Pandji Pragiwaksono

Minggu malam lalu saya nonton satu acara di kompas TV; Mesakke bangsaku. Tayangan yang merupakan rangkaian dari tour stand-up comedy yang dibuat oleh Pandji dan teamnya. Akh, gila! sejauh saya nonton Indo stand-up, baru kali ini yang benar-benar bikin saya menjadi haru biru. Materinya, brilian! Kemasannya, ringan! Desain panggungnya, artistik! ditambah bagaimana visualisasi seorang Pandji pada setiap bit materi dan keriuhan penonton yang diciptakannya, ending yang dikemas dengan begitu apik, Sekali lagi. Akh, gila!!! saya dibuat merinding.


Ini yang saya sebut, Pencapaian..

Tentang mimpi satu anak manusia yang disangsikan oleh banyak orang.

Dan lagi, saya punya semacam dorongan emosional untuk mengagumi sosok Pandji ketika mengetahui bahwa dia (pun) adalah anak yang berasal dari keluarga yang berantakan dan dahulunya banyak diremehkan oleh lingkungannya. Anak broken home yang tidak sertamerta "jatuh" tapi memilih untuk bangkit dan terus belajar, hingga akhirnya menemukan jati dirinya yang membawanya pada banyak pencapaian dalam hidupnya. Setiap karya yang dilahirkan oleh seorang Pandji adalah bukti bahwa hidup adalah rangkaian kesempatan yang tidak datang dengan sendirinya, kesempatan itu kita yang menciptakannya lalu menaklukkannya, hingga akhirnya tersebut sebagai takdir. Saya merasakan Pandji dimasalalunya, terinspirasi dengan bagaimana dia membuat dirinya belajar untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi, berbagi banyak kebaikan lewat yayasan kanker yang dibentuknya, bagaimana dia memandang pendidikan dan keluarga sebagai satu hal yang sangat krusial dalam mempengaruhi karakter seorang anak. Apresiasi cinta pada istri dan anak-anaknya, begitu manis.

Masalalu; entah itu berlalu baik atau tidak, hanya akan menjadi guru terbaik bagi orang-orang yang mau belajar.


Terlepas dari bagaimana Pandji memberikan banyak toleransi pada hal-hal yang tidak bisa saya terima tanpa bisa menjelaskan dan merincikan lebih jauh, saya SALUT LUAR biasa. Saya percaya, pada setiap orang terdapat nilai yang bisa kita jadikan pelajaran, nilai-nilai kebaikan tanpa harus melihat seseorang secara utuh. Ambil baiknya, buang jeleknya. Saya sadar saya pun bukan orang baik. Kita; manusia; Berproses, untuk menjadi diri kita masing-masing.

More about Pandji, just click here :)

~sym

A blogger who inspired by people, book and music. Loved to Expressing myself through my story and photograph.

0 Comment: