Powered by Blogger.

Diklat jabfung, H +7


Well, besok pagi ujian pengadaan barang jasa. Sementara teman-teman yang lain pada sibuk belajar, saya justru melarikan diri kedunia maya ini. Sumfekkkkkk cuy! Ibarat kata sebuah kotak yang diisi barang-barang secara random dan terus-terusan, alhasil jadinya penuh tak-beraturan, ya bingunglah.

Secara keseluruhan, dari rangkaian 4 diklat yang saya ikuti selama kurang lebih tiga bulan lamanya, otak saya hanya bisa menyerap materi tidak sampai 50%. Parah! Haha, tapi dari sini saya semakin memahami metoda pembelajaran yang paling cocok untuk saya. Praktik. Kalau dengar materi rasanya itu masuk telinga kiri, keluar telinga kiri pula. Susah nembus, jadinya mental. Kemudian merasa menjadi peserta paling bego sepusdiklat. Fiuh!

Well, dari semalam pusdik heboh. Setelah penutupan disore harinya, farewell party dimalam harinya, disambung dengan tangan yang saling berjabat, pelukan-pelukan erat pertanda kita “hanya sampai disini”. Bikin sepiclesss, bikin mewek juga.. aih.. aih.. emosional sekaleeeh. Anak-anak formasi PGT dan HTPT sudah pulang duluan, malam ini pastinya ada yang sudah lehaleha dirumah, balas dendam atas tidur yang kurang selama di pusdiklat, ada yang mungkin masih diperjalanan berharap dengan segera sampai dirumah. Sementara kami, anak perencana masih sibuk berkutat dengan materi ujian.

Tapi saya tidak mau berpusing-pusing dengan bahan ujian. Saya mau mereview sepak terjang saya dalam hal bergaul/menjalin hubungan pertemanan di pusdiklat ini. Yang awalnya saya banyak menutup diri, hingga membuat hari-hari saya dipusdik sangat-sangat membosankan, stuck! Saya ternyata butuh teman. Kemudian saya memutuskan membuka diri, bayangan ketakutan tentang “sakitnya” perpisahan saya hapuskan. Saya menemukan banyak teman, teman dan teman. Saya nyaman, saya tidak sendiri dan saya tidak boleh sendiri. Dan ketika kami tertawa dengan begitu bahagianya, dan adanya rasa “kehilangan” saat sudah waktunya berpisah, saya semakin sadar bahwa kami disini saling menemukan dengan cara kami masing-masing.

Ditempat yang luar biasa ini, saya memahami bahwa dalam setiap pertemuan akan selalu ada akhir, pada setiap akhir adalah permulaan untuk sesuatu yang jauh lebih baik. Ini ilmu dasarnya, dan selanjutnya akan terimplementasi dalam hidup kita secara berulang dan terusmenerus, dalam level kesukaran yang berbeda-beda. AMAT SANGAT KLASIK cuy!

Saya melewati 3 bulan yang istimewa. Tentang perpisahan, akh.. tidak usah banyak diambil pusing. Sakit memang, bikin dada sesak. Tapi ketika kita membayangkan indah-indah saat bersama, dan percaya hidup kita akan selalu dinaungi oleh kebaikan-kebaikan yang dititipkan Allah lewat orang-orang berhati nyaman, sakitnya itu hilang, berganti dengan rasa Syukur.

Terimakasih Allah, untuk hidup yang atas Izin-Mu, bisa terlalui dengan amat sangat luarbiasa.

Besok ujian, besoknya pulang kampung.
asekkkasekkkjosss!

No comments