Maros : Piknik di Empang

Jadi, ceritanya kemarin saya dan teman-teman cokro dapat undangan makan siang di Maros. Tidak dalam rangka apa-apasih, hanya pak Anto salah satu driver cokro sedang panen ikan bolu (bandeng) besar-besaran! asyiikkk.. makanya kita diajak makan ikan gratissss langsung dari empang. Alhamdulillah, nikmat ini, rejeki ini.

Jam sebelas lebih kami sudah siap-siap menuju Maros, saya ngikut ke mobilnya pak rahman karena rumahnya searah dengan rumah saya, jadi bisa sekalian nebeng pulang #modus. Selain saya ada fuad, oda dan ama, anak mudayya ngaseng ;)))

Dijalan tol, menuju maros!

Maros dalah kabupaten yang berbatasan langsung dengan utara makassar. Salah satu kabupaten yang sedang berkembang di Sulawesi selatan. Bisalah ditandai dengan mulai banyaknya developer yang mengincar tanah-tanah di Maros, pembangunan ruko dan perumahan dimana-mana. Selain itu tahun 2011 kemarin, kantor saya pun membuka satu cabang besar dijalan poros Maros, jumlah penjualan unit perbulan bersaing dengan cabang-cabang senior. Yang banyak dikenal dari maros adalah Bandara International Sultan hasanuddin, air terjun bantimurung, roti maros dan jalangkote 189 #visitsulsel

Jarak dari makassar - maros tidak terlalu jauh apalagi kalau lewat tol, paling tiga puluh menit juga sudah sampai. Mobil kita singgah Dzuhur dulu, lalu melanjutkan perjalanan. Sempat nyasar sedikit karena salah belok waktu dipertigaan Barandasi. Jam satu siang akhirnya kita sampai juga, parkir depan rumah orang, dibelakangnya sawah luas membentang nah jadi bingung deh acara bakarbakarannya dimana ya? tapi dari kejauhan ditengah sawah sana terlihat ada asap yang mengepul.

Ternyata untuk menuju lokasi inti acara (cie...) kita musti ngetrack jalan kaki dulu, entah berapa jauh tuh jalannya pokoknya jauh, panas bambang allo, fiuhhh! perjuangan mendapat nikmat memang tidak pernah mudah, hehe.. belum lagi kulit kembali sempurna setelah panas-panasan di Bara seminggu lalu, ini musti kembali panas-panasan dengan view yang berbeda: sawah, empang, langit dan gunung. Indah ya Allah..



Setelah menempuh perjalanan kaki panjang, tibalah kami ditenda biru. haha, sampai juga.. waktu kita sampai sudah banyak anak cokro lainnya yang lebih dulu santai-santai menikmati cemalcemil plus es buah, surga! pelepas dahagaa abis panas-panasan bok. Ikannya masih sementara dalam upacara bakar-bakar, segar sekali kelihatannya. Diempang tidak hanya ada kami, keluarga pak anto pun banyak yang sedang kerja bakti melayani kami, jadinya bukan lagi judulnya acara bakar-bakar ikan tapi makan-makan ikan, orang kita cuman datang, duduk cantik, dan tadaaa... ikan bakar, racak mangga, sambal goreng, sayur bening plus nasi putih sudah terhidang acak-acak. Iyah, acak-acak karena kita makan pun acak-acak. Buka lapak dimanapun kita mau, ada yang makan berdiri karena takut udangnya dirampas, ada yang jongkok-jongkok karena terlalu malas buka sepatu masuk dalam tenda, haha.. saya suka dengan pemandangan amburadul kayak begini. Saya sebut ini hidup!

 

Saya makan dua ekor dong tapi berdua sama ama, satu ekor pakai nasi sedikit dan satu ekornya dimakan-makan begitu saja dengan mangga dan sambal. Kalap, haha.. ada yang bisa makan empat bahkan. Gila nggak tuh! Ikan bolu ini sama dengan ikan bandeng, banyak sih orang yang tidak suka makan karena kadang masih ada rasa-rasa lumpurnya walau sudah diolah, tapi itu sebenarnya tergantung bagaimana mengolahnya, bolu pak anto ini segar dan tidak ada rasa lumpurnya sedikitpun, tulangnya juga ndak banyak. Kalau orang makassar bilang, assipa'na, nyamangi karaeng :)

SMP, sudah makan pulang. Jam dua lebih kita langsung pulang meninggalkan empang, cuman bisa bilang terimakasih sama ibu-ibu, bapak-bapak dan adek-adek yang juga ada disana. Puas, kenyang, alhamdulillah.. tapi musti ngetrack lagi sampai ke parkiran. Foto bareng dan cuss!

Sebagian rombongan, panaassss... itang dia semua :p

Pas sampai jalan poros, mobil kami malah belok kiri sementara yang lain ke kanan menuju makassar. Kita sepakat mau beli dange biar bisa bawa pulang apakek sampai dirumah. Ya sudah jalan terus-terusss, Ashar dulu dipangkep. Terus lagi sambil ngobrol-ngobrol dan tau-tau sampai di Barru. Kalau terus-terus lagi, bisa sampai Pare, tapi kita putar balik takutnya kemalaman sampai makassar. 


Di pangkep kita singgah icip-icip jeruk bali, terus di barru icip-icip dange. Putar balik, dipangkep kita singgah lagi icip-icip jagung rebus. Ini lapar, doyan atau apa? kita makannya cuman sedikit kok, cuman coba-coba saja, yang banyak itu bungkusannya. Haha.. dan seperti kata pepatah: banyak teman banyak rejeki, semua bungkusan itu ditraktir sama pak rahman, mulai dari bungkusan jeruk bali, bungkusan jagung rebus, sama dangenya. Alhamdulillah..

Sampai makassar, sudah maghrib. Pulang-pulang bawa kantongan banyak, isinya hasil alam pula, ditanya darimana? dari hopping kabupaten! Makassar-Maros-Pangkep-Barru :)))

ps. sebagian gambar ditake pake hape oblektercinta, ada yang pernah tanya "itu hape atau remot AC? sial!

A blogger who inspired by people, book and music. Loved to Expressing myself through my story and photograph.

2 comments:

  1. Kalau gak salah di maros ada bebatuan karst kan..? Kenapa gak sekalian difoto..?

    ReplyDelete