Powered by Blogger.

[Hongkong-Macau][13.1] Jumbo Kingdom & Victoria Peak

Jum'at, 25 Januari 2013
Hari kedua

Dari toko perhiasan, sekitar pukul sebelas lebih kami dibawa menuju Restoran Jumbo Kingdom. Entah kenapa sesi makan di trip kali ini menjadi sesuatu yang tidak menarik buat saya, hehe...

Restoran Jumbo Kindom itu terletak di perairan Pelabuhan Aberdeen, sebuah restoran yang dibuat terapung dengan nuansa kerajaan cina. Untuk menuju restoran tersebut kita menaiki kapal kecil selama 5 menit. Lumayan membuat salah seorang teman saya mual. Tiba dipintu restoran, suasana kerajaan-kerajaan di film mandari begitu terasa. Lukisan didinding, interior ruangan menuju ruang makan, plus diujung ruang utama terdapat jejeran kursi raja yang bisa kita gunakan untuk berfoto. Pihak restoran pun memanfaatkannya, jika ingin berfoto dikursi tersebut lengkap dengan kostum raja cina harus bayar.

 

Tidak lama menunggu, makanan pun keluar satu persatu. Saya sudah lupa makan apa saja yang disajikan di Jumbo Kingdom ini, yang saya ingat saat itu saya hanya menikmati nasi plus abon yang selalu siap sedia ditas teman saya. Sisanya saya hanya memakan 2 jeruk dan 1cup teh tawar. Saat minta air putih, pelayannya malah joget-joget seraya mengucapkan "money... money... money". Sebenarnya sayang juga melihat makanan yang sebegitu banyaknya tidak habis, bahkan dibeberapa meja malah tidak tersentuh sama sekali, teman-teman saya lebih memilih menyeduh popmie, padahal sepertinya makanan direstoran ini sangat mahal. Inilah resiko tour pake travel, suka gak suka yah harus nurut... sudah sepaket, kan gratisan. Haha, iya juga sih. Tapi yang bayar kan kantor... tetap sayang duitnya *aaakh*


Santap siang selesai, waktunya melanjutkan perjalanan ke tempat yang paling spektakuler di Hongkong. Victoria peak! Yeay...

Victoria peak adalah tempat dimana kita bisa menikmati negara Hongkong dari ketinggian. Kalau sedari tadi kita melihat begitu bangak bangunan tunggi dari bawah mendongak keatas, nah disini untuk melihat bangunan tersebut kita tinggal menundukkan kepala. Selain bisa menikmati hongkong dari ketinggian, di victoria peak ini juga tempat museum madame tussauds berada, tau kan... tempat wisata yang memamerkan replika bintang ternama dunia dalam bentuk patung lilin yang nampak begitu hidup.


Untuk menuju victoria peak kita harus mengambil karcis untuk mengantri trem. Untung saja pak Yau punya "saham" disini sehingga kami hanya melewati jalur khusus yang tak perlu lama mengantri dan berdesakan seperti yang lainnya. Berjalan mulus disebelah orang-orang yang nampak kelelahan antri rasanya gak enak juga sih, tapi ya namanya jalur khusus jalur bebas hambatan. Saya rasa jalur ini pun didapat dengan harga khusus, jadi yah setimpallah yah. Hanya sebentar saja menunggu, trem yang memuat kapasitas 200orang sekali jalan itu datang dan berhamburanlah kami kedalamnya. Cari tempat duduk dan trem berjalan dikendarai oleh seorang wanita. Wow, wanita...


Jalur menuju vicoria peak ini sangat ekstrim. Saat nanjak, trem sempat berhenti entah apakah sengaja atau sedang ada masalah, tapi aksi berhenti ini sukses bikin beberapa orang nampak ketakutan karena kita berhenti di posisi tanjakan 80 derajat, gila.. rasanya seperti ingin tertumpah dari trem. Itulah kenapa saat ada dalam perjalanan pikiran buruk harus dibuang jauh-jauh, biar gak sering parno jika terjadi hal-hal diluar perkiraan.

Setelah berhenti beberapa menit trem akhirnya kembali melaju kencang. Subhanallah... indahnya kuasa Tuhan dipadu dengan kepintaran makhluknya membuat perjalanan menuju victoria peak begitu mengesankan. Pemandangannya juara! Yang seperti ini yang membuat saya kembali merasa bodoh, bisa-bisanya bawa kamera tapi baterainya malah ketinggalan dihotel. Hoho...

Finally victoria peak! Langsung ke madame tussauds. Antri lagi, sesi antri kali ini kita diminta satu-satu berpose dengan patungnya Jackie Chan yang nantinya bisa diambil hasilnya saat keluar dari museum, harus bayar tapinya. Itu kalau mau.

Sedikit tips kalau mau ke museum madame tussauds ini, kita harus punya partener minimal satu oranglah yah dan ingat kadar kenarsisannya harus sama karena disinilah bisa dilihat ego mereka yang narsis sejati, hanya mau difoto di semua karakter patung dengan berbagai pose pas diajak gantian malah ogah-ogahan. Hehe... saya melihatnya begitu. Banyak yang seperti itu. Dan beruntunglah yang berpasangan dengan saya, si Sule, karena saya kurang nyaman dengan patung-patung yang ada dimuseum ini. Keren sih, sempurna, sangat-sangat mirip tapi ketika saya menatap kebagian mata dan memegang detail kulit dan rambut patung-patung tersebut yah aneh saja. Ini bukan cerita horor, tapi memang tidak begitu nyaman...

Walau tidak senang, pada beberapa karakter saya tetap minta difoto: sama abang-abang the beatles, sama artis yang gak tau siapa namanya tuh plus sama abang ronaldinho. Hihi... sudah cuman tiga saja. Teman saya yang cowok-cowok agak ekstrim sih posenya, kebenaran banyak artis cewek yang cantik dan pakaiannya seksi, yah jadinya walau berfoto cuman sama patung tetap saja "usaha", hehe..

Keluar dari madam teussued, kami dibiarkan untuk berbelanja. Dan harus berkumpul ditaman pada pukul tiga. Belanja itu seperti sebuah naluri, bisa jadi sebagai penambah semangat dalam sebuah perjalanan. Haha, sesi kali ini saya pun ikut berbelanja pajangan boneka jepang, biar Sizuka ada temannya. Hehe... itu saja, setelah itu saya keluar dan menunggu rombongan bersama beberapa teman.

Dari kejauhan terlihat stand penjual eskrim, saya mendekat dan melihat harga 7HKD membuat saya tergiur. Saya minta satu cone dan memilih eskrim rasa mangga sebagai topingnya. Pas mau bayar, saya keliru.. ternyata 7HKD itu hanya untuk conenya saja. Dan untuk eskrimnya, yang hanya 1 scope kecil harganya 40HKD. Mampus! Jadi untuk 1 eskrim ukuran cornetto mininya walls di Indonesia itu nilainya 47HKD. Ih! Begonyaaaa... padahal saya sudah memperketat pengeluaran tapi ya kecolongan juga, ikh... saya sempat berdiri mematung (ceritanya shock) tapi tetap menikmati eskrim ditangan, enak sih memang dan kejutaaaan! Bukan cuman saya yang tertipu dengan display toko eskrim itu, bule yang membeli 4 untuk anak-anaknya pun merasa dirampok setelah meninggalkan stand eskrim. Hihi, jadi wisatawan dinegara asing memang harus ekstra hati-hati yah...

Satu lagi resiko ada dalam rombongan wisata yang banyak ibu-ibunya adalah, tidak tepat waktu. Ya iyalah, apalagi kita disuguhkan dengan banyak agenda belanja dan seperti yang kita ketahui kalau lagi belanja itu tidak baik kalau terburu-buru, musti pilah pilih, tawar menawar, belum lagi kalau banyak barang yang lucu-lucu. Dari pukul tiga yang ditargetkan untuk kembali ke bus, molor sampai 1 jam lebih. Makanya tour guide yang dari Indo sedikit kesal. Tapi namanya melayani yah tetap saja tidak bisa berbuat banyak selain mengingatkan agar tidak terjadi lagi, soalnya masih banyak agenda tour yang belum selesai.

Rombongan saya lengkap, kali ini kita turun tidak menggunakan trem tapi dengan bus yang entah dari mana datangnya. Masih bus yang sama dengan bus yang dua hari ini membawa kami. Turun dari victoria peak kami melewati jalur yang bebas dilalui oleh kendaraan umum, pemandangannya lebih menarik karen sisi kanan disuguhkan dengan pegunungan dan rumah-rumah mewah sementara sisi kirinya jurang yang bawahnya adalah kota hongkong, akh... masih saja kereen. Salah seorang tema harus menutup mata sepanjang perjalanan karena dia takut ketinggian, ketika dia melihat sedikit saja isi perutnya seperti ingin keluar.

No comments