Powered by Blogger.

Pengalaman terbang saat cuaca buruk

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menceritakan pada Mama saya tentang pengalaman saya terakhir naik pesawat terbang Desember 2012 lalu, waktu itu saya ada dalam penerbangan dari Jakarta menuju Makassar.

Karena cuaca buruk penerbangan kami ditunda sekitar 15 menit lamanya. Saya yang saat itu sudah duduk cantik diatas pesawat menyibukkan diri dengan membaca majalah yang memang sengaja ditaroh dijok belakang. 15 menit berlalu, dan pesawat mulai bergerak untuk lepas landas. Agak lama dari biasanya, rasanya seperti pesawat muter-muter tidak jelas dilandasan. Pesawat akhirnya terbang semikin tinggi, saat dipesawat untuk pertama kalinya saya duduk dibarisan yang dengan mudahnya saya bisa memantau dan mendengarkan candaan-candaan pramugari-pramugari cantik itu.

Sepanjang penerbangan saat itu, langit biru tak nampak, yang ada hanya gumpalan awan putih. Terdengar beberapa kali peringatan cuaca buruk yang mengharuskan kami untuk kembali duduk manis ditempat dan tetap memasang safetybelt. Kira-kira 30 menit sebelum mendarat goyangan pesawat mulai tidak terkontrol, saya yang pada dasarnya tidak begitu nyaman berada dalam pesawat lama-lama merasa sedikit was-was. Bu Dewi yang duduk disamping saya menggenggam tangan anaknya, Alif. Sambil mulutnya tak henti komat-kamit merapalkan entah bacaan apa. Saya sempat menoleh kebelakang, kebanyakan memang nampak panik. Fuad sendiri bermasalah dengan telinganya seperti ada bunyi-bunyi yang mengganggu katanya. Saya? hmm... jujur saya sangat ketakutan. Saya sempat berteriak pelan "Allaaaah", saat pesawat itu terasa seperti terjatuh. Dan setelah itu, saya kembali tenang. Lillahi Ta'ala... Yah, segala sesuatu yang terjadi semua dibawah kehendak-Nya.

Sesaat sebelum mendarat, langit tampak begitu gelap. Tapi guncangan pesawat sudah mulai berkurang. Saya teringat satu scene Ainun Habibie saat saya menonton trailernya, saat itu Bu Ainun yang baru pertama kali naik pesawat terbang merasa ketakutan saat pesawat yang mereka tumpangi berguncang. Dan pak Habibie menjelaskan berusaha menenangkan bahwa pesawat berguncang itu bagus, berarti semua komponen pesawat bekerja dengan baik. hmm, ya All is well... pesawat mendarat dibandara Hasanuddin, Makassar gelap diguyur hujan deras... hmm, Ends well...

Setelah pengalaman itu jujur saya agak seram jika harus naik pesawat lagi dalam waktu dekat. Apalagi cuaca Januari makin extrem. Bulan ini sampai Februari mendatang mungkin saya akan banyak keluar kota, lintas provinsi. Walau sangat-sangat khawatir, Mama saya tak sedikitpun mengeluarkan nada keberatan saat saya menyampaikan beberapa jadwal perjalanan. Beliau hanya mengingatkan supaya saya jangan lupa Shalat, shalat dan shalat. Itu saja pesannya... sejauh ini pun, kekota manapun saya pergi setiap pagi saat selesai shalat subuh Mama atau Bapak saya akan menelepon. Memastikan saya sudah bangun dan shalat subuh, walau setelah itu saya akan kembali tidur lagi. Hehe =p

thanks Mam, Love you ya =)

posted from Bloggeroid

7 comments

  1. aku malah pernah dibawa muter muter sampai setengah jam di atas pesawat ga bisa mendarat karena hujan lebat. sayang waktu itu ga disetelin lagu anak-anak. diguncang guncang gitu kan jadi kaya naik odong odong...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah kalai naik odong2 mah masih bisa ketawa2 geil, kalo gini kasusnya mah tiba2 ingat dosa. hehe :p

      Delete
  2. tapi, ternyata pesawat itu salah satu alat angkutan yang tingkat kecelakaannnya paling rendah loh dibandingkan transportasi lain. nonton di Hitam Putih kemarin (lupa hari apa).

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena diudara gak ada yang ugal-ugalan, pengendaranya semua tau aturan. beda kalau didarat, kan rata2 kecelakaan itu disebabkan oleh kelalaian pengendara lain.

      Delete
    2. Emg tingkat kecelakaannya paling Rendah tapi sekali celaka ratusan nyawa melayang, kl kecelakaan di darat msh ada harapan selamat (paling gak cacat). kl pesawat kecelakaan diatas ya tipis harapan selamat (walau semua sesuai kehendak yg diatas), wkakwakwwak

      Delete
  3. beuh memang mengerikan. moga saya gak punya pengalaman kayak gitu. walau ada hikmahnya, tapi kalo menantang maut gitu siapa yang berani. smoga cuaca buruk membuat para koruptor tersadar akan kematiannya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, iya mas... yang namanya celaka selama masih bisa dihindari, terhitung ikhtiar juga kan. walau sebenarnya tidak ada sesuatu halpun yg lewat dari ketetapan-Nya.

      tapi kalo sudah omong2 koruptor mah, ampuuun :)

      Delete