Powered by Blogger.

Bibit sunflower dari Jogja

Diminggu ke-4, sunflower saya mati. Hampir setiap hari saya mengamati mereka dua kali dalam sehari, memastikan mereka tetap hidup dan bertumbuh, diminggu ke-3 daunnya menguning, mungkin karena kurang sinar matahari, setiap kali berangkat kekantor saya pesan ke Mama, minta tolong kalau sudah lewat jam sembilan sunflower saya dijemur biar dapat gizi untuk pertumbuhannya, tapi boro-boro dipindah keluar, hujan terus-terusan mengguyur Makassar, hampir seminggu seperti itu dan akhirnya mereka mati.

Kecewa sama diri sendiri, setiap kali melihat pot yang isinya tersisa tinggal tanah, selalu saja merasa diri ndak becus dan sama sekali ndak berbakat dalam hal tanam-tanaman. Kapok sih. Tapi saya selalu ingat pesan Bapak tempat saya belanja bibit sunflower kemarin, semoga berhasil, seolah-olah menanam bunga/buah/tanaman mulai dari menyemai bibit merupakan satu tantangan yang tidak semua orang bisa selesaikan dengan sempurna. Saya, jelas gagal.

Kekecewaan saya tidak begitu berlarut-larut, saya diserang kesibukan closing akhir tahun, tidak ada lagi cerita dipagi hari saya siram tanaman dulu sebelum mandi dan berangkat kekantor, diakhir pekan pun saya totally bedrest. Tidur seharian, jangankan siram tanaman, siram badan sendiri saja malas. Sedikit demi sedikit saya mulai lupa dengan cita-cita sederhana saya, punya sunflower sendiri.

Dan kemarin siang, pesan singkat dari nomor asing mendarat manis diponsel saya:

Saya baru tiba hari ini di Makassar. Ada saya bawa bibit sunflower, sebentar malam saya kasih nah.

Waktu saya membaca pesan itu, saya sedang mumet-mumetnya mengantri di rumah sakit dan seketika senyum saya mengembang, nomor asing, tapi saya tahu jelas siapa pengirim pesan tersebut. Uceng!

Setelah kirim-kiriman pesan dan kabar baik, kami sepakat untuk bertemu malam itu juga, bertransaksi, dia memberi saya bibit sunflower dan saya memaksa menunaikan janji saya untuk mentraktir dia mumpung dia lagi di Makassar, sudah lama sekali sebenarnya, terakhir kita ketemu waktu tahun 2011 bersamaan dengan berakhirnya masa magang dia dikantor. Waktu itu dia masih anak kuliahan culun, tapi baik sama saya, sama siapa saja dikantor, makanya kita tetap menjaga komunikasi, yah walau tidak begitu intens tapi cukup berkualitas. Sekarang dia sudah kece, anak esdua di-UGM, rantauan Jogja.. cie cieee..

Saya mengajak my bestpartner in crime, Mr. sulbroh untuk menemani saya. Uceng ini junior dia dikampus dulu, jadinya pasti bisa nimbrung dengan sempurna, sekalian ada yang antar juga kan #modus. Haha.. saya sama Sule datang ontime, kantor kami dekat dari TKP, jamtujuh teng uceng sms, posisi masih dijalan, terjebak macet gegara hujan belum juga reda. Asyik ngobrol sama Sule, eh tau-tau Uceng sudah ada dibelakang saya, lalu menjabat tangan Sule dan saya cuman kebagian senyum manis saja. Aiiihh, long time no see..

Belum juga duduk sempurna, saya disodorkan amplop putih, ada nama aseli uceng disitu sebagai penerima. Bibit? Iya, jawabnya. Ouwh, beli online? Iya, jawabnya lagi. Haha.. anak baik. Saya masih ingat, kurang lebih empat bulan lalu kita pernah ngobrol di-line, saya bilanglah kalau lagi suka dan mau tanam sunflower dan kalau bisa dicarikan bibit di Jogja karena susey cari di Makassar sini. Dia tidak menolak atau mengiyakan, hanya memastikan dia tidak menjanjikan apa-apa untuk saya. Saya pun bilang tidak akan konfirmasi kembali tentang sunflower ini, tidak akan menunggu juga, yah kalau memang ada tinggal dibawakan sajalah. Obrolan sederhana sebenarnya, tapi eksekusinya bikin saya jadi salut plus sumringah karena ternyata dia ingat semuanya, dia beli bibit sunflower, dan tanpa pernah konfirmasi kembali tau-tau menyampaikan langsung setibanya di Makassar. Wajar kalau saya terkejut.

Katanya di Jogja dia ndak nemu bibit sunflower makanya dia pesan online dari Magetan. Niatttt amatt beroooh!! contoh junior taat dan berbakti ini, haha.. Satu amplop isinya lima, empat sunflower dibagi rata, dua untuk saya dan dua untuk dia yang katanya mau dikasih ke Ibunya yang juga hobby tanamtanam, satu lagi ada free bibit morning glory dikasih kesaya, lembar tutornya juga dikasih kesaya tapi terlebih dahulu difoto sama dia, saya pun berpesan, tanam sunflowernya nanti lepas musim hujan saja takutnya tidak bisa tumbuh sempurna, salah-salah malah bisa sampai mati kayak punya saya yang kemarin.

Sepeninggal Sule yang musti pulang duluan gegara ditelpon sama isteri tercinta, kita sempat ngobrol-ngobrol banyak, dan saya selalu suka mendengarkan dengan khidmat jika seseorang menceritakan banyak hal tentang keluarganya, menceritakan tentang cita-cita dan impiannya dimasa datang, hal-hal yang menjadi prinsipnya dan banyak lagi yang bagi sebagian orang menganggapnya terlalu lebay, hehe.. entahlah, bagi saya ini menarik. Ketimbang duduk bersama dengan pikiran yang jauh kedalam dunia dibalik layar datar.

Saat mengantarkan saya pulang, sebelum turun dari tumpangan, Uceng sempat mengucapkan: Sampai jumpa lagi, yang entah kapan.. haha, saya cuman balas dengan senyum dan ucapan terimakasih kemudian menutup pintu. Entah kenapa statement tersebut begitu terngiang-ngiang dan lucu saja kalau diingat lagi. Sama seperti statement yang dia ucapkan sewaktu dia curhat tentang cewek yang terkadang masih saja membuatnya galau, saya menyemangatinya dengan ucapan klasik; jangan memaksakan, toh kalau jodoh pasti ketemuji itu. Dan dengan santainya dia menimpali saya, iya-yah kalau jodoh pasti akan ketemuji itu di pelaminan, entah sebagai pengantinnya atau tamu undangan. 

Wakakaka.. iya benerrrrr! Uceng Pongoro :p

Yang pasti sekarang, saya kembali semangat dong tanam sunflowernya.. tapi nantilah setelah saya lepas beberes segala kesibukan yang akhir-akhir ini bikin mabok tapi bahagia, lepas musim hujan pula. Untuk acara tanamtanaman kali ini saya akan lebih telaten dan cerdas lagi. Sunflowernya musti benar-benar bisa tumbuh menguning menantang matahari. Amin..

Thanks berat ceng ^^/

4 comments

  1. iyaaa mauka juga tanamki sunflo kak. kalo sekarang nda berani hujan terus bela... tawwa dapat bibit geratis

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, nanti kalo sunflomu dah muncul saya dikenalkan ya :)

      Delete
  2. bunga matahari kalau musim penghujan ini mesti jarang kena sinar matahri tapi bisa bisa bunganya akan mati tentu saja

    ReplyDelete