Powered by Blogger.

Maros : Family outing at Bantimurung waterfall


Liburan kali ini disponsori oleh omdantante saya, saudara Bapak, dalam rangka syukuran, melepas nasar. Tapi liburannya sedikit terganggu karena tante saya lainnya malah jatuh terpeleset dan terpaksa dilarikan kerumah sakit terdekat. Sempat di-infus juga. Innalillah. Liburan yang lumayan bikin cemas. Tapi jempol untuk petugas-petugas di kawasan wisata alam Bantimurung (Maros, sulsel) ini, cepat tanggap, HTM kekawasan ini terbilang mahal, harga untuk wisatawan lokal 20.000IDR untuk wisatawan asing 50.000IDR, ternyata sudah termasuk dengan asuransi liburan. Makanya, tante saya langsung mendapatkan perawatan yang cukup baik, dikasih bekal obat pula, dan semuanya gratis.

Tapi liburannya tidak langsung dibubarkan, sudah jauh-jauh, banyak bocah juga yang dibawah. Sambil menunggu tante yang harus bedrest plus di-infus selama 3 jam di RS ditemani omdantante "tuanrumah" acara, yang bocah-bocah diserahkan sepenuhnya dibawah pengawasan mama, dan saya. Dari rumah sudah siap nyemplung, basah-basahan, okelah, jadinya basah juga, tapi bukan karena main air tapi karena hujan-hujanan. Ndak papa, romantic. hehe.. Hujan seharian bikin jalan becek dan licin, debit air terjun kencang, airnya kecoklatan. Agak riskan sih, musti ekstra hati-hati dan pastinya harus lebih awas jika membawa anak-anak.



Wajah bantimurung benar-benar banyak berubah. Dalamnya makin keren, perbaikan, pembangunan disana-sini cukup nampak kalau wilayah ini merupakan kawasan wisata yang cukup menjual dan menarik banyak perhatian wisatawan lokal/asing. Cuman itu dia, diluarnya makin banyak penjual souvenir kupu-kupu yang diawetkan dalam pigura cantik. Saya rasa, penjualnya pun akan tetap membandel jika perdagangan macam ini tetap saja dilegalkan oleh pemerintah setempat, dan akan semakin menjamur karena peminatnya cukup banyak.

Mymommy, jadi mentri urusan kesejahteraan. PJS.
Kumpul bocah
Sepupu ganteng, sepupu cantik, bagayana ngaseng --"
Me and Mom
Om saya, tampak galau, isteri kakaknya celaka. Sa'bara'ki.

Yang keliatan paling khawatir pastinya om saya, dia lelaki dewasa sendiri dalam rombongan. Sisanya, ya bocah-bocah. Kakak-kakaknya ndak bisa ikut serta, kalau Bapak lagi diluar kota. Jam 3 kita dijemput lalu kembali jemput si-tante, alhamdulillah sudah baikan, tadi waktu jatuh tante pingsan, pelipisnya sobek gara-gara ketusuk kacamata yang patah, pahanya memar, kakinya bengkak, tapi sudah diurut juga. Sudah kembali baik.

Liburan yang cukup menegangkan, apalagi pas jalan pulang, om saya terkantuk-kantuk, dan diantara kami cuman dia seorang yang bisa nyetir. Okeeeehhhh, perasaan waswas sepanjang jalan pulang sukses jadi pelengkap dan penutup sempurna.

:)))

2 comments

  1. Makasar ke Bantimurung itu jauh gak sih mbak :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. dekat, bandaranya kan di Maros.
      kalau dari tengah kota lewat tol nyame maros paling empat puluh menitan.

      Delete