Jomblo

November 12, 2013

Saya masih ingat jelas, judul buku yang pertamakali saya baca dan tamat diluar buku pelajaran sekolah/kuliah dan komik adalah Jomblo! Buku berjenis novel komedi romantis. Punya Odhani. Yang dipinjam oleh kak Igu terus dikasih kesaya; baca dan bedah, perintahnya. Perintah? Yah perintah.. perintah seorang mahasenior untuk juniornya yang baru saja sebulan merasakan kerasnya dunia kemahasiswaan.

Saya yang waktu itu ndak tau dan ndak suka baca. Saya yang waktu itu pemalu dan tidak tahu bagaimana bicara depan banyak orang, apalagi menjelaskan. Saya yang tidak suka ditonton. Saya yang bahkan masih harus jalan dengan kepala tertunduk saat melewati koridor kampus. Akh, petaka! Dan waktu berlalu. Satu minggu kemudian, tibalah waktunya saya "pentas", saya mulai membedah jalan cerita, tokoh dan pesan yang coba disampaikan oleh novel jomblo. Tidak begitu mulus, tapi senyuman-senyuman manis itu dan tepukan tangan itu tetap untuk saya. Huftttt. Walau kaki belum bisa benar-benar terasa berpijak, atleast saya merasa hidup. Masih hidup. Haha.. #lebayatun

Siapa sangka, novel Jomblo dan keisengan mahasenior saya; kak Igu waktu itu seolah menjadi pintu datangnya banyak judul-judul lainnya. Saya jadi suka baca, baca dan baca. Seperti orang yang haus ilmu, haha.. tidak hanya stuck pada genre novel saja, saya mulai membaca dan menikmati buku-buku tanpa tokoh dan jalan cerita. Mulai mengumpulkan recehan untuk membeli buku. Tukar-tukaran buku. Sampai-sampai kalau saya ulangtahun, satu minggu sebelumnya saya sudah melakukan aksi membujuk sahabat-sahabat saya untuk dihadiahi buku saja.

Tapi sekarang, tepatnya dua tahun belakangan ini saya kehilangan selera sama yang namanya buku. Tiap bulan tetap ada anggarannya, tetap dibelanjakan juga untuk beli buku, tapi boro-boro dibaca tuntas, malah ada beberapa buku yang tergeletak cantik dengan plastik dan barcode harga yang masih sempurna. Sempat coba-coba ikut komunitas baca Makassar, motivasinya biar nafsu baca bisa kepancing lagi tapi nihilll.. ya iyyalah, orang kalau mereka kopdar saja saya jarang ikut gegara jadwal yang selalu tabrakan dengan jam kerja saya, atau sekalinya bisa ikut eh malah dilanda malaseee.

Malah jadi curhat ini. Hehe.. kembali ke Jomblo. Oia, kenapa saya tiba-tiba keingat lagi dengan nostalgia Jomblo ini? Karena hari ini ternyata genap 10 tahun Novel Jomblo nangkring tjantik dirak toko2 buku, tadi lihat bocoran di blognya mas Aditya Mulya yang juga adalah penulis novel ini. Mas Adit ini penulis yang (katanya) tjakep, eh.. bukan-bukan, Mas Adit ini adalah penulis yang selalu mengaku ganteng dunia akhirat mau mati mau idup tetap saja ganteng. Haha, ya begitulah dia selalu memperkenalkan dirinya pada beberapa tulisannya. Tapi lebih dari itu, saya ngefans sama mas Adit karena dia tipikal Suami komedi romantis. Persis kayak buku-bukunya. Gokil iya, romantic iya. Haha..

#makinrandom

Selamatlah buat Jomblo. Dulu, saya sukaaaa sekali dengan jalan ceritanya. Sampai dibuat filmnya pun masih tetap suka. Itu 9 tahun yang lalu loh. Sekarang, buat saya sudah masuk kategori kisah absurd. Maap mas Adit. Pengaruh umur mungkin yah, sudah kenyang asamgaram dunia sukamenyuka alias dunia percintaan. Gayeluuuu :p

Kalau kamu tinggalkan dia karena ingin mendapatkan yang lebih baik lagi, kenapa tidak suatu saat kamu pun akan meninggalkan aku dengan alasan yang sama. (Lani, selingkuhan tokoh Ringgo)

#bestsceneeveronjomblonovelandthemovie
#kemudianhening

You Might Also Like

6 Comment

  1. jomblo itu lawan katanya apa ya mbak? Hehe...
    Blm pernah baca bukunya saya Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lawan katanya: tidak jomblo
      bukunya biasa sih, tapi lumayan sanggup bikin ngakak ;)

      Delete
  2. udah 10 tahun ya? berarti waktu nonton pilem jomblo di tipi itu taun berapa yak? berasa baru kemarin nontonnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. 10 tahun itu bukunya, tapi saya bacanya 2004 waktu awal kuliah dulu. kalo filmnya rilis tahun 2006, ya udah lama sih.. kalo masuk tipi lupa saya :)

      Delete
  3. jangan kelamaan jomblo bikin ceritanya lagi ya

    ReplyDelete

Instagram