Salah Picca!

“kalau kelak saya tidak cukup baik lagi untukmu, apa yang akan kaulakukan? Pergi?” - Iqko

Well malam ini saya ketemu seseorang, junior saya sih waktu jaman kuliah dulu, satu fakultas tapi beda jurusan. Terakhir kami ketemu itu waktu puasa, pas di pizza hut dia buka puasa bareng pacarnya yang tak lain dan tak bukan adalah senior saya dikampus, satu fakultas dan satu jurusan. Bisa dibilang, ketimbang dengan si junior ini saya lebih dekat dengan si senior.

Akhir tahun kemarin pun, saya masih sempat ketemu sama si senior ini diacara akikahan anak senior saya lainnya. Kita sempat cerita-cerita soalan kerjaan, soalan ini, soalan itu. Saya pun tanya dia kapan mengesahkan hubungannya yang dari jaman kuliah S1 sudah kesana kemari sama-sama, sampe kuliah S2nya mereka tetap romantis walau ada dalam hubungan jarak jauh, hingga selesai dan sekarang sudah menDosen disalah satu kampus di Makassar "roh" tulisannya diblog dan Fb, pun gak jauh-jauh dari ceweknya itu; junior saya. Dan dia cuman jawab "insyaAllah, secepatnya" dengan senyum yang bahagia.

Dan ternyata, waktu berbicara banyak. Saya bertemu junior saya malam ini duduk disudut sebuah cafe yang beraroma kopi bersama seorang lelaki. Tapi bukan senior saya. Setelah salaman plus cipika cipiki, saya sempat bertanya dengan polosnya, si kakak mana? Dia hanya tersenyum, saya masih belum ngeh. Ketika saya menanyakannya untuk kedua kalinya, dan mendapati dia yang terlihat begitu keki dalam senyumannya yang manis itu saya bisa menarik satu kesimpulan.

"Sepertinya ada fase yang saya lewatkan yah?"

Dan dia tertawa. Kami berpisah, kembali ke tempat duduk masing-masing. Masih dengan wajah yang penuh tanya...

Saya salah picca! Saya tidak lagi terhubung dengan masalalu sehingga saya melewatkan banyak hal. Teman saya yang sedari tadi memperhatikan kami berdua menjelaskan bahwa hubungan mereka memang sudah berakhir, entah kapan. Yang jelas end. Tapi sedikit miris juga sih, karena setahu saya dan sepengakuan senior saya mereka akan benar-benar masuk dalam tahap serius terikat tahun ini. Tapi takdir berkata lain. Manusia yah memang hanya bisa merencanakan, menguatkannya melalui doa dan usaha. Tapi ya yang namanya jodoh itu diluar kuasanya manusia, bahkan hubungan yang mereka bina bertahun-tahun pun tidak menjamin apa-apa. Sangat disayangkan, tapi yah mungkin itu yang paling baik buat mereka.

Sekarang saya jadi kepingin ketemu si senior, mau melihat apakah dia pun sudah sebahagia si junior malam ini.

---
dua maret dua ribu tiga belas,
menjelang tidur sepulang dari J-co bertemu Al dan teman2(nya)

2 comments:

  1. tidak ada LDR yg abadi. Mereka pasti berakhir. Kalau bukan di nikahan, ya... di pasangan masing2...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.