Powered by Blogger.

Malammingguan depan TV

Malam minggu ini saya habiskan dirumah saja, nyante-nyante. Dirumah juga lagi sepi sih, cuman ada Mama'i yang lagi sibuk dengan acara permak Gordennya dan Jannah yang juga lagi sibuk dengan bahan kuliahnya besok. Saya? Sibuk pencet-pencet remot TV.

Bicara tentang TV, khususnya acara-acara yang ditayangkan pas malam minggu seperti ini benar-benar membosankan. Disemua channel loh. Dirumah saya ndak langganan TV kabel jadinya cuman bisa menjangkau siaran-siaran skala lokal dan nasiojal saja, yang kebenaran sedang menayangkan hal-hal absurd (menurut saya). Mau nonton DVD juga ndak ada film baru, jadinya saya hanya nonton parade iklan dari satu channel ke channel lain. Walau cuman fokus sama iklannya, saya tau semua tayangan statiun TV disaat-saat primetime dimalam minggu ini. Sempatlah parkir semenit dua menit.

Disalah satu stasiun tv lokal, ada pak brewok lagi memuji-muji kinerja pak kumis yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya. Kalau ingat perang politik yang lumayan menganga selama tahun 2013 ini, saya cuman bisa berkomentar: Duniah oh dunia, panggung sandiwara. Kebenaran acara saling lempar pujapuji itu memang disiarkan langsung diatas panggung megah dengan background landmark kotaku tercintah.

Pindah channel nomor selanjutnya, dapat acara yang lebih absurd. Bahkan acara yang seperti ini ada di dua channel yang berbeda. Entah konsepnya apa, pembawa acaranya keroyokan, menertawakan hal-hal yang mungkin awalnya lucu, tapi makin lama makin membosankan, joget-joget. Sebenarnya saya mau bicara hati kehati sama produsernya, mau bilang "om.. om.. sesuatu yang selalu berulang-ulang itu jatohnya membosankan loh. Saya bosan. Ampun" tapi rating berbicara lain. Acara semacam ini makin jaya dan makin menjamur distasiun-stasiun TV lain. Selera nusantara.

Oke, pindah ke channel lain lagi. Sinetron! Tidaaakkk.. saya selalu gemesss liat sinetron. Liat orang yang diset baik pakai banget, dianiaya diam. Disiksa diam. Disakiti diam. Oh Tuhan, kenapa kesannya orang baik itu adalah orang yang menerima dilakukan semena-mena tanpa ada sedikitpun pembelaan diri atau perlawanan? Saya gemessss.. pindah channel, makin absurd. Huft.. anak-anak ituuu, yang setiap malamnya ada dalam adegan berkelahi, silat-silatan pake terbang kesana kemari, entah apakah memang cita-cita mereka mau jadi artis, apakah memang sudah mengerti fee/duit, ataukah ego orang tuanya. Kasihan kakak! Diusia dimana semestinya mereka bermain sekreatif mungkin untuk mengembangkan potensi otak, jiwa dan personality mereka, eh malah terkungkung oleh berlembar-lembar script kejar tayang. Apa coba bedanya anak-anak yang setiap malam ada diserial TV itu dengan anak-anak yang setiap hari ngamen dilampu merah? Selain gengsi tentunya.

Dichannel lain pun tak kalah tidak menariknya. Acara lawakan, film pendek semi horor, apalagi yah??? Hmm.. oh iyya ada juga acara talkshow yang mbahas soal lingkungan sementara pembicaranya menurut saya ndak begitu pantas berbicara dan berkomentar banyak mengingat dosa masalalu beliau yang belum tuntas-tuntas. Trauma orang-orang pun belum sepenuhnya pulih.

Sementara channel yang biasanya jadi favorit saya, ternyata sedang menayangkan orang-orang yang kedengarannya/kelihatannya begitu care dengan negara ini. Tapi saya suka ilfeel dengan orang yang banyak bicara, cuman bisa berkomentar pakai teori ini teori itu, mengarahkan opini publik, sindir menyindir, menunjukkan rasa yang seolah-olah tidak lagi ada sisa-sisa respect untuk Bapak kosong satu negara tercinta ini. Petaka! Mungkin saya awam dan tidak sama sekali mengerti dengan kerumitan-kerumitan negeri ini, entahlah, saya hanya merasa belum begitu sempurna untuk semerdeka itu menilai orang lain secara personal. Yah, hanya orang sempurna barangkali yang merasa bebas untuk menilai bahkan cenderung menjatuhkan dan menertawakan. Menganggap diri lebih baik dan lebih mampu. Mungkin.

Acara pencet-pencetnya selesai. Matikan TV. Ambil oblek, nulis.. TV dan social media, entah kenapa belakangan ini menjadi dua hal yang begitu membosankan untuk saya. Palsuhhh!

Malam minggu oh malam minggu
Riwayatmu kini, haha..

posted from Bloggeroid

2 comments