Powered by Blogger.

Wisata Malino

Weekend kemarin saya dan teman-teman kantor memenuhi undangan piknik Bapak kepala kantor periode sebelumnya di daerah wisata Malino, sebenarnya ajakan piknik ini sudah lama disampaikan oleh beliau hanya saja berhubung tidak ada kecocokan waktu makanya barulah minggu kemarin (14-16 April 2017), akhirnya bisa terealisasi. Itupun tidak semua orang dikantor bisa ikut serta.

Malino merupakan objek wisata yang paling sering saya kunjungi sepanjang usia saya, dengan orang yang selalu berbeda-beda jadinya ya gregetnya pun selalu beda. Jarak tempuh dari Makassar ke Malino itu sekitar 45 menit sampai 1 jam, kondisi jalan belum begitu bagus karena setiap hari dilalui oleh truk-truk pengangkut pasir dan batu. Saya pribadi selalu memilih untuk (memaksakan) tidur setiap dalam perjalanan pulang ataupun pergi, karena sedikit ngeri melihat jalanan kecil berkelok dan ketemunya selalu dengan truk-truk besar tadi.

Well, Jum’at 14 April 2017 rombongan kami berangkat dari Pinrang itu artinya akan memakan waktu yang jauh lebih lama. Pinrang ke Makassar menghabiskan waktu tempuh 4-5 jam, itu tergantung kondisi jalanan juga sih. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Malino, kami singgah dulu untuk menginap dirumah pak Rusman untuk beristirahat dan perjalanan akan dilanjutkan pada keesokan harinya. 

Foto group di Kebon :)

Sabtu, 15 April 2017. Setelah mengunjungi kebun milik tuan rumah, kami dapat tugas untuk menyiapkan perbekalan sebelum dan selama ada di Malino nanti. Konsepnya tidak pyur travel sih, makanya saya menyebutnya piknik. Selain karena kita tinggalnya nanti dirumah pak dusun Desa Malino, kita juga tetap memasak dan menyediakan apa-apa seperti dirumah sendiri. Oia, yang paling saya sukai ketika berkunjung ke rumah Bpk Rusman ini adalah kami selalu dijamu dengan ikan-ikan besar dan segar, yah beliau punya empang yang besar dan cukup menghasilkan ikan-ikan dengan kualitas daging yang legit dan Alhamdulillah sekali bisa menyantap secara gratis, tinggal kunyah lagi.. maklum, saya tidak punya keahlian didapur makanya disaat teman-teman saya memasak, saya memilih beres-beres rumah dan kamar saja.


Sekitar pukul dua siang kami meninggalkan rumah pak rusman menuju malino, seperti yang saya bilang tadi saya selalu memilih tidur ketika dalam perjalanan dan sesaat saya bangun kami sudah ada didaerah Tinggi Moncong, tepatnya disekitaran lapangan tembak. Rumah yang kami tempati itu tergolong luas, dengan 9 kamar dimana 5 kamar sudah lengkap dengan kamar mandi dalam, ruang tamu, ruang TV dan full akses ke area dapur, disewakan hanya 2juta permalam. Mungkin karena yang punya penginapan dan pak kakan punya hubungan yang baik, kami dapat harga sewa yang cukup murah. Oia, setibanya di Malino cuaca tidak cukup bersahabat, hujan mengguyur dan kami harus menyiapkan makan malam. Ho..ho..!

Minggu, 16 April 2017. Sebelum mandi dan bersiap untuk berkeliling, saya dan 2 gadis sekamar memutuskan jalan-jalan kedepan. Rugi kalau tidak liat matahari terbit didaerah orang, hehe. Ya, suasana Malino itu amat sangat menyegarkan fikiran. Sepi, tapi tidak sunyi. Matahari yang kelihatannya menyegat, tapi hangat menyentuh kulit. Saya suka, tetiba hal-hal berat dan membosankan yang menguras banyak energy baik beberapa waktu belakangan ini tidak lagi menumpuk di kepala. Memang benar slogan-slogan yang mengatakan “ayo PIKNIK biar WARAS”.



Setelah sarapan pagi, dan ngobrol-ngobrol soalan kantor masing-masing kami bersiap menuju derah-daerah primadona di wilayah Malino ini. Absolutely, Hutan Pinus. Deretan pohon tinggi menjulang itu memanggil-manggil untuk diabadikan. Apa yang menarik dari hutan pinus? Selain sangat-sangat instagram-able, hmm.. entah lah, mungkin karena mereka banyak, berkoloni tanpa ego, dan hanya ada ditempat yang sejuk barangkali, jadi kesan hijau dan sejuknya itu dapat. Selain Pinus, kami juga diajak berjalan lebih jauh ke dataran yang lebih tinggi melihat pemandangan dari atas sembari menikmati mie instan dan tawa yang tiada putus-putusnya. For sure, i’m happy enough!


Bahagia itu tidak sederhana. 
Kitanya yang harus sederhana, harus!


***


Malino, 14-16 April 2017
Dihost oleh Bpk Drs. Rusman B. M.M., terimakasih amat sangat loh pak :)

No comments