Powered by Blogger.

Ke Pare..

perjalanan ke Pare..

Rasanya pengen travelling singkat, mengunjungi tempat yang tak begitu jauh dan budget yang tak seberapa mahal. Niatan tersebut saya sampaikan ke Musda pada satu obrolan kami, dan saya dapat ajakanlah untuk sama-sama menghabiskan weekend di kota Pare, Sulawesi selatan.

Besoknya saya ceritakan ke Sule, saya akan ke Pare kampung halamannya. Saya beruntung, ternyata si Sule pun berencana pulang kampung bersama istri jadi saya bisa sekalian nebeng pulang perginya. Gratis. Haha ;)

Sabtu (22/6) sepulang kantor kami bergegaslah menuju Pare. Sepanjang jalan sepi, dan tumben-tumbennya juga Sule tidak ngebut-ngebutan seperti biasa. Kami menikmati perjalanan dengan membahas soalan peluang-peluang bisnis dan investasi, haha.. belakangan bahasan saya sangat duniawi sekali dan akan semakin menjadi-jadi ketika bertemu dengan orang-orang "setipe", yah salah satunya seperti istri Sule.

Kami meninggalkan Makassar sekitar pukul satu, dan tiba pukul tiga. Orang-orang yang sudah menunggu kedatangan saya di Pare terkaget-kaget, kok cepat? Hmm.. ya memang cepat karena jalannya lowong, padahal Sule menyetir tak seberapa kencang. Setelah didrop, kita pisah dan akan ketemu besok saat pulangnya.

Menghabiskan weekend dimulai; Bertemu Musda, dikenalkan dengan dua orang temannya yang sebelumnya sudah saya kenal baik: Kak Jun dan Mas Dwi. Terlibat dalam obrolan menyenangkan, dan waktu berlalu cepat. Sampai tiba waktunya Kak Jun mengantarkan saya dan Musda kembali ke kost-an. Bersih-bersih dan keluar lagi cari makan di mie kungfu, karaokean dan pulang untuk istirahat dan benar-benar bisa tertidur pada pukul tiga dini hari. Haha, yah.. kami seperti teman yang bertahun-tahun tidak ketemu, sampai setiap waktu yang kami lewati sama-sama sangat padat obrolan tentang diri kami masing-masing, padahal tiap hari juga kontek-kontekan via Line, Sms atau telpon. 

Besoknya (23/6), bangun tidur saya disekap dikamar. Padahal cuman malas keluar, semua yang disajikan Pare adalah Makassar level sederhana. Sama saja. Lebih menyenangkan menghabiskan waktu dikamar, ngobrol lagi, ketawa lagi sampai saat Sule datang menjemput. Kemarin kak Jun sempat bilang kesaya "kalau Syam tidak dijamu dengan baik sama Ifa.. ambil nomer saya, telepon saya ya.. nanti saya yang telfon ifa" Yes yes! Saya tuan puterinya disini, makanya saya bisa menganiaya Musda (Ifa) setiap kali saya ingin makan sesuatu.. tentunya dengan membawa2 nama Kak Jun. Peace!

Pukul satu lebih Sule dan istri sudah datang menjemput. Waktunya pulaaaang, sebelumnya kami mengantarkan Musda dulu kepangkalan mobil yang akan membawanya juga pulang ke Sidrap. Sebelum magrib saya sudah sampai dengan manis dirumah, kebenaran sedang ngumpul ngopi-ngopi.. saya bawa roti dari Pare, jadi bisa langsung dinikmati. Mama saya bertanya, sudah segar? Alhamdulillah..

Weekend kali ini menyenangkan untuk saya. Banyak hal yang membuat saya harus semakin yakin bahwa hidup itu ya memang dirancang menyenangkan, bagaimanapun kondisinya. Akh, saya begitu merindukan seseorang yang pernah banyak memberi saya kesenangan-kesenangan sederhana, kemudian saya sms singkat padat dan jelas. Merebahkan badan dan tertidur pulas, capeknya baru terasa.

~sym

6 comments

  1. jadi pengen jalan-jalan deket-deket sini. kurang nih fotonya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, segerrr emang..
      mo jalan ato sepedaaan ???

      hahay

      Delete
  2. Saya tidak di sms...dilupa maaaaaa....*sedih

    ReplyDelete