Powered by Blogger.

(Mencoba) belajar hidup sehat

"do something today that your future self will thank you for"
~Unknown

Apa usaha kamu untuk membuat hidupmu menjadi lebih berkualitas? Mungkin salah satu jawabannya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, okey, dipostingan ini saya tidak lantas menjadi motivator kesehatan atau personal trainer, saya hanya ingin membagi pengalaman dan pengetahuan saya yang tidak seberapa tentang bagaimana membuat hidup menjadi lebih berkualitas.

Pada satu hari minggu, saya nonton TV dengan memutar channel secara acak, hingga tidak sengaja saya menemukan Reza rahardian sedang dalam satu perbincangan dengan seorang pembawa acara di metrotipi, saya belum ngeh dengan tema yang mereka bicarakan, saya hanya fokus ke rezanya, haha.. Reza itu pesonanya bisa bikin mimisan! *okay ini lebay*

Dr. Tan shot yen
Setelah si-host puas tanya-tanya ke Reza, pada segmen selanjutnya didatangkan seorang perempuan keturunan cina, Dr. Tan Shot Yen, ini pertama kali saya melihat beliau dan saya langsung dibuat terpukau. Saya suka dengan orang yang punya aura positif lebih, yang gaya bicaranya penuh dengan lonjakan semangat, you rock madam! Saya yang nonton dirumah pun menjadi lebih semangat. Itu baru visualisasinya, belum lagi dengan isi omongannya, makin rock! beliau membeberkan banyak asumsi-asumsi, disandingkan dengan fakta-fakta yang logic, tentang gaya hidup sehat.

Saya sepakat saya sepakat, se-pa-kat! Orang tua kita tidak mewariskan 100% penyakit melalui darahnya, tapi lebih kepada pola konsumsi, gaya hidup dan pembentukan mental. Its okay, mau care sama kesehatan mau ndak toh kita tetap mati jua. Perkara umur itu kuasa Allah sepenuhnya, tapi kita dikasih kebebasan untuk memilih bagaimana kita menjalani umur yang sudah dikasih itu dengan lebih baik, saya tidak membayangkan saat tua nanti saya jalan terbongkok-bongkok, atau lebih banyak waktu yang saya habiskan diatas tempat tidur saja. Demi Allah, saya ingin sehat, aktif dan tetap bermanfaat sampai mati.

Saya kemudian membayangkan bagaimana gaya hidup saya dalam kurun waktu 27 tahun, paling parah mungkin 7 tahun belakangan ini, dimana saya sudah lebih banyak makan diluar. Alhamdulillah masih dikasih imun tinggi, jarang sakit-sakitan. Tapi, saya merasa tetap berdosa kebadan sendiri. Tinggi 154cm, berat kisaran 60-62kg, stuck! susah turun dan sangat mungkin untuk naik. Absolutely yes, i'm fat! walaupun banyak orang sekitar saya yang mengatakan saya tidak seberapa gemuk, sudah cocok dengan tingginya. Ya, saya pun merasa tidak gemuk. Tapi itu mungkin cuman perasaan saya, secara matematis hitungan tinggi dan berat saya cukup menjadi alasan untuk saya seharusnya mulai bertobat.

And yes, i'm on diet program right know! makan tetap tiga kali sehari hanya komposisi dan porsinya dikurangi juga jamnya lebih diatur lagi, tidak ada ngemil, eh, maksud saya kurangi ngemil, puasa, banyak-banyak minum air putih pada jam-jam "keramat". Saya juga mulai me-rajinkan diri dengan aktivitas lari bersama para cecunguk dikantor; Ama, Sule dan Ichal di lapangan karebosi pada hari Jum'at setelah pulang kantor (kalau ndak hujan sik), tracknya lumayan bikin ngos-ngosan dan keringatan. Naik sepeda tetap jalan dihari sabtu sore atau minggu pagi, dan entah kenapa kalo sepedaan saya lebih suka sendirian muter-muter kota. Walaupun lebih banyak malasnya, oh Tuhan.. susey disiplin sama diri sendiri ternyata yah. Dan yang paling menyiksa jiwa dan raga sebenarnya adalah menolak ajakan traktiran, menolak gratisan, akh, kuat syam.. yang kuat!!!

Baru jalan beberapa bulan, efek visual belum begitu nampak memang, pelan dan pasti. Berat saya masih sama, saya merasa kondisi badan saya jauh lebih padat, gampang kenyang mungkin karena efek banyak minum dan yang paling oke adalah kondisi emosi saya jauh lebih stabil. Target saya bukan pada hitungan berkurangnya angka timbangan, tapi bagaimana saya membiasakan diri dengan gaya baru. Itu dululah. Makan makanan sehat dan banyak bergerak, mengerti dan paham setiap asupan yang dibutuhkan oleh tubuh. Tau apa yang dimasukkan, tau apa yang harus dikeluarkan. Jika ini terdengar ribet dan membatasi diri, sebenarnya iya. haha.. awalnya memang cobaan sekali, lama-lama akan terbiasa membiasakan diri menolak makanan yang menurut hati dan pikiranmu akan mendatangkan sesuatu yang buruk dimasa depanmu.

Simpel kan???

Tidak, ini tetaplah rumit.. Ya, memang rumit dan saya cukup nakal untuk itu. Tapi saya harus patuh dengan kerumitan ini, tidak boleh nakal, demi masa depan yang lebih baik. Semoga, ya Amin..


:))

4 comments

  1. What a wow :D serius ini kak cyaam? Duuh, moga program langsingnya bisa top markotop dalam waktu dekaaat. Yang kuat kak~ *hiphiphuraa

    Btw, dulu sebelum married, daku juga diet. Nda disangka bisa turun 10 kg dalam sebulan. Intinya nda makan malam, kak. Ee, tapi konsumsi ka juga herbalife sih, hoho *promosi. Sekarang mau ka gemuuuk malah susah kasian, keluar terus nasiku, yaaah alhamdulillah naik 2 kg dalam 3 bulan *Jleb. Well, that's life.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. deh, program langsing, bilang kek program sehat :p

      Wow juga deh, maya diet menjelang hari-H, pantesan waktu salim-salim dipelaminan nampak kuyusannn. Itu gejala bukan karena "hamida" kah?

      Delete
  2. caaaam, saya dan suami pengen ada program lari pagi tapi belum tersampaikan sampeeee skrg, hahahaha
    itu reza rahadian sengatannya parah juga sampe bikin kmu mimisan :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, reza yah... :p

      Semoga programnya cepet2 terlaksana yak, nunggu babynya besar aja cil, jadi jogging betiga, ala2 happy family gitulah

      Delete