Kembali Ke Bali

Well, salah satu kebiasaan yang saya pertahankan dari kantor lama adalah liburan bersama. Awalnya dikantor ini mungkin sedikit asing dengan bepergian, mengeluarkan banyak uang hanya untuk berlibur, seperti membeli barang yang tidak nyata. Rugi. Tapi, saya tetap keukeh mengajukan izin untuk diri saya dan mengajak 3 orang lainnya. Anak-anak ini umurnya masih dibawah saya. Rencananya saya akan liburan ke bali (lagi). Jelang beberapa hari, satu persatu minta ikut. Lumayan banyak. Total kami ada 17 orang dewasa, 2 anak dan 2 bayi. Awalnya saya hanya berniat menggelandang di Bali tanpa travel, akhirnya memutuskan untuk pakai travel karena sepertinya saya akan susah mengkoordinir sebegitu banyak orang.

Destinasi Makassar – Bali, 4H 3M. Rp. 1.250.000,-/pax via PT Senja wisata. Itu belum include tiket PP. Tetap kena murah sih kalau saya hitung-hitung, karena sudah termasuk ongkos guide. Untuk destinasi dan penginapan semuanya saya yang atur. Walaupun pada akhirnya ada destinasi yang cancel karena waktu yang tidak memungkinkan dan penginapan yang diluar expectasi saya.


Penginapan

Saya memilih penginapan yang jauh dari hiruk pikuk Jl. Legian, walaupun sebenarnya kehidupan malam di Legian adalah salah satu destinasi favorit. Alasannya karena selain wilayah itu sangat macet di malam hari, saya pun merasa tidak begitu aman walaupun pada kenyataannya semua orang mengatakan aman. Setiap kali saya menyusuri Jl. Legian, selalu saja saya menemukan wisatawan asing (bule) yang sedang mabuk berat, bergerombol, berteriak tak karuan, dengan suara musik yang berdentum keras, saling sahut-sahutan antar cafe dan diskotik lainnya. Wajar jika saya merasa tidak aman, mungkin karena saya merasa seperti bukan indonesia.

Saya menginap di denayu homestay, di gang kingkong dengan rate paling rendah 123ribu. Dari review yang saya baca di Agoda, dan beberapa teman yang sudah menginap disana, saya optimis tempat tersebut akan jadi tempat murah, nyaman dan menyenangkan. Mungkin iya jika liburan individual semi backpaker. Kenyataannya, tidak untuk liburan group. Tempatnya terlalu sempit, bus elf kami kesusahan masuk sehingga kami harus berjalan sejauh 100m dari jalan lebar. Belum lagi, sekitar gang penuh dengan anjing yang berkeliaran dan suara anjing yang sangat mengganggu dimalam hari. Selain itu, saya rasa tempat ini cukup layak untuk dipilih dengan kriteria penginapan murah dan jauh dari kebisingan kota Bali.


Destinasi

Untuk 4H 3M kami mengunjungi banyak tempat, kebanyakan dari semuanya sudah saya datangi. Saya hanya ingin mereview 2 tempat yang baru pertama kalinya saya kunjung. La plancha dan GWK.


La Plancha adalah cafe & resto yang terletak di daerah Seminyak Bali. Yang membuatnya unik dan menarik adalah tempatnya yang penuh dengan ornamen warna-warni dengan menyuguhkan pemandangan pantai. Dibandingkan dengan Potato Head, suasana di La Plancha lebih *manusiawi* lebih bisa dirasakan suasananya. Hanya saja, disana punya minimal order 1 makan 1 minum per orang. Dengan harga yang tidak begitu bersahabat. Saya harus membayar 960ribu untuk orderan kami, padahal tidak semua ikut mengorder. Sedikit berucap hamdalah, keras kepala dan ngeyelnya orang indonesia bisa bikin aturan minimal order tidak berlaku untuk rombongan kami tanpa ada ribut-ribut. Haha.


Selanjutnya dihari kedua saya mengunjungi GWK. Patung Garuda Wisnu Kencana. Patung ini merupakan landmark terbesar sebagai tanda sudah mengunjungi kota Bali. Haha. Mungkin yang membawa saya ketempat ini adalah rasa penasaran, setelah berkali-kali berlibur ke Bali saya justru tidak pernah mengunjungi tempat ini. Di GWK ini, kita bisa menikmati banyak kebudayaan Bali salah satunya pertunjukan tari-tarian tradisional pada jam-jam tertentu. Ada baiknya jam kedatangan dikondisikan jika sengaja ingin menonton pertunjukan. Selain itu, ditempat inilah kita bisa melihat Bali selatan dari ketinggian.


Overall liburan kali ini cukup menguras banyak tenaga. Karena walaupun di beberapa bagian Indonesia cuaca sedang buruk, di bali justru sangat terik. Tapi teriknya Bali justru menambah sempurnanya libur kami, bisa banyak main kepantai, banyak bisa mengunjungi semua destinasi yang paling istimewa dapat sunset berturut-turut di La Plancha dan Jimbaran, kecuali saat berkunjung ke Bali utara didaerah Bedugul hujan mengguyur deras sehingga liburan kami tidak maksimal disana. Hujan dan Macet. Sempurna. Haha.

Sampai jumpa di cerita liburan selanjutnya :)

No comments

Powered by Blogger.