Powered by Blogger.

Men are from mars Women are from venus


‎"when men and women are able to respect and accept their differences then love has a chance to blossom"
John Gray, Men Are from Mars Women Are from Venus


Saya suka buku ini, walaupun awalnya sangat membosankan.

Secara pribadi saya percaya bahwa tidak ada satupun teori didunia ini yang bisa dijadikan acuan baku tentang karakter manusia, baik itu perempuan maupun laki-laki. Karena pada dasarnya kita manusia memang diciptakan unik. Buku ini hanya membahas kecenderungan-kecendurungan umum tentang bagaimana watak manusia ditinjau dari Jenis Kelaminnya dalam menghadapi suatu permasalahan. Bagaimana memenangkan ego wanita, memenangkan ego pria or deal with it!

Asumsi yang selama ini saya pegang teguh terpatahkan begitu saja, bahwa kita sebaiknya memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Tapi pada kenyataannya setiap manusia itu memiliki karakter, memiliki kehidupan dan latar belakang lingkungan yang berbeda-beda yang membuat mereka menuntut hal berbeda untuk bisa merasakan sesuatu itu benar-benar baik atau tidak. Ingat, hal-hal yang menurut kita baik, belum tentu baik untuk orang lain. Disinilah kita diajarkan untuk melihat sesuatu diluar kacamata diri.

Buku ini berfokus tentang bagaimana membangun hubungan harmonis antara pria dan wanita, melalui pemahaman komunikasi dan pemenuhan kebutuhan emosional satu sama lain. Seperti lazimnya, wanita itu butuh disayangi dan diperhatikan dan pria itu butuh dihargai dan diandalkan. Pria kalau sudah nyaman jadi lebih cuek, sementara wanita kalau nyaman malah makin protektif dan possesif. Atau seperti kebanyakan, jika seorang pria ada dalam masalah mereka memilih masuk kedalam “gua”, sendiri dan menyepi. Sebaliknya, jika seorang wanita ada dalam masalah mereka justru membicarakannya terus menerus kepada orang-orang yang dipercayainya, even tidak ada solusi yang diperoleh.. ya minimal dikeluarkan dalam bentuk unek-unek, ngomel tanpa faedah. She wants empathy, but he thinks she wants solutionsSimpulannya ya pria lebih make logika dan wanita lebih make perasaannya. Nah kalau begini, dimana ketemunya coabaaa!

Jadi baper sendiri setiap kali saya membuka halaman demi halaman. Coba-coba mengingat kembali, selain memang belum berjodoh, sepertinya komunikasi adalah pemicu utama kegagalan saya dalam hubungan pada masa lalu. Semoga saja, pengalaman dan pemahaman-pemahaman yang saya peroleh dari buku ini bisa menjadi pengajaran berharga untuk saya kedepannya. Shedaap banget kan kedengarannya. Haha. Intinya sih, kadang kita hanya lupa bahwa Pria dan Wanita itu memang diciptakan berbeda, selama pasangan itu bisa saling menerima kelebihan dan kekurarangan masing-masing dan mengerti bagaimana berkomunikasi pada segala situasi dan kondisi, saya rasa dunia akan aman-aman saja. Ya teorinya sih begitu, dan dibenarkan oleh cerita dari teman-teman yang sudah lebih dulu ada dalam ikatan serius.

Saya tidak akan mengupas buku ini lebih dalam di postingan ini. Better sih silahkan baca bukunya sendiri, so happy reading people!!!

6 comments

  1. Bentar lagi tayang ada film judulnya Mars Met Venus, Syam :)
    Ada 2 film, satunya dari sudut pandang cowo & lainnya sudut pandang cewe.
    Kalo liat dari trailernya menarik, karena ngupas perbedaan cara komunikasi antara Cowo sama Cewe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oia, saya pernah liat iklannya ditipi.
      Dibungkus komedi kayaknya, jadi gak akan terlalu serius-serius banget.
      Tapi lucu juga sih kalau sampai dibuatkan dua versi sudut pandang yg berbeda :)

      Delete
  2. ini termasuk buku jadul kan ya mbak
    eh tapi aku belum pernah baca tuntas dong hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya buku jadul. Agak membosankan sih memang, haha :D

      Delete
  3. Wah... kok bisa barengan ya? Pada 16 Juli aku nyetatus di facebook tentang judul buku itu.

    ReplyDelete