Powered by Blogger.

Mengalah


Sesekali, saya ingin mendendangkan sebuah bait yang terdapat pada lagu Seventeen..

"mengapa, harus aku yang selalu mengalah"

Well, berhadapan dengan seseorang yang egonya ada diatas kita memang tidak mudah. Pertama, kita harus senantiasa berkompromi pada diri sendiri, membujuk diri sendiri untuk menghadapi semua situasi dan kondisi dengan hati yang lebih dilembut-lembutkan. Kedua, kita mengalah sebagai manifestasi kemenangan pada diri sendiri. Ketika saya memilih mengalah, itu bukan karena keluhuran budi saya.. semata untuk kepentingan diri sendiri juga, bahwa saya tidak ingin membuat segala hal semakin berantakan yang justru akan berdampak jauh lebih buruk bagi saya kedepannya.

Sedikit berat ternyata. Setelah kita mengangkat bendera putih, maka serta merta syaiton dan gerombolannya mengadakan camping di "pikiran negatif" kita, dengan banyak topeng.. "kok dia ndak hargai usaha saya melunak?", "kok saya mau merendahkan diri saya?", "kok saya bisa selemah ini?" dan masih banyak kok kok kok lainnya. Yang memposisikan bahwa kita ini oke dari segala-galanya diluar kita. Huft. Tapi, saya akan selalu ingat bahwa, ketika kita merasa orang lain salah belum tentu kita pun ada diposisi benar. Terkadang kita hanya berlindung dibalik pembenaran-pembenaran yang membuat kita merasa menang saja.

Saya bersyukur, banyak banyak bersyukur.. dititipkan Allah pada situasi yang banyak membuat saya belajar untuk semakin mengasah kecerdasan emosi saya. Tidak gampang memang. Tertatih-tatih diawalnya, semoga bersama semua hal-hal emosional ini ada kesuksesan yang pelan-pelan juga mendatangi saya. InsyaAllah. Amin.

**catatan sebelum tidur, Gowa-24032017 at 23:29 p.m.

2 comments