Pinrang, 8 bulan.

 Well, selama hampir 8 bulan hidup di rantau hal yang saya rasakan adalah mood saya yang seolah-olah ditiup angin saja bisa mendadak berubah. Totally I’m super duper moody. Sikap saya ini sudah memakan korban, yang sialnya adalah teman paling baik saya di Rantau sebut saja namanya Ar. Dari awal kedatangan saya, saya disambut dan diperlakukan baik, saya sempat takjub kok ya ada manusia se-care dan setulus itu, he act like my Mr. one call away.. lalu seperti biasanya ego saya mulai ngelunjak jika menemukan tempat ter-nyaman-nya, saya mulai menyebalkan dan menuntut, little possesife. Maunya dimengerti tanpa mau repot-repot menjelaskan. Pokoknya amat sangat annoyying-lah saya ini. Untungnya teman saya ini diberikan oleh Allah hati seluas samudera, yang selalu saja anteng dan belakangan mulai cuek menghadapi perubahan mood saya.. he know to treat me well.

Jika saya kelelahan bekerja saya akan menyalahkan dia, jika saya merasa sendirian saya akan menyalahkan dia, jika semua kondisi berjalan tidak semenarik yang saya inginkan saya pun akan menyalahkan dia. Sampai-sampai dia pernah mengeluarkan statement “KENAPAKA NA SELALUKA SALAH?”, mungkin dia sudah amat-sangat lelah menghadapi saya, tapi waktu itu ego saya sedang tinggi-tingginya dan saya malah cari seribu alasan untuk membenarkan semua tuduhan saya, tetap dalam fikiran. Saya belajar untuk tidak mengeluarkan semua kata-kata yang ada dalam kepala saya, sebelum semuanya lebih fatal. Silent is better, **sambil manyun-manyun.

Jika saya mencari-cari sebab musababnya, kemungkinan besar itu semua disebabkan karena lelahnya saya. Pekerjaan kantor yang kadang mendadak sangat menguras fikiran dan waktu istirahat, sendirinya saya di kost sepulang kerja, tidak adanya tempat hang-out/refreshing yang sesekali bisa memanjakan saya, belum lagi perjalanan PP Gowa-Pinrang setiap akhir pekan. Semuanya itu pelan-pelan ternyata menguras energi positif dari dalam diri saya. Alhamdulillah teknologi masih menolong saya untuk tetap berhubungan dengan orang-orang terkasih yang jauh di rumah dan di mana-mana. Sesekali juga dia datang membawakan makanan atau apalah-apalah yang cukup membuat saya merasa ndak sendirian dirantau. Entah kenapa selera ber-sosialisasi saya begitu rendah disini.. amat sangat malas bergaul, padahal selama ini kemanapun saya berada saya selalu punya komplotan hura-hura, teman se-frekuensi, itulah kenapa saya malah amat sangat possesife. Hahaha. SIYAAAL!

Hal yang paling positif dari sifat buruk saya saat ini adalah saya lebih banyak zikir; Astagfirullah-aladzim. Jika dulu saya menjadikan lagu-lagu Payung Teduh sebagai pengantar tidur setiap malamnya sekarang saya lebih prefer to dzikr till i sleep thight. Entah kenapa ada ketenangan yang bisa pelan-pelan saya peroleh dari aktifitas tersebut, saya berharap.. Allah memaafkan saya atas mood saya yang menyebalkan seperti ini, saya berharap Allah memaafkan saya atas lalainya saya sebagai hamba yang selalu menuntut lebih, saya berharap Allah memaafkan saya yang sembarangan memperlakukan orang yang sudah amat sangat baik dan peduli sama saya. Dan setiap kali mood saya membaik, saya tidak pernah lupa untuk meminta maaf. Selalu. Menyampaikan maaf dengan rasa penyesalan dan malu teramat dalam. Walau ujung-ujungnya dibilang “LEBAY” atau “SANTAIMIKO KEPENG”.

Saya tidak lagi pernah mengejar bahagia, saya hanya berusaha merasai hidup pada setiap mommentnya saja. Saya tidak akan pernah lupa annoyingnya saya saat ini, mengertinya dia, dan semua hal yang begitu konyol jika di-ingat kembali. Banyak pelajaran untuk instrospeksi diri dari sini dan pasti ada alasan kenapa Allah membiarkan saya musti masuk pada fase se-menyebalkan ini. Pokoknya saya mau janji sama diri sendiri, lewat blog ini.. dan saksinya para pembaca sekalian (kalo ada :p), setelah delapan bulan ini saya akan selalu mengendalikan mood-swing saya. Semacam pernyataan perang melawan diri sendiri. Haha. Wish me luck and barokah. Smile!



With love,
SYAM.

1 comment:

  1. kak syam temennya keren bangettt
    ah selalu menghangatkan hati teman yang seperti itu

    ReplyDelete

Powered by Blogger.