Powered by Blogger.

social pressured



Suatu hari saya pernah bertanya pada seorang teman perempuan saya perihal cincin dijari manisnya, bagi saya sedikit janggal karena cincin itu menyerupai cincin kawin yang pada umumnya dipakai orang-orang, sementara status dia saat ini adalah single (tapi tidak jomblo).

"Sengaja, kadang-kadang cincin ini menyelamatkan hidup saya dari komentar orang-orang"
"Tentang menikah-kah?"

"Iya"

Lalu pada obrolan lain, teman perempuan saya itu pun pernah menyampaikan bahwa saat ini dia hanya membutuhkan status, sebagai istri, lalu melahirkan anak, setelah itu jika si pria ingin pergi ya sudah, pergi saja.

What a mind. Apa salah satu tujuan menikah adalah sekedar membungkam prasangka orang-orang? Apa benar sedangkal itu pemikiran mereka? Tolonglah! hidup itu bukan cuman perkara kawin, masih banyak hal yang harus dipikirkan.

Saya yakin, apa yang keluar dari mulut teman saya ini tak lain dan tak bukan adalah bentuk pesimisme dalam hidupnya, dia lelah dengan tuntutan orang-orang tentang bagaimana rupa/konsep hidup normal pada umumnya, belum lagi pressured pekerjaan dikantor yang semakin menggila. Diusia dimana semua orang sudah memiliki anak, dia justru masih menebak-nebak dengan siapakah dia akan berjodoh nantinya. Ditambah tekanan tekanan yang begitu memojokkan dari lingkungan, apalagi daerah kabupaten tempat saya bertugas saat ini, nikah mudah seolah menjadi prestasi, dan yang belum menikah itu (agak) sial. Janda usia 20-tahunan akan lebih terhormat dibanding perempuan lajang 30-tahunan. AKOH KZL!!!

Padahal teman perempun saya itu lebih muda dari saya, lantas apa saya juga harus merasa tertekan? mungkin dulu pernah, tapi sekarang saya sudah melewati masa-masa fragile about marriage status. So if someone ask me today- absolutely not! I just feel her so deep, but i prefer to still believe.. the best one come yet. So i'm ignoring all the pressured and keep walking on. Ngapain juga buang buang waktu dan pikiran menghadapi kaum nyinyirisme, kalau cuman jadi penilai dan komentator sih ya saya juga bisa, manusia itu tidak ada dan tidak akan bisa sempurna jadi selalu ada celah untuk men-judge. Kita manusia cuman diminta untuk selalu berharap, berdoa dan berusaha.

Man proposed God dispose, selesai perkara.

8 comments

  1. Jgn zbl caam.. caam kangen komen dsni euy akuuu. Sehat terus ya cam..^^

    ReplyDelete
  2. hmm padahal menurutku sih justru janda di usia muda itu kasihan, lebih pelik banyak prasangka
    bener deh mbak

    ReplyDelete
  3. Bila hidup hanya menurut apa kata orang, capek jadinya ya, Mbak. Inilah pentingnya seseorang punya prinsip ya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, prinsip.
      biar gak mudah goyang-goyang :)

      Delete
  4. duh, ladenin kaum nyinyirisme sih gak bakal ada habisnya yaa mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bgt chaa, bikin lelah. haha :)

      Delete