Powered by Blogger.

D i a m


Saya lebih memilih diam disaat saya marah. Saya tak pandai menahan emosi ketika melampiaskan marah saya. Terkadang saya sendiri tidak mengerti, dari mana semua perbendaharaan kata yang begitu menyakitkan bisa terjun bebas dari mulut saya.
.
Perkataan yang pada akhirnya saya sesali, kenapa bisa terucap begitu saja. Sama seperti hati saya, setiap hati diluar sana berhak untuk tidak disakiti sebenarnya. Padahal bagaikan bambu yang runcing pada dua sisinya, semakin tajam kita menusuk seseorang yang kita sayangi, disaat bersamaan pun tangan kita ikut terluka akibat tekanan yang kita berikan.
.
Disitulah kadang kenapa hidup yang sebenarnya tidaklah begitu rumit mendadak menjadi berat. We lost our positive energy. We lost our happyness. We lost our smile. Kita hanya bisa bersandar pada iman dan keyakinan bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa Allah selalu ada dibalik setiap apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Baik atau buruk. Who knows?
.
Diam memberi saya banyak kekuatan, memberi saya energi baik untuk bisa mengendalikan diri. Dalam diam saya berkompromi dengan diri, terkadang butuh waktu berjam-jam sampai berhari-hari untuk pulih. Lalu saya kembali seperti tidak pernah ada kejadian apa-apa. Apa jadinya jika saya terlanjur menyakiti orang-orang dengan perkataan saya seperti yang sudah-sudah. Hati mereka akan retak dan lalu pergi. Itulah mungkin kenapa Allah memberi kita memori, ingatan, agar setiap kejadian itu bisa dijadikan pelajaran agar tak lagi ada kesalahan dan penyesalan yang berulang.
.
Don't let your ego lead you. Mengendalikan lebih baik dari pada dikendalikan. Mumpung sekarang sedang Ramadhan, mari kita melakukan penyerangan sistemik pada ego bahwa saat ini bukan waktunya mereka untuk unjuk gigi. Forget about selfrespect-harga diri, dan sebagainya, yakinlah, sometimes itu hanya serupa bisikan sayton untuk membenar-benarkan setiap marah yang terkadang penyebabnya terlalu sepeleh. Memangnya siapa kamu mau dihormati? Yakin, kamu sudah memberikan porsi hormat yang sama kepada orang-orang diluar kamu? Dibawah kamu?
.
Akhir kata, saya mau ucapkan; Have a blessed Ramadhan untuk teman-teman blogger se-nusantara, saya minta maaf kalau pernah ada salah atau menyinggung rasa dalam bercerita. Semoga Ramadhan kali ini membawa lebih banyak kebaikan, keberkahan, dan hidayah untuk kita agar menjadi manusia yang lebih-lebih-dan lebih baik lagi. Aamiin.
 .
.
#2nddayofRamadhankareeem
With💛, Syam.

7 comments

  1. Klo diam2 kentut di belakang bemmana kakak?
    Hhaha

    ReplyDelete
  2. Kalo kata Merry Riana, emosi itu bukan dihilangkan tapi dikendalikan :-)

    ReplyDelete
  3. selamat puasa mbak syam.. selamat belajar mengendalikan lisan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pun selamat puasa buat kamu dan keluarga Cha, :)

      Delete
  4. Desain blog baru lagi ini. Btw, selamat berpuasa... :D

    ReplyDelete