Berburu dollar Hongkong

Sabtu, 19 Januari 2013
Pukul 10:00

khusus pecahan 10, bahannya dari semi plastik

Well, hari sabtu seperti biasanya saya berkantor setengah hari. Cuman hari ini saya tidak begitu sibuk, makanya saya sama Sule berencana untuk tukar valas HKD dibeberapa money changer di Makassar.

Sebenarnya uang rupiah  saya sudah ditukarkan kemarin sih, boleh titip sama teman kantor. Dari awal saya memang tidak niat berbelanja saat di Hongkong nanti, makanya saya hanya titip uang 650rb mengingat saat itu harga jual mencapai Rp.1.300/HKD. Selepas Jumatan saya dapatlah dollarnya saya, eh malah kembali 1 lembar senilai 500HKD. Sementara yang lain berlembar-lembar. Berasa kereeeeee! 

Selain saya ada Sule yang uang dollarnya cuman selembar. Sama-sama niat gak belanja, kita maksimalkan di foto-foto katanya. Hihi... kalau anak-anak marketing menukarkan paling sedikit 5juta, makanya waktu ada marketing melihat uang yang kami dianya langsung nyeletuk, duit segitu dapat apa? Lah memang kita gak cari apa-apa kok, cuman mau liburan gratissss! 

Pegang uang yang terlalu tinggi nilainya membuat kami berfikir untuk menukarkannya dalam pecahan kecil. Maunya sih begitu diawalnya, tapi yah ini resiko menitip, tidak boleh complain. Kalau pecahan kecil kan enak belanjanya, gak usah repot sama kembalian. Apalagi kami sudah diberitahu lebih dahulu, kalau di Macau nanti usahakan belanja pakai uang pas atau seenggaknya dapat kembalian jangan terlalu gede. Susah tukarnya lagi. Macau itu punya mata uang sendiri namanya Pataka, 1 Pataka nilainya sama dengan 1 HKD. Dollar Hongkong berlaku di Macau, tapi kalau belanjaan kita ada kembaliannya kita dikasihnya malah uang Pataka. Uang itu tidak berlaku diseluruh dunia. Jadi hanya bisa dibelanjakan di Macau saja, atau kalau tidak bawa pulang terus dijadikan koleksi.

Pukul sepuluh lebih saya sama Sule kabur dari kantor, hujan deras tak menghalangi niatan kami berburu dollar. Masing-masing membawa 500HKD, ditambah sama uangnya pak Amri. Jadi total ada 1.500 yang akan kami hancurkan menjadi puing-puing terkecil.

MC pertama yang kami datangi adala Haji Latunrung yang ada di jalan Penghibur. Dengan memasang tampang lugu kami bertanya, bisa tidak yah tukar dollar dengan dollar tapi nilainya lebih kecil. Mbaknya bilang, ditunggu dulu. Lalu uang kami diambil, dimasukkan dalam map transparant terus dibawah ke meja bossnya yang tak jauh dari meja resepsionistnya. Tidak lama mbaknya kembali, ternyata gak boleh. Stocknya tidak ada. Oke mbak, Makasih. Yah walau tidak dapat uang dollarnya, saya dapat gantungan kunci gratis. Lucky me!

Dari Haji Latunrung kemudian kami ke Marasavalas di jalan Chairil anwar. Prosedurnya sama sih, uang kami diambil dan dibawa ke ruangan yang tertutup, tak lama mbaknya keluar dan menanyakan "sebelumnya tukar dimana?", saya jawab di BMC. Kemudian mbaknya datang lagi dan bilang hanya bisa menukarkan 500HKD saja. Ok, tak apa. Uang 500 pertama berhasil tertukar dengan pecahan 10,20 dan 50. Terimakasih mbak :)

Masih tersisa 1000HKD, kami kemudian menuju Haji Latunrung yang ada di Jalan Monginsidi. Kalau yang disini malah lebih parah, hanya bisa menukarkan rupiah dengan dollar. Ya sudah, alternatif terakhir ya kembali ke Bali mas pinca (BMC). Bali mas pinca tetletak di jalan Ratulangi, pas sampai disana hujan masih turun deras. Sebelum turun dari mobil saya bilang ke Sule, minta difotokan sambil hujan-hujanan dong. Bukannya meng-iya-kan, saya malah dibilang orang gila. Sialan!

MC sebelumnya rata-rata pegawainya itu mbak-mbak, muda. Kalau yang di BMC ini kami dilayani oleh kakek-kakek ditemani dengan satu lagi pegawai cowok. Saya bilang, mau tukar dollar dengan dollar. Kemarin teman saya tukar disini tapi katanya stock pecahan yang nilainya lebih kecil terbatas. Dia ambillah uang saya, katanya tidak bisa ditukar semuanya. Hanya 500 kemudian digantikan dengan pecahan uang 100, kemudian si bapak menambahkan: untuk uang dollar Hongkong kita sengaja tidak stock banyak pecahan kecil soalnya orang cina tidak mau ambil. Mereka maunya yah uang besar. Beuh, semakin merasa kereeeee!

Dari BMC kami bergegas kembali ke kantor, tersisa 500 dollar yang belum ditukar. Pas sampe kantor kami bagilah, Pak Amri dapat pecahan hingga nilainya cukup 500 HKD. Pecahan kecil buat saya cuman 300HKD sementara Sule cuman dapat 200HKD jadi uang yang 500nya lagi tetap dipegang sama Sule. Yasudah, senin besok Sule kan berencana ke Bank Mandiri menukar uang lagi tapi saya bilang saya tidak bisa menemani soalnya minggu besoknya sampai hari selasa saya dinas di Kendari (tapi batal ternyata karena sesuatu hal).

Setelah bagi-bagi dollar, kami makan siang dulu kemudian bergegas ke Pasar toddopuli, berburu Cakar. Masih seputar persiapan juga ini, haha... niatan banget yak ke Hongkongnya :p


Ps. Untuk teman-teman yang ada di Makassar dan sekitarnya, dari semua Money Changer yang saya datangi plus dari banyak informasi teman-teman yang pernah menukarkan uang, di Bali Mas Pinca (BMC) adalah tempat yang harga dolllarnya lebih rendah dibanding tempat lain. Bedanya mungkin hanya beberapa puluh rupiah saja, tapi kalau dikali banyak yah banyaaaak.

2 comments:

  1. oh, hongkong pakai mata uang dollar? baru tau hehe

    oldsunday.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Kalau tahu nilai tukar di beberapa money changer, bisa digunakan untuk bisnis juga tuh.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.