Powered by Blogger.

{Bara} selamat datang!


Perjalanan dari jeneponto menuju bulukumba lancar jaya, masih terlalu pagi jadi jalanan pun masih sangat sepi. Kami hanya sekali singgah di alpamart merampok cemalcemilan untuk persediaan menggelandang selama dua hari di kampung orang.

Untuk menuju pantai bara kita harus memasuki kawasan wisata tanjung bira terlebih dahulu, biaya karcis perorang 10.000IDR, dalam mobil kami ada enam orang tapi sama bapaknya kita dikasih diskon gratis satu orang tanpa alasan jelas. Hehe.. pantai bara sebenarnya adalah objek wisata yang belum begitu terkenal, tapi setelah saya melihat foto-fotonya diinternet saya ingat betul beberapa tahun yang lalu saat liburan di pantai bira, seorang guide membawa saya dan teman-teman kesatu lokasi pantai yang tidak ada siapa-siapa selain kami. Persis! Jadi tanpa musti banyak tanya-tanya saya dengan pedenya bilang kalau saya tau tempatnya. Saya guidenya, haha..

Setelah melewati loket pembayaran karcis, kita masuk kekawasan pantai bira. Pada belokan pertama disebelah kanan, tepatnya didepan lapangan besar. Kita harus menempuh perjalanan tanpa aspal berkilo-kilo meter, sampai mentok dan melihat pantai, kita melewati banyak rumah-mesum dulu, pepohonan kering, dan hutan yang kanan kiri dipasangi plang: tanah ini dijual. Untuk yang baru pertama kewilayah ini pastinya ada kesan ngeri, dan kalau bisa mending putar balik saja. Tapi tenang saja, karena didepan sana bara dengan segala keindahannya menanti.

Jalan menuju Bara

Pantai Bira dan Pantai Bara sebenarnya masih satu gugusan, kalau pantai bara identik dengan pohon-pohon kelapa yang menjulang tinggi di tepi pantainya di pantai bira justru sibuk dengan lapak penjual, pelampung, banana boat dan perahu-perahu yang menunggu penumpang. Untuk menuju ke pantai Bara selain melalui jalan kecil yang saya maksudkan diatas, juga bisa dengan menyusuri pantai bira kearah barat saat kondisi pantai sedang surut.

Selain lokasinya yang cukup terisolasi, penginapan di pantai bara pun masih terbilang susah. Paling terkenal adalah Bara beach bungallow and restourant, penginapan yang terletak diatas tebing karang, harganya tergolong mahal satu kamar 800.000IDR semakin kedepan harganya pun semakin mahal, penginapan ini hanya menyediakan 6 kamar, restoran dan kanopi-kanopi yang dijejer menghadap ke arah pantai. Untuk kalian yang suka dengan suasana yang tenang, saya jamin akan jatuh cinta dengan tempat ini.

Tiba di Bara Bungalow, sule dan ichal sibuk dengan acara cari kamar. Sementara saya, langsung kabur ke pantai!!!

 
 

Sialnya, kami butuh dua kamar tapi ternyata hanya ada satu kamar kosong. Alhasil kami hanya ngambil satu kamar dan satunya lagi ambil dipenginapan sebelahnya, yah harganya beda tipis tapi fasilitasnya sangat jauh berbeda. Bara bungalow dipelihara oleh Ibu shinta, perempuan berdarah medan yang nikah dengan orang jerman. Sepuluh tahun yang lalu, suaminya yang menemukan pantai ini, saking terpesonanya kemudian membeli tanah dan membangun vila pribadi yang sekarang disewakan dan dikenal dengan Bara beach bungalow. Suaminya sudah meninggal, si Ibu ini tinggal bolak balik Bulukumba - Jerman bersama anaknya, Steven. 

 
 
 

Keren ndak? akh... pengsan!

1 comment