Menjadi bagian dari satu sistem itu sama artinya menjadi sistem itu sendiri

Dalam artian, saya sebagai pribadi pun adalah sebagai instansi/perusahaan dimana saya mengabdikan diri. Bagi orangorang diluar sana, isi kepala saya adalah segala macam prosedur dan tetek bengek terkait dengan segala aktivitas/produk yang ditawarkan oleh tempat saya bekerja. Dan jika tidak, pasti saya akan ter-label-i, BEGO!

Misalnya saja, waktu saya bekerja di Kalla Toyota. Orangorang bertanya segala urusan harga mobil, diskon mobil, kurang lebihnya mobil merek Toyota, pesaingnya, ngurusngurus di Samsatnya, bengkelbengkelnya, sampai segala urusan kredit kendaraan di leasing. Saya terkadang bingung sih, dan jujur selama empat tahun berkantor disana saya tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu secara mendetail. Saya fokus dengan kerjaan saya. Saya berpikir, buat apa saya musti tau semuanya kalau memang wilayah kerja saya tidak mengharuskan untuk itu? ketika saya bisa menyelesaikan pekerjaan saya dengan baik dan semakin baik, dan ketika saya bisa keluar dari satu persatu masalah yang muncul dari segala penjuru, itu sudah cukup.

Tapi ternyata tidak begitu cukup jika saya memiliki tujuan yang jauh kedepan. Semisal saya punya visi untuk ada dalam deretan menejer di kantor. Ilmu yang saya kuasai pada satu bidang, sehebat apapun itu akan tidak menjadi apaapa jika yang harus saya tangani adalah persoalanpersoalan beberapa bidang/divisi dibawahnya. Otak seorang karyawan/staff adalah pikiranpikiran mendetail sementara otak seorang menejer/atasan adalah pikiranpikiran kompleks. Samasama sulit dilevel yang berbeda. Kenapa kemarin saya merasa cukup dengan bisa menguasai bidang kerjaan saya, karena dari awal saya dan alam bawah sadar saya sepakat bahwa "kita tidak akan lama disini.. (mungkin) hanya sebentar saja.."

Ditempat yang baru ini, saya bersepakat dengan diri saya untuk bisa menguasai perihal fungsi saya sedetaildetailnya dan tahu perihal wilayah kerja instansi saya sebanyakbanyaknya. Alhasil saya berkelakuan seperti anak kecil yang tidak hentihentinya bertanya bertanya dan bertanya. Terkadang bertanya karena tidak tahu dan lebih sering karena comparing penjelasan antara satu orang dengan orang lain. Ditempat ini saya punya visi yang jauh kedepan. Pelan dan pasti. Respon yang saya terima pun sudah tentu berbedabeda, ada yang suka pun ada yang resah dengan segala keingin tahuan saya. Dinamikanya mungkin seperti itu, saya ikuti saja kemana arahnya.

Seperti yang saya bahas diawal pertama paragraf ini, fokus saya saat ini adalah menguasai bidang pengerjaan saya dan beberapa hal yang menjadi wilayah kerja instansi tempat saya menghabiskan banyak waktuwaktu produktif saya. Saya menjadi pribadi sekaligus menjadi instansi. Yah, seenggaknya ketika ada teman yang bertanya kenapa begini kenapa begitu saya bisa jawab semuanya dengan baik dan sebenarbenarnya. Bukan untuk prospek tapi karena memang tugas kami (instansi) untuk mencerdaskan rakyat. Menghilangkan segala prasangkaprasangka.

Dulu saya penjual. Jualan saya berupa Produk, mobil.

Sekarang saya pelayan. Tugas saya melayani rakyat, dalam hal melindungi hakhak kepemilikan mereka atas tanah. Saya berseragam, yang atas itu bisa jadi diluaran sana ada beberapa orang yang mungkin akan membenci saya tanpa mau tau saya siapa secara personal.

With love,
Syam

A blogger who inspired by people, book and music. Loved to Expressing myself through my story and photograph.

1 comment:

  1. Yup, permasalahan setiap pekerja dlm satu instansi sepertinya sama, karena selain menguasai bidang/bagian kerja kita, kita juga hrs tau semua sistem yg berlaku pada perusahaan kita, seperti aku, kerja di bank pada bagian e channel, tapi kdng setiap bertemu nasabah saya harus bisa jelaskan proses kredit, yg sama sekali ndak ada hubungan dng bagian tugas ku

    ReplyDelete