Powered by Blogger.

Pinrang, 1-tahun 2-bulan 18-hari


             Time flies.

             Tidak terasa, saya menetap semi nomad di tempat ini selama 1 tahun 2 bulan 18 hari. Selama itu pula, saya tidak henti-hentinya berdamai dengan diri saya sendiri bahwa ini adalah konsekuensi dari pilihan saya untuk mengabdi pada Negara ini, jauh dari rumah, jauh dari keluarga, jauh dari sahabat-sahabat, tapi justru semakin mendekatkan diri saya pada diri saya sendiri. Merantaulah, maka kau akan tahu seberapa besar kemampuanmu bertahan di dunya fana ini, shedaaap!

Hal yang paling disukai di Pinrang?

             Hmm, susah menjabarkannya. Jika saya membutuhkan me time, saya lebih memilih untuk tinggal di Pinrang; hanya dalam kamar untuk membaca, scrolling sosmed, menulis, jogging, atau hanya sekedar tidur sepanjang hari.

Sudah kemana selama di Pinrang?

             Damn! Lupakanlah saja bahwa saya seorang petualang, justru selama setahun ini saya tak kemana-mana selama di Pinrang, selain bahwa dulu saya diajak oleh teman kantor untuk mengunjungi rumah duka dikawasan wisata Pantai Dewata Wakka itupun hanya sampai di gerbang utamanya saja, dan acara RAT Koperasi kantor sebulan lalu di Pantai Ammani. Selebihnya saya hanya berdiam diri di kamar, sesekali saya memaksa jiwa dan raga untuk jogging dipagi hari dengan track yang jaraknya tak lebih dari 5KM lalu singgah untuk makan bubur ayam/gado-gado di Lapangan Lasinrang. Semuanya bukan untuk tujuan eksplorasi, bukan untuk memuaskan jiwa petualang saya.

--- Pantai Dewata Wakka ---

Gerbang pantai dewata wakka, cuman sampai sini.. trus pulang. hiks! 
Pemandangan menuju daerah Wakka

--- Pantai Ammani ---




--- Jogging track ---




             Pernah dua kali, saya kedatangan tamu (teman) dari Makassar.. saya hanya menjamu mereka dengan santapan khas daerah Pinrang, Palekko. Tempat makan palekko yang photo-able itu adalah di kawasan Bili-bili, disana kita bisa menikmati Palekko sembari disuguhi pemandangan alam yang lumayan menyegarkan mata.


List to visit!

  1. Pantai dewata Wakka. Seperti yang saya ceritakan diatas, saya pernah kedaerah ini tapi hanya sampai di pintu gerbang utama saja. Haha, sial sekali pemirsah. Tapi walau begitu, saya puas dengan perjalanan panjang yang saya lalui, persawahan masih menjadi primadona penyegar mata, perumahan khas perkampungan dan jalan lapang yang tidak terlalu hectic. One day, I’ll be back!
  2. Puncak Karomba. Satu hari, seorang teman pernah menandai saya pada sebuah gambar yang tadinya saya kira adalah foto-foto pemandangan di kawasan Puncak bogor atau Bandung, tapi setelah saya baca captionnya ternyata itu adalah Pinrang! Tapi, sampai sekrang saya tidak menemukan alasan dan teman untuk mengunjungi tempat tersebut, n’tah besok-besok.
  3. Air Terjun Karawa. Kalau tempat ini, saya baru tahu keberadaannya beberapa hari yang lalu, lagi-lagi ditandai oleh teman yang juga berniat ketempat tersebut. Langsung suka! Dan menjadi salah satu destinasi yang akan saya kunjungi nantinya.
          Segitu dulu cerita saya tentang Pinrang, semoga ada lebih banyak kisah dan kenangan manis yang lainnya bisa saya bawa pulang ke kampung halaman. 1 tahun lebih, and still counting.

             Happy weekend, fellas!

8 comments

  1. Deh, nyamanna anjo Palekko. Mau ta coba ki gang. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, kapan2 main ke Pinranglah. Trus bilang saja kalau kita teman, nanti saya bawa ketempat makan palekko yg rasanya paling istimewa :)

      Delete
  2. kamarnya kelihatan enak dan nyaman banget ya mbak hahaha
    anyway foto2nya malah ngingetin aku sama kampung halaman hehe :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu bagian yg bersih emang, yang gak keliatan beda lagi. Bwahahaha.

      Delete
  3. Penasaranka sma puncak karomba. Pernah ada yg sebut2 katanya bagus, tpi tapping google sja nda. Hahah.

    Klo pika situ ditemaniji makang palakko?

    ReplyDelete
  4. Foto kamarnya rapi. Suka!

    Pemandangan dan pengambilan fotonya bagus. Jernih. Suka juga😊

    ReplyDelete