Powered by Blogger.

Homefront

Film ini sadis. Jujur saya dibuat shock dan ketakutan nonton film macam ini, hantam-hantaman, bunuh-bunuhan. Ergh!

Coba tebak, pelajaran apa yang saya bisa tangkap dari film ini? Tak lebih dari, kalau ada anak-anak yang main dan bertengkar orang tuanya ndak usah masuk-masuk dan ikut campur. Bukannya menyelesaikan masalah, justru hanya memperbesar masalah saja. Anak-anak belum ngerti dendam. Mereka mudah untuk lupa kemudian berbaikan kembali.

Kata musda, itu terlalu dangkal. Haha..

Terserah deh yah. Saya kebanyakan menutupi mata pakai jilbab soalnya, tapi saya lihat dua adegan yang menjadi nyawa dari film ini, tentunya dari kacamata penikmat drama seperti saya. Teteuuuup ya :)

Pertama. Saat sang ayah masuk kemarkas musuh yang didalamnya banyak komplotan penjahat. Tadinya sang ayah bisa begitu saja kabur setelah memporakporandakan markas musuh, tapi karena ingin menyelamatkan kucing anaknya yang dicuri, yah bukan pada kucingnya, tapi kecintaannya pada puteri sematawayangnya yang begitu menyayangi kucing itu hingga dia kemudian berbalik saat mendengar suara kucing mengeong, dan disaat itulah dia dilumpuhkan hanya dengan satu bogem dikepala, kemudian diikat, dihantam rame-rame, dikeroyok, walaupun terlihat sudah setengah mati tapi pada akhirnya si ayah bisa lolos juga. Tentunya dengan muka benjol-benjol. Sadis.

Kedua. Adegan yang, ehem, sukses membuat kacamata saya basah. Saat si puteri memohon-mohon dengan sangat, dengan teriakan yang benar-benar terlihat dan terdengar tak berdaya. Dalam adegan itu mobil si ayah terbalik diatas jembatan waktu kejar-kejaran dengan musuh yang menyandera si puteri. Saat musuhnya keluar dan akan menembaki ayahnya yang sedang dalam kondisi paling lemahlah dia teriak-teriak penuh emosi. Sumpah yah, nih anak akting nangisnya touching maksimal. Tapi namanya jagoan, akhirnya penjahatlah yang berhasil dilumpuhkan oleh si ayah. Mukanya teteppp benjol-benjol berdarah.

Film ini bener-bener sadissssss. Lebih sadis dari lagu afgan!

Tapi juga romantis, kita disuguhi kisah cinta ayah dan puterinya yang berusaha menyelamatkan hidup satu sama lain.

posted from Bloggeroid

7 comments

  1. aduh mas Jason Statham ini idolaku banget.. tapi kalau sesadis itu, kayaknya aku juga takut mau nonton hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nontun dulu aja mbak nop, mungkin reviewnya saya saja yg berlebihan, maklum not my genre soalnya.

      haha..

      Delete
  2. Wah, masih mending waktu dia jd kurir dong... tp cuplikannya kliatan seru juga...

    ReplyDelete
  3. penasaran sama film ini,kk. ehh nda tayangmi d sini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hunting dvd saja, ato donlot, haha.. biasanya kl dikampus wifi bertebaran toh, gratis pula.

      :p

      Delete