti itu mas/mbak dalam bahasa makassar :)

      Delete

Instagram