tersenyumlah...

December 05, 2012

:untuk Yani, anak magang saya


Kamis, September lalu (mungkin) adalah hari paling drama dalam hidup saya, hari itu saya semakin sadar kalau selama ini melalui obrolan ringan dan intens ternyata saya mulai menjalin hubungan dengan ikatan emosional yang begitu kuat dengan dua orang yang tak seberapa lama saya kenal. Ya, dengan kamu dan seseorang lainnya, dia adik ajaib saya.

Setelah hari itu, setelah kita berpelukan untuk saling menguatkan. Saya masuk dalam kehidupanmu dan kamu saya ijinkan kamu masuk dalam kehidupan saya, dan dalam beberapa perbincangan keluarga saya. Sebagai adik Kecil saya. Usia kita terpaut 10 tahun, dan itu tidak membuat saya untuk tidak mendapatkan banyak pelajaran tentang hidup. Kamu ada dalam permasalahan hidup yang tidak mudah, saya tahu rasanya karena saya pernah melaluinya. 

Seminggu ini kamu kembali dirundung duka, ketika saya ajak berbicara mata kamu selalu memerah. Menahan tangiskah? Iya pastinya… ya, ditahan saja kalau air matamu justru bikin kamu merapuh, tapi kalau memang bisa melegakan ya dikeluarkan saja.  Dan kamu kembali menangis, kamu mulai lelah dengan semuanya. Hmm… ingatan saya kembali pada masa enam tahun lalu, waktu itu saya tak punya tempat untuk berbagi rasa. Dan mungkin memang saya yang tak pandai berbagi duka. Dunia memandang saya kuat, karena begitulah saya ingin membentuknya hingga saya tumbuh menjadi seseorang yang keras kepala.  Saya tidak ingin kamu berlama-lama dalam duka, sebisa mungkin saya akan ada untuk mendengarkanmu, agar dukamu tak menjadi luka dan membuatmu ikut mengeras. Lagipula saat ini kita seperti saling membutuhkan, saling memberi energi.. Terimakasih.

Adikku, Yance…

Kita tidak pernah bisa menuntut, bahwa seseorang harus bersikap sebagaimana idealnya seorang dia dalam kehidupan kita. Sementara disisi lain kita justru dituntut bakti, sabagaimana idealnya seorang kita. Yah, mungkin ini jalannya untuk kita belajar dari sesuatu yang berjalan tidak sebagaimana mestinya. Mencari celah kebaikan yang mungkin tertutupi oleh banyak hal-hal yang ingin kita lupakan saja. Bagaimanapun, dalam diri setiap kita ada ego untuk membanggakan dia dihadapan banyak orang. Walau disisi lain ada ego yang jauh lebih besar untuk membencinya.

Tapi percaya saja, ini akan berlalu... Menangis saja seperlunya, dan jangan menyimpan dendam. Karena dendam akan menjadikan kita keras pada permukaan, sementara dalamnya merapuh. 

Berterimakasihlah pada pengalaman hidup yang membuatmu bertumbuh menjadi perempuan kuat! Kamu sudah lebih dewasa dari hitungan umurmu. Ada kalanya memaafkan itu jauh lebih mudah dari melupakan. Forgiven but not forgotten! Tapi kalau bisa dilupakan, ya lupakan saja biar tidak menimbulkan trauma yang berkepanjangan…

Saya pun masih harus banyak belajar Yan. Tentang apa dan bagaimana itu menerima kenyataan. Saya sebut ini dengan ilmu Ikhlas, dan tahukah kamu? belajar  tentang ikhlas ini sepertinya tidak akan ada ujungnya, karena kita akan diperhadapkan pada banyak situasi yang membutuhkan kadar keikhlasan yang berbeda. Semakin hari semakin diuji kualitasnya.

Tersenyumlah! untuk hidupmu yang luar biasa ini, dan untuk kebersamaan kita yang tinggal sedikit waktu lagi, I’m gonna miss you my sist… kamu pun akan segera pergi melanjutkan belajarmu ketempat lain tanpa kita ketahui kapan waktu yang paling tepat untuk bertemu lagi. Semoga waktu tidak membiarkan kita ada dalam jarak yang (mungkin) bisa saling memudarkan rasa. Amin.

 
Be strong dear! Bagaimanapun, al-wawang tidak lebih “lucu” dari eki… hahaha!

#lostfocus

Makassar empat desember duaribuduabelas
jam dua belas passss


___ diluar hujan, maka nikmat manalagi yang terdustakan?___

You Might Also Like

10 Comment

  1. ufhh , rasanya susah juga mau bilang apa ?
    tapi yang pastinya saat saya telah selesai dalam masa belajar (PRAKERIN) di tmpat kak syam kerja !jika ada yang bertanya siapa orang yang paling kamu rindukan ? saya pastikan nama kak syamatahari adalah orang yg pertama saya sebut !

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaaha !
      kalau kak eky itu tdk lucu tapi muka rapi , kalau alwawang gagah tapi cara bicaranya harus di tata lagi :P

      Delete
    2. sottakko nah!
      hahaha, kutanyako wawanG :p
      tapi mentong kapang, dia orang yang lugu dari lahir

      mukanya minta dianiaya :D

      Delete
    3. tanya lalo mi :P
      wawanG !
      sayangnya dii cakep tapi rusak .hahaha

      Delete
    4. Deh, anak kecil... belajarmeko dulu baek2. jammi dulu banyak urusi anaknya orang, haha!

      Delete
  2. adik magangnya sampai masuk kedalam hati diajeng kok bisa semoga tambah suskes hubungannya
    salam blogger dari saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua org datang dihidup kita dengan misterinya masing-masing, dan akan pergi pun dengan kenangannya masing-masing.

      Delete
  3. nah ikhlasnya dapet. renungan hujannya dapett :3
    untung 2 kali masuk post ini dan akhirnya komen juga.
    yukk tangisi yang perlu, enggak perlu ngapain ditangisin :D

    ReplyDelete

Instagram