Berburu jaket tebal

Sabtu, 19 Januari 2013
Pukul 12:09

Setelah makan siang, dan setelah memastikan dikantor tak ada lagi orang dan pekerjaan yang tertinggal, saya, Sule dan Oda akhirnya ke pasar toddopuli juga. Pasar cakar toddopuli tepatnya.

Sebenarnya dari awal Januari sudah disampaikan siapa-siapa saja yang diikutkan dalam trip kali ini. Waktu itu kantor saya sudah mulai heboh belanja persiapan ke Hongkong, utamanya dari anak marketing yang memang sangat pasti akan diikutkan. Kalau kami, yang anak Admin harus diseleksi dulu. Oke, anak GSO (saya, Sule dan Bu' Dewi) bebas seleksi. Jatahnya GSO 3 kursi. Tapi untuk admin Cokro harus di undi dulu, pokoknya dibuat bagaimana pada harinya nanti kantor tidak benar-benar kosong.

Di Makassar ada tiga pasar Cakar/barang bekas impor yang besar dan sangat-sangat sering disebut dikantor saat itu. Daimaru, Ratulangi dan Toddopuli. Setiap hari, menjelang keberangkatan ada-ada saja cerita dari anak marketing bagaimana suasana berburu cakar untuk persiapan ke Hongkong. Apa itu? Jaket tebal, sepatu boot, dan segala pernak-pernik musim dingin. Mengingat dari yang telah disampaikan oleh travel dan setelah googling, cuaca Hongkong dan Macau dibulan Januari itu sekitar 11-14 derajat.

Yang lucu adalah bu' Nurul. Dia CRP kami, setiap hari menjelang istirahat pasti menghilang. Sampai-sampai kak Tanti berkelakar "nanti itu Bu' Nurul, belumpi habis Stock bajunya napake di hongkong, pulangmeki", hehe... jangan salah, pernah satu hari saat istirahat saya bergabung diruang marketing. Disana bu Nurul heboh mempraktekkan model Jilbab yang modis yang akan dia pakai saat di hongkong nanti. Yah, simpel saja hanya pake ninja anti tembem dan ditutupi dengan kupluk warna warni yang nantinya akan senada dengan kaos tangannya. Hahaha, saya sangat menikmati pameran busana ala bu Nurul ini. Itu kupluk dan kaos tangan yang ada dimeja punya Bu Nurul benar benar gonjreng warnanya. Hihi, extrmee qaqa...


Kembali kesoalan Pasar Toddopuli. Saya dan Sule baru bisa menyempatkan ke pasar ini. Sebenarnya saya tidak niat beli jaket tebal merasa yang ada dirumah sudah cukup melindungi dari dingin. Tapi kata Ibu supervisor yang sudah lebih dulu kesana (beda dua minggu) memang tidak begitu dingin tapi anginnya itu yang menusuk, kalau tidak biasa bisa kalah. Nah, saya kan suka mati rasa kalau suhu kelewat dingin makanya saya antisipasi saja dengan hunting jaket anti dingin, yang bahannya menghangatkan. Kalau untuk sepatu sih saya simpel saja, pakai sepatu cats plus kaos kaki tebal. Beres.

Sampai di Pasar Toddopuli kami mulai memilah-memilih. Banyak baju yang gak jelas konsepnya disini, yak maklum dari luar negri sih. Saya kalau belanja tidak pernah lama, ditoko ketiga yang saya masuki dan bongkar-bongkarlah saya menemukan jaket yang saya cari. Ditempat itu juga Sule dapat Jaket yang modelnya bikin saya ngakak abis, bermerek, keren sih tapi.... ya.... tapi.... hihi :p

Ala-ala musim dingin, haha...

Well, waktu pilah pilih tadi bapaknya sempat bicara/setengah curcol kayaknya. Katanya kami ini telat datangnya, makanya jaket yang tertinggal modelnya tak begitu oke, soalnya sebelum kami datang jauh-jauh hari itu orang Hadji Kalla banyak yang sering datang, belum lagi orang Adira sama Niaganya. Beuh, kok ni bapak tau semuanya kayaknya. Makanya kami bertiga diam-diam saja, tidak ikut memperkenalkan kantor kami. Kalau doi tau, bisa pingsan dia. Haha... ternyata lu lagi lu lagi tonji!

Hasil buruan sudah ditangan, tapi rasanya masih ingin lihat-lihat. Sehingga sampailah kami disatu toko yang menjual beberapa T-shirt tangan panjang. Iseng saya buka-buka tiap lembarannya dan taraaa, saya menemukan satu baju yang simpel tapi nyaman dihati (pakai istilahnya Sule). Saya membuka penawaran, 15ribu tapi dikasihnya 40ribu tidak mau kurang. Kalau Oda sih bilangnya jelek, biasa saja. Tapi kalau Sule, justru bilang kalau umpamanya saya lepas dia yang ambil. Oke, dari dulu selera kami tidak jauh beda. Sesuatu yang keren adalah yang simpel-simpel saja. Seperti baju yang ditangan saya ini. Itu yang bikin saya tidak rela melepasnya. Beberapa kali menawar tapi harganya cuman goyang dikit, dan berhenti diangka 20rb. Itu pun juga karena Sule ambil 1 celana jeans belel, dan saya juga ambil 1 celana yang modelnya seperti celana rimba. Buat dipake naik sepeda :p, sementara Oda tidak membawa pulang apa-apa. Oda tidak sedang mencari jaket tebal, dari awal dia niatnya cari tas dan tidak ada yang oke memang. Tapi cukup bermanfaatlah keikutsertaannya, ada yang bisa ditanya: Ini bagus tidak? Kalau yang ini? Hehe...

Nice driver!

Jam empat perburuan berakhir. Dalam perjalanan pulang hujan mulai terjun bebas, deras, semakin deras. Saya suka. Hmm, tanggal 24, tak sabar.... uhhuy :p

A blogger who inspired by people, book and music. Loved to Expressing myself through my story and photograph.

1 comment:

  1. entri nya kebalik nih. persiapan berangkatnya malah diceritain terakhir2 hhehe

    ReplyDelete