Powered by Blogger.

Mutasi pak kakan

Foto oleh Gusnardi

Pagi-pagi bangun, langsung cek fesbuk dan nemu album foto sertijab Bapak Ibu Alim di tempat baru. Padahal cuman foto, tapi rasanya itu seperti nyata. Sedih. Feeling lost. Feel insecure. Merasa bahwa kedepannya tidak akan sama lagi. Lebay bin baper. Hiks.

Lucu sih, coz officially i’m not part of Kantah Parepare since march 2016. Tapi masih saja merasa menjadi bagian dari mereka. Masih sering muncul, masih sering ikut nimbrung, dan alhamdulillah masih sering dicaricari. Tapi mungkin, setelah Bapak dan Ibu Alim tidak lagi memimpin di Parepare.. everythings will be different. Absolutely, different.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari mereka, tentang bekerja yang sebenar-benarnya bekerja tanpa ada tendensi, belajar menghargai orang pada strata jabatan yang berbeda. Belajar mengabdi dengan sabar, tulus, ikhlas dan jadi “perempuan cantik” dari ibu. Pada dasarnya, apa yang dikeluarkan/dikerjakan pake hati pasti nyangkutnya kehati juga. Maka tak heran jika sertijab Bapak dan Ibu didua tempat berbeda penuh drama banjir air mata. Kehilangan.

Selamat dan sukses untuk Bapak dan Ibu. Semoga Allah selalu memberikan sehat, berkah dan perlindungannya dimanapun Bapak dan Ibu berada. Saya merasa begitu diberkati oleh Allah, karena bisa mendapatkan pasangan pimpinan pertama yang bisa menjadi role model yang baik di instansi yang luarbiasa konflik internal dan eksternalnya ini. Saya menyebutnya sebagai “Bekal anak TK yang sangat bergizi”. Terimakasih.

Ah.. seperti yang bapak bilang, semua akan mutasi pada waktunya. Jadi, kita tunggu saja drama selanjutnya.


[Pinrang,  Juli 2016]

No comments