dua gadis kecil dan supir pete-pete

tentang bersyukur:

siang ini saya lagi-lagi disuguhkan pemandangan yang menyenangkan, sepulang dari kantor pusat menuju kantor cabang saya naik pete-pete yang hanya ada tiga orang diatasnya. satu orang lelaki berusia 20-an, dua orang lagi anak perempuan yang terlihat sangat lelah, kulit mereka menghitam seperti sering terpapar dibawah sinar matahari, usianya kira-kira 10-15 tahun, masing-masing memangku keranjang besar yang berisi macam-macam kerupuk tanpa merek, hanya dibungkus dengan plastik bening. satu keranjang terlihat penuh, satunya lagi tinggal sedikit.

tidak ada percakapan. tapi saya tak berhenti memperhatikan satu diantara mereka, yang badannya lebih besar. dia duduk tepat didepan pintu masuk, matanya menatap kosong keluar. entah apa yang ada dipikirannya. mungkinkah sekecil ini mereka sudah merasakan beratnya hidup? hmm...

hingga tiba saat mereka harus turun, "kiri pak", ucap salah satu yang badannya lebih kecil. kemudian mereka berdua turun, menenteng keranjang masing-masing. dari jendela seberang anak yang badannya lebih besar menyodorkan uang, "ini pak" ucapnya.

dengan senyum, pak sopir yang usianya kira-kira masih sangat muda, mengatakan "tidak usahmi dek". sianak perempuan pun menarik tangannya, kemudian berlalu.

see... kita, tidak harus naik mobil mewah, tidak harus menjadi orang kaya. tidak harus menjadi orang yang memiliki apa saja untuk bisa memberi, memiliki rasa lebih beruntung dari orang lain mungkin sudah cukup. bersyukur itu sederhana saja. dari sini, mungkin saya harus banyak belajar untuk bisa peka pada kondisi dimana bantuan kita sangat dibutuhkan.

:))

4 comments:

Powered by Blogger.