Rectoverso

Ini bukan review...

Tadi siang saya nonton Film Rectoverso bareng Musda. Akh, emosi saya terbawa sedemikian rupa. Saya meneteskan air mata. Yang bertanggungjawab membuat saya begitu tersentuh adalah totalitas Lukman sardi dalam memerankan tokoh Abang diakhir cerita ditambah lagi dengan backsoundnya lagu Malaikat juga tahu yang dinyanyikan ulang oleh Glenn fredly, dan seperti kita tahu Glenn Fredli-lah penyanyi Indonesia yang penjiwaannya pada setiap lagu paling bisa bikin hati teriris-iris. Apalagi kalau memang hatinya sedang tidak stabil, beuh... butuh nyetok tissue yang banyak kayaknya.

 

Film Rectoverso ini menceritakan lima kisah berbeda dengan satu garis besar, tentang cinta yang tak terucap. Favorit saya: Hanya isyarat dan Malaikat juga tahu. Hehe, hanya ingin tertawa.. mungkin saya pernah punya kisah cinta serupa tapi tidak sedrama lima cerita yang ada dalam film ini, ya setidaknya dalam cerita saya tidak ada kenangan istimewa yang membuat saya merasakan sakit ketika mengingatnya lagi, saya benar-benar bisa bebas setelah memutuskan ingin membebaskan diri. Tanpa menyisakan rindu. Itulah kemudian yang membuat saya semakin bertanya-tanya; mungkinkah hati itu bisa tersasar?

Hmm... singkatnya nonton saja film ini. Kalau saya terlalu banyak cerita ntar malah jadi curhat. Saat ini saya sedang ingin jauh-jauh dari bahasan hati, something absurd. Sebenarnya memutuskan nonton film ini pun adalah kesalahan besar, tidak ada gambaran awal karena bukunya belum saya baca. Walau tidak fanatik saya pecinta Dee, dan menonton film yang diangkat dari bukunya langsung adalah bentuk apresiasi saya atas karyanya yang banyak menginspirasi saya. Yang membuat saya sangat tidak nyaman adalah, saat nonton film ini saya duduk di baris B dan menemukan ada satu-dua hmm... tiga mungkin sampai empat pasangan -kanankiriatasbawah- yang "mengganggu" kami menonton film ini. Istigfar dalam hati, semoga saya, keluarga saya dan anak keturunan saya, tidak terjebak dalam cinta seperti itu. Memang itu cinta? hmm...

"Tahu apa kamu soal cinta?"
-Saras: Cicak di dinding-

A blogger who inspired by people, book and music. Loved to Expressing myself through my story and photograph.

7 comments:

  1. waahhh... jadi penasaran mbak... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting gak pake terlalu, ntar ekspektasinya kelewat jadi kecewa loh. tp kl sy sih menyentuh :)

      Delete
  2. setuju mbak syammm baguuusss :3
    aku pengin grow a day older

    ReplyDelete
  3. huaa, Rectoverso...minggu lalu pengen nonton waktu di Makassar tp nda sempat, sampai di Manado ternyata nda ada di bioskop :'(
    Dibanding semua novel Dee, saya paling suka Rectoverso, keren abisss...

    ReplyDelete