Powered by Blogger.

Resign

Pekerjaan kelak hanya penyambung nafkah, sebesar apapun kamu mencintainya, jangan takut meninggalkan semua itu jika saatnya datang. Jangan ragu. Dirimu lebih besar dari yang kamu tahu.
Dee

Well, satu dari banyak hal yang menyita fikiran saya saat ini adalah perihal resign. Ya, bulan ini saya resmi mengajukan pengunduran diri saya ke bagian PSDM. Sedih? pastinya, kantor ini bukan hanya sekedar kantor dimana saya menghabiskan jam 8am-5pm dihari senin sampai hari sabtu yang kemudian mendapatkan imbalan berupa gaji bulanan diatas UMR dan berbagai sumber penghasilan dan kesenangan lainnya. Lebih dari itu, kantor ini adalah guru terbaik saya sepanjang tahun 2010-2014.

Emosi saya bermain pada ritme yang tidak melulu ada pada "nada" nyaman. Saya berkali-kali kecewa, menyesal, marah dan hampir memutuskan untuk mundur, lalu kembali berfikir, merenung, mendengar nasehat, melihat lebih jernih, berdamai dengan hati dan kondisi dengan tidak mengaburkan diri dan karakter saya sendiri, lingkungan menerima saya dan saya menerima lingkungan saya, hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk tetap bertahan untuk belajar lebih banyak lagi. Iya, Ego saya mendapatkan lawan dan teman terbaik ditempat ini. Saya dipercaya dan saya diandalkan.

Kantor ini banyak menghebatkan saya. Pelan, saya cinta.

Dan disaat saya sebenar-benarnya harus meninggalkan kantor ini, ada rasa berat luar biasa. Takut. Iya, saya takut jika diluar sana saya tak mendapatkan apa yang telah saya dapatkan dikantor ini. Rasa nyaman dan mapan. Kemudian saya berfikir, semua rasa nyaman dan mapan itu sendiri tidak serta merta datang begitu saja dalam hidup saya, itu adalah bentukan fikiran saya setelah melewati empat tahun yang tidak selalu ada dalam semangat yang membara, itu adalah bentuk penerimaan saya pada hidup, pendobrak kebosanan; bagaimanapun saya ini manusia biasa, terkadang rasa malas dan lelah saya biarkan mendapatkan porsi yang lebih besar untuk memanjakan diri.

Maka dari itu, saya berlindung pada Allah dari rasa takut pada hal-hal nyata dan tidak nyata. Dari sangkaan yang justru menjauhkan saya dari kebaikan yang tidak dapat dilihat baik oleh mata fikiran saya.

Saya tidak boleh takut.

Jika melihat kembali perjalanan hidup saya, dengan rencana yang tidak begitu hebat Allah justru membawa saya pada banyak pencapaian-pencapaian yang luar biasa hebat. Karena Allah maha hebat. Saya tidak lagi membandingkan diri saya dengan orang lain, saya membandingkan diri saya dengan usaha saya sendiri. Mungkin sebagian orang melihat saya tidak ada apa-apanya, entah sebagiannya lagi. Orang lain hanya bisa berprasangka dan saya tidak sama sekali berkepentingan untuk menjelaskannya, seperti angin.. saya akan membiarkannya berhembus.

Hidup mengajarkan saya untuk mengambil langkah menanjak.

Saya tidak lagi takut.

Karena saya percaya bahwa diluar sana akan ada banyak hal yang bisa membuat saya jauh lebih hebat lagi.

BISMILLAH.

11 comments

  1. jangan terlalu dipikirin tar malah galaw, hehe
    aku kalo pengen keluar ya keluar aja. kalo dah mapan di tempat baru, baru coba inget inget yang baru berlalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, galaw emang nih.. ndak sepeleh soalnya :)

      Delete
  2. Semoga mendapatkan yang terbaik ya mbak :)

    ReplyDelete
  3. lama g kesini....apa kbr mbk???wah brrti dah resign dong....smga dpt tmpt yg lbh baik ;)

    ReplyDelete
  4. Dengan keyakinan yang teguh, Insya Allah akan berbuah manis pada akhirnya.

    ReplyDelete
  5. wah mba, semoga sukses ya utk keluar dari zona zamannya, aku sebentar lagi nih:D

    ReplyDelete
  6. breakthrough of the year...

    semangat menempuh hidup baru

    ReplyDelete
  7. ahh...kakak.. hal yg juga mengganggu pikiranku.. RESIGN. sometimes i think enough but i cant. ya kadang ini tentang mindset..walo batin menjerit untuk harus keluar secepatnya

    ReplyDelete
  8. Sebuah Langkah Berani!
    Selamat!
    :)

    ReplyDelete
  9. Semoga yang berikutnya jauh lebih baik.
    Selamat ber-Ramadhan ria, kaaakk.
    Salam dari Palu :)

    ReplyDelete