 |
| Buku jurnalku & BBnya Eka #kode |
Mendekati bulan Juni saya mulai sibuk menyusun Itinerary untuk
satu perjalanan yang sudah saya rencanakan dari Awal tahun, berharap dengan
adanya Itinerary tersebut perjalanan saya nantinya akan lebih tertata, tapi tidak
kaku. Jika memungkinkan saya ingin menemui beberapa orang yang selama ini hanya
saling mengenal lewat dunia maya. Hmm, kopdar di kota orang seru kali yah.
Hihi…
Dalam beberapa hal, utamanya soal jalan dan tempat memori
saya amat sangat payah. Tempat ini dimana, tempat itu dimana, kesananya
bagaimana. Jangankan di kota lain, di kota sendiri pun masih sering nyasar,
tapi walau begitu saya tidak kapok untuk selalu melangkahkan kaki ketempat
terjauh sekalipun. Yah asal masih ada orang yang bisa dimintai tolong untuk
menunjukkan jalan, hidup akan selalu mengarah kejalan yang benar #halah
Kembali ke soal Itinerary tadi, diawal-awal saya merencanakan
perjalanan ini saya sudah menge-Tag beberapa tempat yang menarik dikunjungi,
hasil dari tanya-tanya dan searching digoogle. Informasinya terlalu umum, dan
semakin saya konsen dengan tempat tersebut, semakin bingunglah saya dibuatnya.
Hmm… saya butuh seseorang yang bisa diajak ngobrol. Detail. And I found him! Yeay…
Ngobrol soal daerah/tempat sama mas
Rawins itu, seperti
suasana di kelas Geografi dulu. Hihi… saya cuman manggut-manggut dan lengkap
dengan kata “Oooo…”, sambil sesekali liat Peta yang juga hasil searchingan dia.
Dari obrolan itu membuktikan emang rencana saya masih sangat kasar. Kalau kata mas
Rawins, “rutenya kok lompat-lompat sih”?” Hihi… yah mana saya tahu yang mana
barat yang mana timur, jalur mana yang dekat jalur mana yang lama dijalan.
Alhamdulillah waktu sekolah dulu saya jurusan IPA jadi masih bisa ngeles. Hehe…
“kan ada google syam? Yah… apalah google itu, kalo bingung yah bingung toh
#selftalk
Yah, hasil ngobrol-ngobrol dengan mas
Rawins yang
full-informasi itu kemudian saya sampaikan ke-travelmate saya. Dan tercetuslah
ide ingin mampir ke Dieng Plateu! Sedikit merubah rute awal. Setelah searching
sana sini, eh… kereeeeen! Disaat bersamaan (mungkin ini yang namanya jodoh) ada
invitasi dari
Kaki Gatel utuk ikut trip ke Dieng Plateu dalam rangka
Dieng Culture Festival 2012 selama 2 hari
3malam, semakin menggoda! Saya hubungilah
Bang Arta (host), ngobrolin kira2
kalau saya join hanya setengah acara kena charge berapa? Harga ketemu dan…
eng ing eng… saya tiba-tiba ingin cek Peta, wadduh! Kok
sepertinya ada yang salah yah? Ternyata Dieng itu lokasinya menjauhi kota
tujuan terakhir saya dalam perjalanan kali ini, errrrr! Yah yang namanya jodoh
emang gak selamanya bertahan lama, semua ada masanya
#eh
Hari ini saya kembali ngobrol dengan travelmate saya, okey…
kita gak jadi ke Dieng dan gak juga kembali ke-rute awal. Setelah ngobrol
dengan mas Rawins kemarin setidaknya saya dapat beberapa informasi baru, yah
mungkin memang setiap lokasi sudah ada paket-paketnya sendiri. Dimana
menjangkau kemana. Okelah, saya kembali menyusun Itinerary dengan menghapus
beberapa tempat yang mungkin terlalu menguras banyak waktu, energy dan dana. Mybe next time I’ll be there, InsyaAllah.
Akh! Juni,
Saya menantimu lama dan ingin berlama-lama saja, kalau bisa...
***
 |
| Pic from: Google, Keywords: #dieng |
Setelah kemarin Googling seharian soal Dieng saya dapat Info menarik nih...
Untuk teman2 yang tinggal didaerah
Dieng – Wonosobo - dan sekitarnya, tanggal 30 Juni- 01 Juli 2012 akan
diselenggarakan event
“Dieng Culture Festival 2012”, dalam event ini, berbagai
budaya dan kesenian khas dataran tinggi Dieng akan ditampilkan, antara lain:
Tari Rodad, Lengger, Rampak Yakso, Warokan, Barongsai, Tari Cakil, Wayang Kulit, ritual potong rambut gimbal
dan masih banyak kesenian lainya. Sepertinya seru. Untuk kalian yang bingung
mau kesana dengan siapa, mending ikut dengan rombongan
Kaki Gatel, oranya2nya menyenangkan dijamin
bisa menikmati keseluruhan agenda trip plus nambah banyak teman dan pengalaman tentunya.
Itinerary lengkapnya bisa dibaca
disini >>>
LIMITED EDITION OF DIENG CULTURE FESTIVAL 2012.