Happy birthday, Anni & Mandos


It's been 1 year and 2 month i've stayed in Pinrang for duties. Dibilang betah mungkin tidak, dibilang tidak betah juga ya harus dibetah-betahkan. Pinrang mungkin tidak seperti Bandung atau Jogjakarta, yang bisa membuat saya jatuh cinta hanya pada satu kali kunjungan. Tapi lebih dari itu, disini saya mendapatkan banyak pelajaran untuk bisa memahami diri saya sendiri jauh lebih baik, mybe because i reached my 30th here.

Siapa suruh kasih nama saya "hijrah", kata saya pada suatu waktu ke Mamak saya. Sejak saya mengemban tugas menjadi seorang pelayan, puzzle hidup saya semakin acak. Bertemu banyak orang dengan berbagai macam watak, sometimes i cried sometimes i laugh for many sentimental reasons. Saya menghabiskan 3 bulan lamanya untuk tinggal dan menetap di kota pertama, lalu 1 tahun 3 bulan di kota kedua, Pinrang adalah kota ketiga dan saya sama sekali tidak tahu akan sampai kapan saya disini.

(Tarik nafassss)

Yang saya selalu syukuri adalah bahwa Allah selalu menitipkan saya pada lingkungan baik di setiap potongan hidup saya. Selalu ada orang-orang baik, dan meluluhkan hati. Itu kenapa orang-orang bijak berpesan, bahwasanya hati manusia itu harus besar, harus luas. Karena semua orang pada berbagai hubungan yang melibatkan perasaan, akan punya tempatnya sendiri-sendiri dihati. Seperti disini, saya punya beberapa orang teman yang mungkin not to intimated but we have a nice relationship. Saya tidak akan pernah jera berteman, dekat, lalu tetiba menjadi biasa karena bosan atau sibuk dengan mimpi masing-masing. Karena setiap manusia punya masanya masing-masing dalam hidup kita.

Anni
Saya tidak pernah bertemu dengan orang yang selalu saja merendahkan egonya dihadapan orang lain, yang begitu sabar, yang bisa begitu kuat dan rapuh disaat bersaman, yang begitu mudah dibahagiakan. That’s way insting saya lebih cenderung untuk ingin melindungi dan berbagi kebahagiaan selagi bisa, walau lebih sering malah merepotkan dia, hahaha.. Anni mengajarkan saya untuk menjadi lebih kuat, tatkala dia bercerita tentang kerasnya hidup yang dia jalani dengan mata yang tidak pernah dia paksakan kering. Anni mengajarkan saya untuk membumi, tatkala dia menceritakan impian kehidupan masa depan yang begitu sederhana, tidak neko-neko sama hidup. Manis.
Mandosss
Semenjengkelkan dan se-annoying apapun, mungkin saya tidak akan begitu mudahnya melupakan kebaikan-kebaikan yang diberikan Rahman kepada saya saat awal-awal saya tiba di Pinrang. Saat saya masih berusaha mengelap air mata. Saat saya tidak mengenal siapa-siapa, dan tidak ingin mengenal siapa-siapa selain bekerja memenuhi kewajiban sebagai seorang pelayan. Saya tidak pernah sebegitu rapuhnya menghadapi putusan kepindahan saya waktu itu, lucu sih kalau diingat-ingat lagi. But, i feel better right know. Walau mulai berjarak.. Yes! He have a solid foundation for making that first impression to be a good one for me.

Dua hari ini, kalian melewati usia 30 tahun. Happy birthday!!! Harapan saya, kalian sehat, kalian sukses, kalian bahagia, kalian tidak terpisahkan, dan kalian merasai bahwa saya adalah bagian dari hal-hal yang bisa membuat kalian tersenyum. SEMOGA.

I don't believe a cake, or "egg party". Saya lebih prefer meluangkan waktu mengitari pertokoan, berfikir keras kira-kira benda apa yang mungkin bukan hal yang menjadi kebutuhan tapi bisa digunakan dan memberi manfaat. Lalu menulis untuk membekukan ingatan, bahwa pada satu potongan hidup saya ada kalian yang memberi tawa dan nyawa. Terimakasih, ter-amat-sangat. You (both), have got a friend in me.


Regards,
#temanmaindirantauđź’—

No comments

Powered by Blogger.