Kendari, day #2

Rabu, 20 Februari 2013
Semalam saya begadang dan baru benar-benar tertidur pada pukul tiga pagi. Jadinya saya terlambat bangun. Tapi tidak terlambat untuk melakukan aktivitas hari ini. Walau tak tercatat, segala hal yang akan saya lakukan sudah runut dikepala. Tinggal di eksekusi saja.

Pukul sepuluh pagi, saya sudah rapi siap-siap jalan. Tujuan, HK Kendari. Masih mengurus soalan yang sama dengan kemarin. Kemudian makan siang diluar bersama team kendari, kembali kekantor dan pukul tiga lebih sudah beres. Sementara beres. Dalam perjalanan pulang saya memastikan ke mbak Linda untuk pesan tiket pulang ke Makassar besoknya, karena rencana ke Kolaka saya batalkan mendadak.

Dari awal sebenarnya saya merencanakan akan pulang hari sabtu, karena dari Kendari saya ingin sekalian ke cabang Kolaka yang letaknya di Kab. Kolaka, waktu tempuhnya sekitar 4 jam dari Kendari via darat. Tapi karena ada kerjaan yang mendadak memanggil-manggil dari Makassar sehingga saya tidak bisa meninggalkan tempat selama itu.

Pukul tiga saya sudah kembali ke hotel, mandi dan menikmati me time dalam kamar. Kiki katanya mau kewarnet dulu. Sebenarnya hari ini pun Diah (blogger Kdi) berencana mau mengajak ke Pantai terdekat dari hotel, mengejar sunset, tapi karena kerjaannya masih banyak jadi dia tidak bisa pulang lebih awal. Yah, tidak apa kata saya mah karena saya pun sedang menikmati waktu luang dikamar sendirian. Rada capek, mungkin karena semalam kurang tidur. Toh saya juga tidak bawa kamera, dan yang paling penting dalam waktu dekat saya akan datang lagi. Hihi... i'll be back to explore Kendari! Sekarang total buat kerjaan :)


Malam harinya, selepas magrib saya ditemani Kiki bertemu (reunian) bersama Almunzi di Lippo. Dia teman kuliah saya yang sudah setahun ini tinggal di Kendari, tuntutan karir. Kita ditraktir di Moco, cafe yang konsepnya ala J'co. Sedikit memaksa, mengancam dan mengintimidasi: percuma merantau kalau tidak kaya raya. Haha, Alhamdulillah... setelah saya mengeluarkan kata pamungkas itu saya boleh memilih menu sesuka saya. Bahkan bonus ajakan Karokean pula. Hihi... mantep ma men!

Pukul sembilan malam, Kiki meninggalkan kami, katanya mau kerumah keluarganya. Ya sudah, saya lanjut ngobrol bareng munzi. Walau beda kantor tetap nyambung ngomongin soal kerjaan, kita ini sama-sama back office maindealer mobil. Bedanya saya jualan Toyota, dia jualan Nissan. Urusan dalam kurang lebih samalah. Satu statement lucu yang sempat keluar dari mulutnya: disini mobil toyota dijual kayak kacang nah. Laris manis. Beda sama Nissan. Haha... ya saya juga awal-awal heran, orang kaya banyak euy. Lama-lama ya biasa saja.

Pukul sembilan lewat sedikit saya minta pulang. Soalnya besoknya penerbangan pagi balik ke Makassar. Selalu senang bertemu orang dari kota sendiri jika sedang berada ditanah rantau. Apalagi teman lama yang sudah lama tidak ketemu, parahnya lagi jika teman itu sudah berbahasa logat daerah setempat dengan sangat fasihnya. Beuh, asli Kendari toto'! Ampun saya, haha... soal ajakan karokean dipending dulu, mungkin lebih seru kalau bareng anak-anak di kampung sendiri. Nanti saja pas pulang ke Makassar. Asal gratisan, anak-anak rela kok meluangkan waktu dan bakatnya. Ditunggu selalu. Haha :)

Belum jam sepuluh saya sudah kembali ke hotel, bersih-bersih. Nyalain TV. Putar musik dan tidur. Kayaknya saya langsung tertidur. Entah si Kiki pulang jam berapa.

A blogger who inspired by people, book and music. Loved to Expressing myself through my story and photograph.

1 comment:

  1. Syam, so sorry yaaak saya belum menunaikan janji mengejar sunsetnya. next time klo kesini utk happy2 kita pake btul utk happy2 yaaak, ditunggu kedatangannya lagi ;)

    ReplyDelete