June 27, 2014

28


Ulangtahun keduapuluhdelapan, saya dibogor.. sendiri tapi tidak merasakan sepi. Ulangtahun keduapuluhdelapan, saya jauh dari rumah, rindu Ibu rindu Bapak.. rindu adikakak.. rindu sahabat-sahabat, dan dari semua yang saya rindukan itu tak satupun yang mengirimkan ucapan selamat ulangtahun untuk saya.

Kecuali, kabar bahwa hari ini Ibubapak mengirimkan paket kebogor yang berisi pakaian tambahan, mukena dan makanan untuk saya dan teman-teman diasrama.

Dan kecuali, saudari saya.. Ratih Eka Puteri yang dari subuh mengirimkan ucapan selamat ulangtahun dan malamnya saya justru bertanggungjawab menjemput dia distasiun bogor dalam rangka kunjungan dia ke kota bogor. Seperti dua tahun lalu, kami menjemput pertambahan usia bersama di kota Jogjakarta… dan tahun ini kami pun akan mengulanginya, dikota yang berbeda, Bogor. Saya yang pendatang pun mendadak jadi tuan rumah dikota ini, berbekal tiga kali nyasar naik-turun angkot dibogor sayapun berani untuk meng-iyakan tantangan menyusuri bogor berdua.

Ulangtahun keduapuluhdelapan, Allah.. atas kuasamu, saya mendapat kesempatan berada diantara ratusan orang yang bernyanyi, terus terusan bernyanyi “happy birthday to youuuu”, sepanjang hari, dari orang-orang berbeda, orang-orang yang saya sebut sebagai teman seperjuangan yang berasal dari sabang sampai merauke.. yang sejak satubulan sembilan hari kami belajar dan berjuang bersama untuk kembali merancang mimpi-mimpi yang lebih besar, besar, dan jauh lebih besar lagi. Saya tidak merasa populer, tapi saya merasakan bahwa seorang saya benar-benar “ada” diantara mereka. Setidaknya untuk saat ini, entah nanti. Saya tak akan banyak menuntut, let it flow..

Saya bahagia ya Allah, terimakasih.

Bogor, 27 Juni 2014.

No comments:

Post a Comment