Powered by Blogger.

Catatan perjalanan dari Pare menuju Makassar

Jalan Poros Bantimurung, Maros

Dari kabar-kabar yang tersiar, dari telepon orang rumah, teman-teman terdekat dan rombongan yang sudah lebih dulu pulang, Sulawesi Selatan mencekam, utamanya didaerah Maros dan Pangkep. Hujan yang tak henti semenjak lepas tahun baru kemarin menyebabkan banjir dan beberapa daerah longsor, sungai meluap dengan arus yang begitu deras. Puncaknya malam tadi, jembatan yang menghubungkan Pangkep dengan Maros putus (itu katanya! Nyatanya hanya air sungai yang meluap deras menyebabkan jembatan tergenang). Sementara di Maros banjir hingga batas dada orang dewasa. Kendaraan yang menuju Makassar tertahan.

Semalam Ari menelpon saya, dia ada dalam perjalanan pulang dari Pare menuju Makassar. Ari ada dalam rombongan yang sudah lebih dulu datang dan saat pulang terjebak macet total di pangkep, sehingga tertahan berjam-jam dalam mobil. Pagi tadi, Arie kembali menelpon mengabarkan bahwa dia masih dijalan. Terjebak macet di Maros, kalau dihitung-hitung sudah 16 jam lamanya dia ada dalam perjalanan dari Pare menuju Maros, kabupaten terdekat dari kota Makassar. Sementara waktu tempuh normal hanya 3 jam dari Pare menuju Makassar.

Saat ini saya ada di pangkep. Menuju Maros. Dari jam 12 lewat tadi meninggalakan kota Pare. Macet parah! Mobil yang saya tumpangi berjalan pelan merayap menembus kemacetan yang entah dimana ujungnya ini. Saya coba kembali menelepon Ari, telepon genggammnya sudah tidak aktif. Yah, smartphone macam apapun mana tahan standbay sebegitu lama, belum lagi signal yang hilang-hilang.

Sementara telepon genggam saya tidak berhenti berbunyi, menanyakan kabar dan kondisi. Saya baik-baik saja, kami baik-baik saja. Hanya sedikit lelah, tak terbiasa dengan macet yang seperti ini. Diluar pun hujan tetap turun... banyak rute yang dialihkan ke jalur antah berantah.

Saat ini hanya ingin cepat-cepat sampai dirumah.

Semoga, kejadian ini banyak menyadarkan kita utamanya bapak-bapak sekalian yang terhormat yang saat ini pun massanya tengah membanjiri kota Makassar dalam rangka kampanye Pilgub Prov. Sulsel dua minggu mendatang. Yah mereka makin pahamlah apa yang harus dibenahi. Dibalik musibah selalu ada hikmah dan warning!

Ps. Dear Sule... acara pernikahanmu di Pare ini adalah acara yang tak terlupakan sepanjang waktu. Khususnya untuk segenap karyawan PT. Hadji Kalla. Hmmm... happy wedding eniwey :)

15 comments

  1. Semoga segera sampai rumah dengan selamat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sampai dirumah dengan selamat, thanks Mil :)

      Delete
  2. semoga sampai dengan selamat juga kak... ah iya makassar juga banyak angin kencang nih...hati-hati di jalan kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyye hima, seminggu belakangan cuaca buruk.

      Delete
  3. Cantik sekali blog kakak sekarang.. :)

    ReplyDelete
  4. Jadi... postingan ini dibuat saat masih terjebak macet ya? Duh... salut deh, masih bisa nulis di saat suasana hati sdg gak happy spt itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, dari pada menggerutui banjir dan macet? mending nulis, yang lain dah pada setress

      Delete
  5. sebagai orang yang belum pernah ke Makassar, sejujurnya aku menikmati tulisan ini :)

    Salam kenal yaa...

    ReplyDelete
  6. Hum... Banjir dimana2... Setelah langit di bombardir petasan dimalam tahun baru, maka langit membalas dengan tetes2 airnya yang tiada henti.

    Mbak syam, cantik na blog ta, i like it... beruntung nemu blognya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha... iyya barangkali. kalau orang kantorku bilang, disimpan2kan memang mi :p

      Terimakasih ya :)

      Delete
  7. sulawesi ada pare juga ya
    kirain pare jawa timur
    mantap bener tuh perjalanannya melintas laut lagi

    ReplyDelete
  8. Tidak terlupakan mi pasti itu acara nikahannya teman ta.

    *tidak fokus pada banjirnya*

    ReplyDelete
  9. aduhh banjirnya menyeramkan yaa >,<

    ReplyDelete