Powered by Blogger.

Apartemen B!


Mungkin kita sama-sama pernah dengar sebuah kutipan yang kurang lebih seperti ini:

Ketika segalanya berjalan tidak seperti yang kau inginkan, percayalah ada takdir yang bekerja-yang akan membawamu ke jalan yang lebih baik.
~herricahyadi

Kutipan tersebut adalah satu dari banyak kutipan yang mengajak kita untuk lebih memahami rencana Allah. Ya, kita selalu menganggap yang terbaik adalah apa yang kita inginkan sementara hanya Allah-lah yang tahu apa sebenarnya yang kita butuhkan, apa yang terbaik dan paling baik untuk kita. So classic!

Dan kutipan ini kembali lagi 'bermain' dalam kehidupan saya selama dipusdiklat. Tepatnya saat pembagian kamar, untuk saya tempati bersama dua kawan lainnya selama saya belajar dipusdiklat.

Rani Septalisa, Silta Emalia dan Syamhijrawati. Begitu suara yang kemudian terdengar, akhirnya nama saya dipanggil juga. Segeralah saya membawa koper, ransel dan tentengan menuju sekretariat panitia untuk berkumpul dengan dua orang lainnya. Disana, kami kemudian diberi kunci dan diarahkan menuju kamar yang letaknya di gedung C, lantai 3. Wow! Saat-saat seperti ini, jangan pernah berharap untuk dibantu orang lain, semua orang repot dengan barangnya masing-masing, disini juga tidak ada porter jadi ya usahakan saja sendiri bagaimana bawaan kami masing-masing bisa sampai diatas dengan selamat. Haha. Sangat mengesankan, kami dan beberapa rombongan kamar lainnya antri ditangga menuju kamar, menyeret koper masing-masing. Saya memilih jalan dua kali, jadi kopernya dulu yang diseret keatas lalu turun lagi untuk mengambil barang lainnya. Fiuhhh, luar biasa menguras energi.

Sampainya dilantai 3, dikamar 301. Tepat didaun pintu terpampang nama-nama penghuni kamar, ya, 3 orang dan dari ketiga nama tersebut tidak ada nama kami. Dan setelah kami tanya kepanitia, ternyata memang benar kamar itu bukan untuk kami. Kamar kami dilantai 3 gedung sebelah, gedung B! gedung tambahan akibat kapasitas peserta yang melebihi kuota asrama. Itu artinya, saya, dua kawan kamar saya dan penghuni empat kamar lainnya harus pindah kegedung sebelah, tidak hanya kami tentunya, tapi semua barang-barang yang banyak dan beratnya minta ampun ini musti ikut dipindahkan juga. Dan, artinya lagi kami harus turun dari lantai 3 ke basement, lalu menyeberang ke gedung sebelah, lalu naik kelantai 3 lagi. Oke, sakitnyaitudisini #pegangbetis

Jangan pernah tanyakan bagaimana repotnya aktivitas kami pagi itu. Dengan seragam tentara lengkap, topi bundar dileher plus sepatu laras. Ada rasa ingin menggerutu, tapi sudahlah. Selain pindah memang kami tidak punya pilihan lain, kami turun dengan tertatih-tatih, beruntung saat dibasement ada beberapa peserta cowok yang ternyata tanpa dimintai tolong, berinisiatif untuk membantu kami, membawakan koper kami kelantai 3 gedung B.

Hop! kami tiba digedung B, gedung yang berisi 5 kamar darurat akibat over kuota. Melihat kondisi kamar-kamar di gedung B dimana beberapa jendela tidak ada kacanya, kondisi toiletnya yang masih onprogress, ditambah lagi letaknya yang seolah-olah terasing itu, membuat kami ngomel berjama'ah. Akh, kami bukan mengeluh tapi yah.. menuntut agar diperlakukan lebih layak. Dari 179peserta, hanya 15orang yang ada digedung ini. 164nya lagi ada digedung sebelah, menempati lantai 2, 3 dan 4. Fikiran kami sama, kenapa bukan 15peserta cowok saja yang dioper kegedung ini? kenapa harus kami, cewek-cewek? nanti kalau ada apa-apa bagaimana? begini, begitu, dan lain sebagainya. Haha.. kebiasaan manusia pada umumnya, menganggap orang lain lebih pantas untuk mendapatkan hal yang tidak menyenangkan. Hihi, pokoknya luculah kami waktu itu. Protes, protes dan protes.. tapi hanya protes kesesama kawan dikamar atau kamar sebelah. Coba protes kepanitia, kami bisa dapat hukuman mati! Haha.. #okeinilebay

Lantai 3 gedung B ini adalah gedung tua, dulunya adalah gudang kemudian dirombak menjadi kamar-kamar. Dindingnya saja dari asbes, jadi kalau kami rusuh dalam kamar otomatis terdengar dari kamar sebelah. Diluar kawasan yang disterilkan, terdapat satu ruangan yang digunakan sebagai ruang kelas. Dilantai duanya, ada dua kelas lagi, dan dilantai satunya adalah ruang tunggu dan sekretariat panitia. Suasana gedung ini ramai dipagi-sore hari, dan sepi dimalam hari.

Piknik di Apartemen #selfentertaining :p

Hampir dua bulan kami melewati hari dan malam di gedung ini. Kami menyebutnya Apartemen B! Dari yang awalnya ngomel gak ada juntrungannya, sampai ada rasa iri dengan anak-anak gedung sebelah lalu kemudian berubah merasakan nyaman karena kamar mandi kami jauh lebih banyak (2 kamar mandi + 4 mata shower), dekat dari kelas, dan yang paling penting adalah jauh dari gonjang-ganjing dunia persilatan. Iyalah, dipusdiklat kami hidup berdampingan dengan bergabagi macam karakter dan dengan motifnya masing-masing. Hidup kami tentram di apartemen ini, satu sama lain seolah tidak perduli dengan omongan/gossip yang ada dipusdiklat. 

Pada setiap kesempatan ngobrol kami hanya membicarakan diri kami, aturan yang diberlakukan diasrama dan menertawakan diri kami masing-masing. Jumlah kami sedikit, jadi bisa lebih kompak. Aturannya memang sekamar 3 orang, tapi diluar jam tidur semua anak bisa jadi ngumpul dikamar B.301 untuk sesi CURHAT karena kamar kami yang paling heboh dan berantakan dari kamar-kamar lainnya. Kebersamaan yang naik kepermukaan bukan dengan teman kamar masing-masing, tapi satu kesatuan apartemen B! anak-anak terbuang yang bahagia. Sedaaap :)

Photosession, Photograper by Jimbo

Banyak kenangan manis yang kami lewati digedung tua ini, apalagi kami melewati Ramadhan bersama. Kami buka puasa bersama diluar jadwal ciecie tapinya.., taraweh berjamaah walaupun pada akhirnya ricuh gegara gak ada yang mao jadi Imam selain Kekey, pun saat sahur tiba kami hanya mengambil nasi dari dapur kemudian makan bareng di asrama seadanya, kadang hanya dengan lauk abon dan boncabe. Hehe, luar biasaaaaa!

Di gedung B kami punya Pak Asep, Bapak serbabisa.. kepada Pak Aseplah anak-anak selalu bermanja-manja minta dibelikan segala macam mulai dari makanan sampai perlengkapan pribadi disaat-saat kami tidak bisa keluar dari asrama, cucian kami bersih dan wangi ditangan pak Asep, asrama kinclong disulap olehnya disetiap pagi hari walau malamnya akan diberantakin lagi oleh kami.

Kamar anak gadis, haha... B301!

Hal yang paling berkesan mungkin adalah ketika kami satu gedung, 15orang terlambat pada satu apel malam, kami dideret dalam satu barisan khusus dan setelah apel malam selesai kami diadili oleh panitia. Panitia hanya bisa geleng-geleng, kami sedikit takut tapi lebih banyak ketawa. Menertawakan kekonyolan kami, yah.. kami memang terkenal sebagai anak-anak yang sering lari-larian menjelang apel pagi dan malam hari, nyaris terlambat. Tapi kali ini, benar-benar terlambatnya fatal. Gimana enggak, setiap kali dandan menjelang apel kami menghabiskan banyak waktu lama didepan cermin yang digunakan bersama, sambil bercanda, dengar musik, nyanyi dan joget-joget gak jelas. Sekedar menghibur dirisendiri dan kawan-kawan segedung. Apel10menit, dandan 30 menit. Busettt gak tuh?! Hihi...

Akh, memori memori.


Postingan ini terkhusus untuk kawankawan se-Apartemen B! SILTA, RANI, DADA, EPIN, YESSIE, ANNUR, KEKEY, WILA, SUCI, YUNI, APREL, TYAS, ANIN dan MALA. Sakses ya kalian... :))

I'll always rember you, Beb! #cipokinsatusatu #mmmuuachhh!

3 comments

  1. Terlambat apel, ga makan krn males ke ruang makan, bahkan sampe terkunci di dalam kamar.. Apartemen B emang sedap..

    ReplyDelete
  2. Mbak Syam ini sebenarnya tengah studi di bidang apa ya kok seragamnya kelihatan resmi sekali (di gambar yg terakhir)?

    ReplyDelete
  3. waw, udah kayak k-pop aja gaya potonya... lanjutkan, Syam! moga sukses! :)

    ReplyDelete