{Hongkong} Malam di Ladies market

March 11, 2013

Kamis, 24 Januari 2013
Hari pertama:

Setelah beres-beres barang, bersih bersih badan rombongan kami berkumpul di lobby hotel dan bergerak menuju Ladies Market. Padahal badan masih lumayan capek, tapi namanya mumpung di kampung orang jadi waktu dimanfaatkan maksimal untuk menyusuri jalan sepanjang kota.


Sebelumnya kami sudah diberitahu oleh pak Yau, untuk ke Ladies Market kita bisa menggunakan taxi, bayarannya tidak akan lebih dari 20HKD dan satu taksi itu memuat maksimal 5 orang jadi jatohnya akan murah. Waktu ke ladies market saya terpisah dengan teman-teman cewek, jadilah saya ngikut dirombongan cowok tapi ada bagusnya karena sebelum ke ladies market kita sengaja jalan-jalan dulu menelusuri sepanjang jalan dan gang-gang depan hotel. Disini pejalan kaki saja diatur, ada rambu-rambunya. Sepanjang jalan banyak pertokoan dengan aneka macam jualan, yang aneh itu jajanannya karena beraneka macam jeroan digoreng dengan bumbu-bumbu yang baru dilihat saja sudah bikin "enek", kali ini say no to culinary!

kalo yang ini cuman display, enak keliatannya :)

Setelah berkeliling, kami akhirnya menunggu taksi untuk membawa kami menuju ladies market. Taksi datang, dan kami hanya menyebutkan "ladies market" sopirnya langsug mengerti dan mempersilahkan kami naik. Didalam taksi saya duduk disamping sopir yang usianya kira-kira lebih dari 50 tahun. Tapi jangan salah, walau sudah tua kami sukses dibikin ngeri dengan gaya nyetirnya yang bisa dibilang ugal-ugalan. Parah! Kita mulai panik, jangan-jangan pak sopirnya mabok, tapi dia tetap tenang-tenang saja, tidak bereaksi sama sekali melihat kami. Saat ada dalam jalan tikungan berbelok, pak sopir tetap melaju kencang hingga nyaris mencium bibir jalan barulah melakukan manuver, sport jantung! Hosh... hosh... Hamdalah, 15 menit yang menegangkan. Akhirnya tiba juga di ladies market.

Ladies market adalah pasar tradisional masyarakat hongkong, disana banyak dijual pernak pernik khas hongkong tapi tidak bagi wisatawan saja barang-barang keperluan sehari-hari pun banyak ditemukan disana makanya pasar tersebut sesak oleh pengunjung dari berbagai macam etnis. Tak jarang saya menemukan orang-orang yang juga dari Indonesia yang tengah terlibat proses tawar menawar. Sepertinya memang pasar ini sudah menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi jika bertandang ke hongkong. Karena selain menjajakan barang-barang jualan, kita pun akan disuguhi atraksi yang menarik, seperti akrobat ada lagi aksi penyanyi jalan yang sukses menyihir banyak pengunjung singgah sebentar untuk menonton dan melupakan aktivitas belanja belanjinya.


Ladies market ini terdapat dalam dua gang, gang satunya dipenuhi oleh jualan handmade, aksesoris, kaos dan barang-barang yang bisa didapat dengan harga murah sementara digang satunya berjejer ruko-ruko yang dari bannernya memperlihatkan jika barang-tersebut mahal, branded! Yang perlu diingat bahwa rata-rata penjual yang ada di ladies market ini sangat agresif, sekali kita menanyakan barangnya kita akan dikejar hingga penawaran terakhir, hanya dilepaskan ketika mereka sukses melepaskan barangnya yang ditukarkan dengan uang dollar kita.  Sold out, you go! Jadi untuk mereka yang tak begitu jago tawar menawar sebaiknya jaga diri baik-baik, kalau tidak anda akan kalah telak! haha...

Puas menikmati "dunia malam" di hongkong, kami kemudian menuju perhentian taxi untuk kembali ke Hotel. Karena ladies market ini sangat luas dan padat makanya kami terpencar-pencar sesuai dengan teman se taxi. Nah kalau dengan mereka saja terpisah itu artinya, pulang sendiri. Apalagi kan selain memanfaatkan fasilitas wi-fi, kami tidak ada alat komunikasi selama berada di Hongkong.


Dalam perjalanan pulang lagi-lagi kami menumpangi taksi yang gaya nyetirnya seperti orang mabok, ugal-ugalan. Dan usut punya usut, setelah tiba di Hotel dan ngobrol-ngobrol didepan lorong kamar teman-teman yang lain pun merasakan hal yang sama, sopir taxi di Hongkong itu gayanya ugal-ugalan, serasa di area balapan. Saya jadi teringat beberapa film mandari, yang scenenya memperlihatkan polisi dan penjahat saling kejar-kejaran diatas mobil, yah memang pada dasarnya mereka jago balapan. Hahaha...

Pukul sebelas lebih kami masuk ke kamar masing-masing, time to rest! besok akan keliling-keliling Hongkong, yeay...

You Might Also Like

1 Comment

Instagram