Powered by Blogger.

Mati

Saya berfikir bahwa Ketika manusia sampai pada satu pencapaian dalam hidup; entah itu telah direncanakan dengan sangat matang ataukah hanya sempat terlintas sebagai suatu keinginan sederhana, hidup tidak serta merta berakhir. Keriuhan, kegembiraan, euforia, tidak akan berlangsung lama.

Hidup terus bergulir, semakin keras, deras.

Setiap keputusan melahirkan tanggung jawabnya masing-masing.

Kemudian manusia kembali masuk dalam dunia yang ritmenya tak lagi sama tapi akan terjebak dalam proses yang sama, mulai dari awal; penyesuaian, kembali bertemu dengan rasa bosan, stuck, lalu akan banyak pendapat pro/kontra dari ego dari luar diri yang merasuki diri yang membuat beberapa orang merasa mungkin ada yang salah dengan keputusannya, beberapa lainnya lagi semakin mantap, dan lalu akhirnya bisa masuk dalam ritme "kehidupan baru", menemukan titik nyamannya.

Tapi nyaman bukan berarti sampai, nyaman hanyalah batas pada setiap tahapan.

Dan hidup kembali berulang, terus saja berulang. Dan akan berhenti pada jeda yang manusia sebut dengan; MATI.

3 comments

  1. cepat atau lambat kita pun harus berdamai dengan kenyataan itu. :)

    ReplyDelete
  2. coba bisnis, kak! tiap hari dinamis ;) tanpa TITIK

    ReplyDelete